
Melihat apa yang di lakukan Acher pada pria yang berani menerobos masuk itu membuatnya merasa bangga.
Acher memang terlihat lebih diam dan lebih tidak perduli dengan orang-orang di sekitarnya, tapi jangan remehkan dia begitu saja.
Memang jika di bandingkan dengan Rigel, dia jauh di bawah putra keduanya itu.
Tapi, jika begini mereka tidak ada yang bisa menebak bahwa Acher bisa melakukan hal seperti itu.
" Aku paling benci dengan yang namanya manusia tidak memiliki sopan santun! Kau juga bukan orang tidak berpendidikan, karena tidak mungkin kau bisa mencapai posisi mu saat ini dengan mudah. Tapi kelakuan mu?" Acher menatap penuh permusuhan pada pria yang tengah terduduk di lantai dan merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya saat ini.
Kepalanya terluka parah karena lembaran vas bunga dari Acher tadi.
" Aku membiarkan kalian bekerja di sini karena aku kasihan pada kalian yang mencari makan di perusahaan keluarga ku. Dan kalian telah membuatku kecewa. Jangan Kelian pikir karena Daddy ku tidak lagi disini, kian bisa berbuat sesuka hati kalian?" Tidak ada suara apapun di dalam ruangan kerja Acher karena semuanya hening termasuk Sky sekali pun.
__ADS_1
Dia hanya terus menikmati sajian makan siangnya yang terlihat sangat nikmat tanpa jijik sedikit pun karena ada darah di sana.
" Aku akan memecat mu! Dan kau," Tunjuk Acher pada pria yang kepalanya sudah bocor itu.
Bahkan dia sudah setengah sadar saat ini karena terlalu banyak darah yang keluar dari kepalanya.
" Aku akan membuat hidupku lebih sengsara lagi dan aku akan membuat mu menyesal karena telah berani bermain curang dengan ku!"
" Bawa mereka berdua." Usir Acher pada kedua pria itu.
Sky yang melihat Acher kembali ke kursi kerjanya pun hanya bisa menatap biasa saja.
Tak lama cleaning servis datang untuk membereskan semua kekacauan di dalam ruangan itu.
__ADS_1
" Jika tadi dia berkhianat pada Daddy, sudah pasti dia akan mati terbelah menjadi beberapa bagian." Ucap Sky yang terus saja menikmati apa yang disantapnya saat ini.
Dia tidak perduli dengan siapa pun lagi dan apapun itu yang di lakukan Acher karena itu memang pantas di lakukannya.
" Tidak semua masalah bisa di selesaikan dengan kematian Dad. Ace tidak ingin jika nantinya anak-anak dan keturunan Ace mendapatkan karma dari apa yang pernah di perbuat ayah mereka. Percayalah bahwa karma itu ada." Sky menghentikan kegiatannya saat ini dan dia mulai berpikir dengan apa yang di katakan putranya itu.
Benarkah apa yang di katakan Ace tadi, bahwa karna itu ada?
" Sadar atau tidaknya Daddy, apa yang kami rasakan saat ini itu adalah buah karma dari apa yang pernah Daddy lakukan. Termasuk saat Daddy selisih paham dengan Uncle Jupiter soal Mommy, yang bahkan hingga saat ini tidak mengetahui bahwa adik iparnya sendiri pernah menyukainya dan bahkan mencintainya juga." Sky sadar, bahwa apa yang di katakan Acher memang benar.
Mungkin apa yang di rasakan anak-anaknya saat ini adalah hasil dari perbuatannya di masa lalu.
" Ace bukan lemah, tapi Ace hanya tidak ingin melakukan sebuah dosa besar dengan membunuh dan menghilangkan banyak nyawa seperti apa yang Daddy pernah lakukan mungkin?" Hatinya merasa tercubit saat Acher yang menyudutkannya seperti ini dengan kata-katanya yang halus.
__ADS_1
" Bahkan Opa mu itu sudah tidak terhitung lagi berapa banyak nyawa yang lenyap di tangannya." Ucap Sky pada Acher.
...💙💙💙...