
" Sialan! Aku akan mengutuk permainan ini seumur hidup ku jika sampai aku kalah!" Ucap Alex dengan emosi saat dia tidak mendapatkan angka yang di inginkan olehnya.
" Penyakitmu sejak dulu itu sama. Kamu harus tenang agar bisa menang. Kocok dengan benar Ludo itu dan kamu akan mendapatkan angkanya." Tarisa memberitahu suaminya agar tidak terlalu emosi dengan permainan itu.
" Aku akan mengikuti mu, jika sampai aku juga tetap kalah, awas kau!" Alex pun mulai bermain lagi hingga permainan itu selesai dengan Rigel yang lebih dulu masuk dan menyelesaikan semuanya.
" Ha, aku sudah mengatakannya bahwa aku tidak akan kalah bukan? Jadi aku sudah membuktikannya." Rigel duduk dengan sombong menatap Acher yang masih tertinggal jauh di belakangnya tadi.
" Akan ku pastikan uang mu terkuras habis dengan liburan ini. Aku akan memastikannya." Ucap Rigel lagi yang membuat Acher semakin kesal dengannya.
Di saat para pria tengah sibuk bermain, para wanita tengah sibuk dengan dunia mereka dan membicarakan apa yang akan mereka lakukan untuk menghabiskan uang para lelaki mereka.
" Kau yakin bel, bisa menghabiskan uang Rigel? Bagaimana caranya kau menghabiskan uangnya?" Tanya Alisa yang masih penasaran dengan kehidupan Belle yang sesungguhnya.
" Belikan saja saham dari uang yang di milikinya. Tidak usah pusing dengan semuanya." Jawaban Belle sungguh sangat luar biasa.
__ADS_1
Dia tidak memikirkan banyak karena dengan mudahnya dia mengatakan hal itu.
" Sudah ayo, kau harus tidur. Kau bisa tidur di kamar ku."
" Loh? Maksud kamu kota tidur bersama gitu? Tidak! Aku tidak mau." Ucap Belle yang langsung menolak apa yang Rigel katakan padanya.
Mana mungkin dia mau tidur satu kamar dengar Rigel. Mereka bukan pasangan suami istri, jadi mana mungkin dia mau satu kamar dengan pria itu.
" Kau ini berpikir apa? Aku akan tidur bersama adik ku yang lain, jadi kau bisa tidur di kamar ku. Bukan malah berpikir yang tidak-tidak."
" Kau terlalu banyak bicara! sekarang masuk ke kamar ku dan tidur. Soal pakaian mu mereka sudah menyiapkannya. Besok kau harus bangun pagi karena aku akan bermain golf. Kau harus menemani ku pergi bermain golf besok pagi." Ucap Rigel yang langsung menarik tangan Belle.
Dia akan membawa gadis menyebalkan itu pergi ke dalam kamarnya dan membiarkan gadis itu tidur.
__ADS_1
" Wow, so amazing." Ucap Belle saat dia masuk ke dalam kamar Rigel.
Ini benar-benar mengesankan baginya. Walau berwarna hitam tapi tetap memberikan kesan mewah di dalamnya.
" Aku yang mendesainnya sendiri. Kami selalu di berikan kebebasan dalam memilih apapun dalam hidup kami. Mereka tidak pernah memaksakan apapun terhadap kami. Jadi kami bisa menentukan apa yang kami pilih nantinya." Rigel ikut Belle masuk ke dalam kamarnya.
" Kenapa kalian bisa hidup dengan tenang tanpa adanya masalah di saat keluarga kalian lebih dari satu. Bagaimana rasanya memiliki keluarga yang menyenangkan seperti itu? Apa rasanya bahagia ketika memiliki banyak saudara?" Tanya Belle pada Rigel.
Melihat sikap Belle yang berubah seperti itu membuat Rigel tau, bahwa saat ini Belle merasa kesepian dengan kehidupannya.
" Menjadi anak tunggal itu tidak enak. Kau tidak bisa bercerita dengan mereka dan mengajak mereka bermain. Aku ingin bermain dengan adik bungsu kamu, tapi aku takut."
" Elle bukan adik bungsu ku. Adik bungsu ku adalah Reyden, pria yang bermuka datar di antara 3 laki-laki yang duduk di sofa ujung tadi. Elle adalah kakak mereka kembar 4. Elle, Rava, Reve dan juga Reyden. Jadi kau bisa berteman dengan Elle. Dia sulit berinteraksi dengan orang luar karena dia tidak sekuat kamu. Dia memiliki penyakit jantung bawaan walau sudah menjalani operasi, tapi tetap saja Mommy dan Daddy takut jika dia kelelahan hingga membuat nafasnya kembali sesak."
...💙💙💙...
__ADS_1