
Rigel meremas ponselnya saat mendapatkan kabar bahwa besok kelurganya akan melamar Aurin untuk Acher.
Dia tidak marah pada Acher dan keluarganya, tapi dia matah dengan dirinya sendiri yang tidak bisa melupakan semua ini.
seharusnya dia tidak selemah ini dan bisa merelakan semua perasaannya terhadap Aurin.
Toh juga Aurin tidak mencintainya dan perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan saja bukan? Lalu untuk apa dia bersedih.
Seharusnya dia tidak seperti ini, dia tidak selemah itu karena seorang wanita. Dia bisa melewati semua ini.
Apalagi saat mendapatkan kabar dari Dad Sky bahwa Acher merindukannya, sungguh Rigel juga ikut bahagia bersama dengan kebahagiaan Acher.
Tapi entah mengapa dia juga merasakan duga yang menyayat hatinya.
Di saat dia memantapkan hatinya dan meyakini dirinya bahwa dia mencintai wanita itu, dia malah merasakan hal seperti ini.
Rigel merasakan bagaimana sakitnya patah hati. Perasaannya di paksa karam sebelum berlayar dan rasanya sakit luar biasa.
" Berbahagialah dengan pilihan hati mu Ace, kau tetap menjadi saudara terbaik ku. " Ucap Rigel sambil memejamkan matanya.
Dia tengah menikmati hembusan angin di sore hari. Rigel merasa bahwa hidupnya saat ini jauh lebih baik dan bisa menerima semua jalan takdir yang telah Tuhan berikan, walau dengan bahagia berlapis duka.
__ADS_1
" Akan kah aku mendapatkan wanita yang bisa membuat ku kagum dengan semua kehidupan ini?" Tanya Rigel sambil menikmati hembusan angin yang menerbangkan rambutnya yang mulai panjang.
Dia sengaja membiarkan rambutnya seperti ini dan menikmati kesendiriannya.
Tidak ada lagi Rigel yang penuh dengan keceriaan karena yang ada hanya Rigel yang dingin dan tidak ingin berinteraksi dengan siapapun lagi.
"Bisakah aku mencintai tanpa merasakan lagi yang namanya sakit hati? Aku takut jika suatu saat ada wanita yang mencintai ku, tapi hatiku membatu dan tidak lagi merasakan apapun termasuk cinta." Perasaannya semakin ambigu.
Dia dilema dengan semua yang dia rasakan saat ini. Rigel hanya menginginkan kehidupan yang damai dan saat ini apa yang di jalaninya adalah yang terbaik.
Berusaha dan bekerja keras untuk bisnis yang di mulainya, dia mulai merintis bisnis otomotif yang akan launching beberapa bulan lagi dan semoga semuanya akan berjalan dengan lancar sesuai yang di inginkannya.
"Wanita seperti apa yang kau siapkan untukku Tuhan? Apa dia wanita yang tangguh atau wanita manja yang selalu berkata lemah lembut padaku?" Entah apa yang di bicarakan Rigel, yang pasti dia menginginkan pasangan yang bisa mengerti dirinya.
" Kisah ku sangat menyedihkan sekali Tuhan? Aku ingin mentertawakan kehidupan ku sendiri. " Rigel tertawa sendiri.
Entah mengapa dia bisa mentertawakan dirinya sendiri yang bisa mencintai seorang wanita yang ternyata mencintai saudaranya sendiri.
Tidak hanya itu saja, apa karena mereka kembar makanya mereka bisa mencintai satu wanita yang sama?
" Ketampanan ku bahkan bisa membuatnya melihatku sedikitpun. Dia hanya terpaku dan terpesona oleh ketampanan seorang Acher. Jika dipikir-pikir Acher memang lebih tampan dariku, tapi pesan aku tidak dipungkiri lagi bukan?" Rigel kembali tertawa untuk menertawakan dirinya sendiri.
" Sudahlah mungkin ini dinamakan tidak berjodoh. Mungkin Tuhan telah menyiapkan jodoh yang lebih indah lagi untukku dan semoga saja dia bisa bertahan dengan semua yang ada dalam diriku. Termasuk sisi gelap ku sebagai seorang keturunan klan Alexander." Ini yang menjadi permasalahan bagi Rigel.
__ADS_1
Rigel takut jika suatu saat wanita yang akan menjadi pendampingnya tidak menyukai sisi gelapnya sebagai keturunan klan Alexander dan bisa menjadi iblis jika dia memang tidak menyukai semua itu.
" Terserahlah, tapi yang pasti aku akan menerima apapun jodoh yang telah Tuhan takdirkan untukku. " Ucapnya lagi.
Sementara di London, tempatnya di rumah besar keluarga Alexander, Sky hanya bisa menghela nafasnya berat saat mendengar respon dari putra keduanya.
" Apa yang dia katakan?" Tanya Alex pada putranya yang terlihat seperti memikul beban berat.
" Rigel tidak mengatakan apapun selain mengucapkan selamat pada Acher. Sky tau bahwa yang dirasakannya saat ini pasti sakit, tapi semoga ini tidak bertahan lama karena--"
" Kau takut jika kehidupan Rigel hancur seperti kehidupan mu dulu?" Jelas Sky takut karena dia pernah merasakan hal seperti ini bahkan lebih parah lagi.
" Rigel tidak selemah itu tapi dia juga tidak sekeras itu, jadi jangan takutkan apapun yang belum tentu terjadi. " Seberapa keras dia berusaha untuk tidak berpikiran buruk, tapi tetap saja masa lalunya selalu menghantuinya.
Dimana hubungannya yang memburuk dengan Jupiter, dan juga kehidupan mati rasanya selama 15 tahun.
Jadi tidak salah jika Sky merasa ketakutan dengan semua itu.
" Semoga saja, Pa. " Jawab Sky yang mencoba menyakinkan dirinya bahwa semua ini tidak akan terjadi lagi.
Dia akan berusaha untuk mencegah semua itu karena dia tidak ingin melihat air mata istrinya karena dia tau, bagaimana dulu dia yang selalu membuat air mata mama tarisa jatuh setiap harinya.
...💙💙💙...
__ADS_1