Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Menuntut


__ADS_3

" Ayo mana hadiahnya? Aku sudah memenangkan pertarungan kamu Bee, ayo berikan aku hadiahnya." Rigel benar-benar di buat pusing oleh Belle yang sejak tadi meminta hadiah padanya.


Rasanya Rigel ingin mengumpat atau menyimpan mulut Belle dengan tissu seperti saat dia menyimpan mulut Rava dan juga Reve yang selalu mengganggunya.


Tapi tidak mungkin dia melakukan hal itu pada gadis mengenalkannya bukan?


" Aku akan memberikannya nanti. Kau ingin aku memberikannya di London atau di Paris saja? Jika kau ingin di London maka kita harus menunda kepulangan kita ke Paris. Silahkan pilih." Belle terdiam sejenak.


Dia berpikir apa yang harus di ambilnya saat ini.


" Tidak bisakah aku mendapatkan keduanya? Aku ingin dinner romantis di kota Paris, tapi aku juga ingin dinner romantis di kota London, pasti akan sangat menyenangkan." Rigel menatap Belle dengan tatapan tajamnya sementara Belle hanya tersenyum saja pada pria itu.


Dia berusaha memberikan senyumannya yang terbaik agar pria itu tidak marah dengannya.


" Kau itu Maruk sekali. Pokoknya kau harus memilih salah satunya saja. Jangan terlalu serakah."


" Ya, baiklah. Aku akan memilih di London saja." Ucap Belle dengan berat hati.


Setidaknya jika bukan Rigel yang mengajaknya berkencan nanti, dia yang akan mengajak pria itu.


Melihat Belle yang tiba-tiba saja tersenyum membuat Rigel langsung curiga dengan gadis mengenalkannya.

__ADS_1


" Jika kau berpikir yang tidak-tidak aku akan melempar mu keluar dari mobil ini mau?"


" Lakukan saja jika berani. Aku yakin jika kamu tidak mungkin melakukan hal itu pada aku Bee. Kamu itu sangat menghormati wanita, jadi kamu tidak akan mungkin menyakiti aku karena aku adalah gadis yang kamu cintai. Iya bukan?" Dengan penuh percaya diri Belle berani mengatakan hal itu pada Rigel yang sama sekali tidak habis pikir dengan ini semua.


Bisa-bisanya dia jatuh cinta pada gadis seperti Belle yang sangat berisik dan menyebalkan. Terlebih lagi Belle yang suka sekali melawan. Entah lah, Rigel juga tidak mengerti apa jawaban dari semua pertanyaannya itu.


Hanya Tuhan yang mengetahui jawaban yang sesungguhnya, karena dia tidak mengetahui jawaban apa dari apa yang di rasakannya.


" Kau memang sangat menyebalkan Belle. Kau benar-benar menyebalkan!"


" I know, and that's why you like me, right?"


" Terserah..." Jawab Rigel dengan ketus.


Mereka berdua pun tidak lagi terlibat pembicaraan karena Belle yang tengah fokus dengan pemandangan yang mereka lewati sampai akhirnya Rigel memilih berhenti di sebuah restoran karena ini sudah waktunya makan siang.


" Kita mau apa disini?" Tanya Belle yang penasaran saat Rigel membawanya ke sebuah restoran yang mewah.


Mendengar pertanyaan dari Belle membuat Rigel hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Apa maksud Belle bertanya untuk apa mereka datang ke sini?


" Mandi!" Jawab Rigel dengan singkat.

__ADS_1


Dia malas menyahuti apapun lagi yang di tanyakan Belle karena menurutnya itu hanya akan membuang waktu saja.


Maka dia lebih memilih diam dari pada harus terlibat banyak pembicaraan dengan Belle.


" Mana ada mandi di restoran. Restoran itu untuk tempat makan Bee." Ucap Belle yang berusaha untuk menyamai langkah mereka.


Dugh...


" Ahhh...sakit..." Belle memegang hidung mancungnya yang menabrak punggung kekar Rigel yang tiba-tiba saja berhenti melangkah.


Melihat Belle yang kesakitan seperti itu membuat Rigel langsung melihat keadaan hidung sang kekasih yang memerah.


" Maaf, aku tidak bermaksud menyakiti mu. Lagi pula kenapa bertanya lagi untuk apa kita datang ke tempat ini. Terkadang sikap mu yang seperti ini membuat ku kesal pada mu." Ucap Rigel sambil mengusap hidung Belle dan meniupnya.


Bahkan dia memberikan kecupan di ujung hidung Belle hingga membuat gadis itu tersipu malu. Mereka di lihat banyak orang dan Rigel sama sekali tidak perduli dengan itu semua.


Cup...


" Sudah, jangan banyak bertanya lagi. Tidak baik jika menunda waktu makan. Kau harus makan yang banyak agar tubuh mu tidak kurus seperti sapu lidi seperti ini."


" His, mana ada sapu lidi secantik aku." Jawab Belle yang kembali mengikuti langkah Rigel saat pria itu menarik tangannya untuk amsuk ke dalam restoran.

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2