Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Bantuan


__ADS_3

Elang masih menatap tempat di mana dia berada saat ini.


Dia sendiri tengah menunggu kedatangan orang yang akan menghadapi namun hingga saat ini tidak ada satu orang pun yang menghadangnya hanya memantaunya dari jarak jauh.


" Benarkah ini tempatnya? aku bahkan bisa menghitung berapa banyak mereka yang ada di sini." Ucap Elang saat mengetahui situasi dan kondisi di sekitarnya.


" Orang-orang seperti ini saja dia tidak bisa menanganinya? aku yakin bahwa ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa melawan." Elang terus saja mengamati daerah sekitarnya hingga tiba-tiba ada beberapa orang yang datang untuk menyerangnya saat ini.


Di saat Elang tengah berusaha membuka jalan dan memasuki tempat di mana Rigel di sekap, pria itu tengah berusaha untuk melepaskan ikatan tali yang berada di tangan.


Jika hanya tali seperti ini saya tidak terlalu sulit baginya karena dia bisa melepaskannya dengan mudah. Tapi itu semua harus dengan sangat teliti dan tenang.


Sedikit demi sedikit ikatan di tangannya bisa lepas hingga membuat Rigel langsung berdiri di hadapan Liam.


Bugh...


" Aahhhkkk..." Liam berteriak saat tiba-tiba ada seseorang yang memukulnya dari belakang.


Dan saat dia melihatnya dia begitu kaget bahwa Rigel yang sudah berdiri di hadapan yang saat ini.


" Kau terkejut saat melihatku di sini? bukankah aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku bisa saja melenyapkan mu dan kau tidak memastikan apa yang aku katakan untuk melihat ikatan tanganku dan kini aku siap untuk bermain denganmu." Rigel menghampiri Liam dan memijak dada pria itu saat ini.


Tanpa perasaan Rigel kembali memijak dada pria itu dengan sebelah kakinya hingga membuat terbatuk dan memuntahkan darah dari mulutnya.


" Baru seperti ini saja kau sudah ketakutan. Di mana keberanianmu tadi saat mengatakan ingin membunuhku? bukankah kau ingin melenyapkan keturunan klan Alexander? maka ayo berdiri jika kau berani." Ucap Rigel dengan penuh kesombongan.

__ADS_1


Dia benar-benar melakukan kesombongannya saat ini untuk membuat pria itu jera.


Saat Rigel nggak kembali menghantam Liam, beberapa orang anak buahnya datang untuk membantu bos mereka.


Terjadilah perkelahian di antara mereka berlima di mana Rigel sendirian dan anak buah Liam ada 4 orang yang menyerangnya.


Dia mulai kewalahan karena tubuhnya memang tidak sehat akibat kecelakaan dan juga pukulan yang dilakukan mereka terhadapnya tadi.


Di saat Rigel hendak tumbang, bantuan datang padanya dan betapa kagetnya dia saat melihat siapa yang datang untuk membantunya.


" Elang?"


" Why?" Tanya Elang yang merasa heran dengan Rigel yang terlihat kaget saat melihatnya.


" Bagaimana bisa kau berada di sini? tidak mungkin kau bisa berada di sini tanpa bantuan keluargaku." Elang hanya bisa memutar bola matanya dengan malas mendengar apa yang Rigel katakan.


Apa yang harus dikatakannya pada pria ini? panggilan apa yang cocok untuknya sementara Rigel sendiri tidak tahu apa yang pantas untuk pria itu.


" Terserah mu! Lakukan ini dengan baik dan selesaikan dengan cepat. Aku ingin kembali bertemu dengan gadis cantik ku dak kau harus membayar mahal untuk ini." Mereka kembali bertarung di mana Elang yang menghajar ke 4 orang tersebut sementara Rigel, dia kembali menghampiri Liam yang sudah merangkak ingin pergi dari tempat itu.


Dia akan membiarkan pria itu selamat begitu saja dari genggaman tangannya. Rigel bukan orang yang bisa melepaskan semua itu begitu saja.


" Lepaskan aku!" Ucap Liam yang merasa kesakitan saat rambutnya di tarik oleh Rigel hingga membuat kepalanya mendongak ke atas dan langsung menatap pria itu.


Cuihh...

__ADS_1


Liam meludahi Rigel hingga membuat pria itu tidak sabar lagi dengannya dan menghantamkan kepalanya ke lantai itu.


Dugh...


Rigel telah membenturkan rahang Liam ke lantai hingga berbunyi suara yang sangat nyaring.


Bahkan dengan teganya, tanpa rasa kasihan sedikit pun, dia memutar kepala pria itu hingga lehernya patah.


Krak!


" Seharusnya kau cincang halus saja tubuhnya tadi dan buang di sungai!" Ucap Elang yang meninggalkan Rigel lebih dulu.


Sementara Rigel masih menatap di sekelilingnya dan melihat ada beberapa cctv yang masih hidup.


" Aku tau bahwa ada seseorang yang jauh lebih besar di balik ini semua." Ucap Rigel ke arah kamera cctv yang tengah memantaunya.


Rigel menyusul Elang yang sudah meninggalkannya lebih dulu.


" Hey..."


" Masuk dan duduk di tempat mu! Aku akan menunjukan pada mu bagaimana caranya mengendarai mobil dengan benar."


" Bahkan aku bisa mengendarai semua alat transportasi kecuali kereta api. Aku memiliki surat dengan jelas atas kelulusan ku di sana." Ucapnya dengan penuh kesombongan.


...💙💙💙...

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2