Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Rumah


__ADS_3

" Dari mana?" Tanya Ars pada putrinya yang beru saja pulang saat jam sudah hampir menunjukkan malam hari.


Walau kita Paris mengalami siang hari yang lebih panjang, tapi ini tetap saja sudah jam malam menurut Ars karena memang ini sudah menunjukan pukul 19.20 malam dan satu jam lagi matahari akan terbenam.


" Dari butik. Tadi siang makan siang bersama Rigel." Jawab Belle yang masih merasa kecewa dengan pria itu.


Daddy-nya telah membuatnya kecewa karena merasa dirinya meminta-minta pada riil seperti itu seperti itu.


" Kamu tidak perlu bekerja sayang karena semua perusahaan yang Daddy miliki dan rumah sakit yang Mommy kamu miliki akan menjadi milik kamu. Jadi kamu tidak perlu lagi bekerja." Ucap Ars pada putrinya itu.


" Belle tidak mau kerja di butik. Belle hanya menyiapkan diri Belle untuk kuliah kerja nyata nantinya. Belle akan tunjukkan pada mereka yang merendahkan diri Belle dan hanya memandang milik karena Belle seorang anak manja. Belle akan tunjukan bahwa Belle bisa melakukan itu tanpa bantuan siapapun."

__ADS_1


" Kamu tidak meminta bantuan kedua orang tua kamu tapi kamu minta bantuan kekasih kamu. Bukankah itu sama saja?" Tanya Ars lagi.


" Dad, please. Belle lelah sekali hari ini, jadi tolong jangan membuat Belle semakin lelah untuk itu semua." Ucapnya yang ingin mengakhiri semua pembicaraannya dengan sang Daddy.


Di saat Ars kembali mendebat putrinya Crystal datang untuk menengahi mereka berdua.


" Pergi ke kamar dan bersihkan diri kamu sayang. Jika belum makan malam segera turun untuk makan malam." Belle menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Daddy dan Mommy-nya.


" Apa aku melakukan kesalahan lagi? Aku hanya takut kehilangan putri ku. Rasanya baru kemarin aku menggendongnya dan sekarang dia sudah tumbuh dan memiliki kekasih. Apa aku salah melakukan hal ini? Aku cemburu karena dia lebih memilih dengan kekasihnya di Bandung kan aku." Dapat di lihat oleh Crystal bahwa suaminya itu seperti tengah merasakan kesedihan yang luar biasa saat ini.


Crystal membawa suaminya duduk di sofa dan membiarkan pria itu tidur di pangkuannya seperti yang sering mereka lakukan setiap kali Ars merasa gundah.

__ADS_1


" Ketakutan kamu tidak beralasan. Siap tidak siap kamu harus siap untuk melepaskan putri kamu menjadi milik pria lain. Aku sudah mengatakannya dulu bahwa aku ingin memiliki anak lagi tapi kamu yang menolaknya. Jika saja kamu bisa mengerti saat itu, kamu tidak akan merasakan kesepian seperti ini."


" Aku hanya takut jika Belle semakin menjauh dan aku merasakan kehilangan itu. Aku takut jika aku tidak siap untuk mengantarkannya ke altar nanti. Itu hal yang paling aku takutkan nantinya sayang." Ars menyembunyikan wajahnya di perut sang istri karena dia merasa ketakutan saat membayangkan bagaimana nantinya dia berjalan di Altar untuk mengantarkan putrinya.


" Itu adalah kewajiban kamu sebagai ayah untuk mengantarkan putrinya pada pria yang paling di cintai olehnya. Kamu adalah wali dari putri mu dan kamu harus siap untuk itu."


" Tapi bagaimana jika aku tidak siap? Saat ini saja aku sudah merasa ketakutan menghadapi kenyataan di masa depan untuk mengantarkan putri ku ke Altar pernikahannya nanti pada pria yang akan mencintainya setalah aku. Aku tidak sanggup membayangkannya sayang." Ucap Ars lagi karena dia memang ketakutan dengan semua itu.


Semua kenyataan ini bahwa dia takut ketika dia mengantarkan Belle pada pria yang akan menggantikannya sebagai pria yang menjaga gadis cantik itu.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2