
Setelah menempuh perjalanan udara selama 17 jam lamanya, akhirnya keluarga besar Klan Alexander sudah sampai di kota yang pernah menjadi tempat pelarian mereka.
Lebih tepatnya kota pelarian Alex, Sky dan juga Thunder yang masih berada di dalam perut saat itu.
Hingga akhirnya Thunder lahir di Kota besar ini. Dan entah mengapa juga setiap kali Thunder menginjakan kakinya di negara ini, Dia merasa darahnya berdesir hebat.
" Kamu yang terbaik sayang..." Ucap Alisa yang mencoba menenangkan suaminya.
Di berpikir bahwa suaminya saat ini merasa takut, tapi sebaliknya tidak seperti itu karena Thunder merasa sangat antusias sekali setiap kali dia menginjakkan kakinya di tanah kelahirannya ini.
Rigel sendiri merasa tidak perduli sama sekali dengan apa yang di rasakan keluarganya karena dia merasakan vibe yang berbeda sekali setiap kali dia datang ke negara ini.
Apalagi yang dia ketahui bahwa ada kedua keluarganya yang tinggal disini yaitu Uncle Matheo dan paman Cloud yang baik hati juga ikut tinggal disini.
Keanehan mulai terjadi saat dia melihat Opa Alex yang terlihat mendatangi seorang penjual buah-buahan segar yang bertuliskan rujak di sana.
Dia pun langsung menghampirinya dan melihat apa yang terjadi di sana ternyata Opa Alex yang bertanya siapa pria itu.
" Siapa kau? Kemana orang yang memiliki gerobak rujak ini?" Tanya Alex yang menghampiri anak pria yang tengah berjualan rujak itu.
__ADS_1
Dia sangat mengenal sekali gerobak dan tempat persis dimana pria itu jualan. Jangan pernah meremehkan isi kepala dan daya ingat seorang Alexander jika tidak ada yang bisa menandinginya.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari pria tua, berwajah asing membuat penjual rujak itu langsung tersenyum padanya dan hap itu semakin membuat Alex merasa ada yang aneh di sini.
" Saya adalah Bagus, anak dari penjual rujak dan pemilik gerobak ini Tuan. Bapak saya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Beliau berpesan jika suatu saat saya berjualan dan ada pria bule yang menghampiri saya bersama sekeluarga besarnya, saya harus mengucapkan banyak terima kasih pada pria itu karena belas kasih dan bantuan dari beliau kami semua bisa sekolah sampai tamat, bahkan saya juga sudah tamat kuliah Tuan. Saya memiliki beberapa usaha rujak ini dan memiliki restoran kecil-kecilan. Semua ini bisa kami dapatkan karena bantuan Tuan. Terima kasih karena telah memberikan bantuan Tuan hingga kami bisa makan dengan cukup dan sekolah hingga tamat." Di sini Rigel baru mengetahui bahwa penjual yang di datangi Opa Alex adalah anak dari seseorang yang pernah di tolong Opa-nya dan kini beliau sudah meninggal dunia.
Alex sendiri merasa tersentuh untuk itu semua. Dia tidak menyangka apa yang pernah dilakukannya dulu bisa membantu kehidupan orang lain di luar sana hingga mereka bisa mendulang kesuksesan.
" Baik jika begitu, aku rasa kau tidak membutuhkan bantuan ku lagi. Jadi sampaikan salam ku pada keluarga mu. Kapan pun jika kau menginginkan pekerjaan yang tetap, datang dan temui pria bernama Matheo King Alexander atau Cloud Alexander. Katakan pada mereka bahwa aku yang menyuruhmu untuk datang." Pria itu tersenyum dan turun dari gerobaknya untuk memberikan salam pada pria yang telah begitu berjasa dengan kehidupan keluarganya hingga dia bisa di bilang mendulang sukses saat ini.
Satu persatu rombongan mereka di Salami oleh penjual rujak itu dan pergi setelahnya.
" Ambil uang ini dan bagikan pada mereka yang membutuhkan." Bukan Alex yang memberikan itu tapi Sky.
" Terima kasih Tuan, semoga tuan dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan." Sky hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan pria itu.
Drama mulai terjadi saat Rigel yang sudah mengendarai mobil itu dan Aurin yang mulai berulah.
" Aku menginginkan buah itu Sayang. Sepertinya rasanya enak sekali." Ucap Aurin pada Acher hingga membuat Rigel kesal dengan wanita hamil itu.
__ADS_1
" Kenapa tidak mengatakannya sejak tadi? Kau ini semakin hari semakin menyebalkan ya." Umpat Rigel pada wanita yang tengah mengandung calon keponakannya itu.
" Hey, berhenti memarahi istri ku."
" Istri mu itu menyebalkan. Tadi kita begitu lama di sana kenapa dia tidak menginginkannya? kenapa saat sudah keluar dari bandara dia baru menginginkannya?" Balas Rigel.
Mereka kembali berdebat karena tingkah Aurin yang menurutnya menyebalkan.
" Sudah, ayo putar balik mobilnya."
Citt...
Bukannya putar balik Rigel malah menghentikan mobilnya hingga membuatnya langsung keluar dari sana.
" Kau saja yang kembali. Aku ingin tidur karena kepala ku pusing dan aku ingin tidur sekarang juga."
Brak!
Rigel membanting pintu mobilnya hingga membuat mereka bertiga yang ada di dalam mobil itu menatap heran padanya.
__ADS_1
" Maafkan Rigel Sayang, dia memang seperti itu."
...💙💙💙...