
Rigel langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah menempuh perjalanan panjangnya. Dia ingin beristirahat sejenak namun dia kembali mengingat Belle sih gadis mengenalkannya yang berada di kota Paris.
" Jam 1 siang, itu artinya saat ini di Paris masih pagi. Berarti aku bisa menghubunginya pagi ini." Ucap Rigel yang langsung menghubungi Belle di Paris sana.
Panggilan pertama tidak di angkat dan panggilan kedua baru di angkat oleh gadis menyebalkan itu.
" Kemana saja kau? Aku menghubungi mu sejak tadi." Suara Rigel sudah terdengar di telinga Belle.
Belle yang baru selesai mandi pun menunjukan dirinya yang masih menggunakan handuk pada Rigel.
" Aku baru saja selesai mandi Bee, sudah dulu ya. Aku harus memakai pakaian. Aku takut jika kamu akan panas dingin lagi dan entah apa yang akan kamu pecahkan di sana jika melihat tubuh ku lagi."
Uhuk...
Rigel tersedak saat mendengar apa yang Belle katakan padanya. Apalagi saat melihat wajah gadis menyebalkan itu yang sengaja di buat genit hingga membuatnya langsung menutup panggilan telepon mereka begitu saja tanpa mengucapkan salam apapun.
__ADS_1
" Dia benar-benar sangat menyebalkan sekali. Ingin sekali aku menggigit bibirnya yang telah berani menggoda ku itu." Awalnya Rigel biasa saja. Namun, saat di hendak tidur pikirannya kembali berkelana dengan memikirkan tubuh seksi Belle apalagi bibir tipisnya yang membuat Rigel candu akan daging kenyal tak bertulang itu.
" Aaahhhkkk..Belle, kau membuat ku gila setiap kali aku berjauhan dengan mu!" Dia berteriak mengungkapkan kekesalan hatinya.
Dia benar-benar kesal karena perlakuannya. Belum apa-apa saja Rigel sudah segila ini saat berjauhan dengan Belle.
Lalu bagaimana nanti jika mereka sudah menikah dan Rigel yang harus pergi bekerja mengunjungi acara bisnisnya? Sudah bisa di pastikan bahwa dia akan membawa Belle kemana pun dia pergi.
Dia tidak akan membiarkan gadis menyebalkan itu pergi menjauhinya sedikit pun.
" Kau sudah membuat ku gila dengan dirimu Belle, maka kau juga yang harus menyembuhkannya. Kau harus bertanggung jawab untuk itu semua." Ucap Rigel yang yang memilih pergi ke keluar dari kamarnya.
" Disini hutan bukan? berarti ada hewan yang bisa di ajak bermain. Apa Uncle Math, memiliki kuda?" Tanya Rigel pada Matheo yang tengah duduk bersama istri tercintanya.
Siapa lagi jika bukan Diandra Anindita. Wanita cantik yang membuat Matheo menggila dan tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari wanita yang paling di cintainya.
__ADS_1
" Pergilah kebelakang. Di sana ada satu kuda yang tidak ingin di naiki oleh siapa pun setelah pasangannya meninggal. Usianya memang sudah tua, tapi dia adalah kuda terbaik yang Uncle miliki." Senyum Rigel langsung mengembang sempurna saat mendengar jawaban dari anak tertua klan Alexander itu.
" Apa ada yang ingin bertaruh lagi? Kau jangan lupa bahwa kau yang kalah dan kau yang akan membayar semua biaya perjalanan ini semua." Rigel menatap Acher yang tengah menatap dingin padanya.
" Kalian berdua." Tunjuk Rigel pada anak kembar yang selalu membuatnya kesal itu.
" Ambil dan rampas seluruh isi dompetnya. Jangan biarkan ada satu pun yang tersisa dari dompet kakak tercinta kita itu. Aku tau kalian bisa melakukannya dengan baik." Rava dan Reve langsung mengalihkan pandangan mereka pada Acher yang kini menatap ke arah mereka berdua.
" Jangan takut, aku yang akan bertanggung jawab. Dia tidak mungkin memukul kalian karena dia adalah kakak terbaik kita. Ayo cepat ambil." Titah Rigel lagi yang mau tidak mau membuat Rava dan juga Reve langsung mengeksekusi dompet Acher hingga kandas.
" Sudah kak." Ucap keduanya saat mereka berhasil melenyapkan seluruh isi dompet Acher termasuk semua kartu sakti yang di miliki pria paling tampan di London itu.
" Bagus. Sekarang ayo bermain di hutan. Mana tau ada yang bisa kita buru di sini."
" Jangan macam-macam Rigel. Jangan memburu apapun di hutan ini. Apalagi rusa, karena itu milik Twins Shei. Mereka akan menangis dan membuat ulah jika peliharaan mereka di ganggu." Ucap Matheo dengan tegas karena dia tidak ingin Sheila dan Sheela membuat ulah.
__ADS_1
" Aku tidak akan memburu apapun disini Uncle. Aku hanya bermain kuda saja." Jawab Rigel yang langsung pergi meninggalkan seluruh keluarganya.
...💙💙💙...