
Setelah turun dari helikopter tadi, Belle di bawa oleh Rigel kembali menaiki mobil entah akan di bawa kemana lagi dia hanya bisa pasrah saja.
Tubuhnya merasa lemah saat ini karena sepanjang udara bersama Rigel dia merasakan ketakutan yang luar biasa.
Siapa yang tidak takut jika baru mengetahui bahwa kekasih kita bisa menerbangkan sebuah helikopter seperti itu dan kau pun ikut bersamanya untuk menjadi penumpang wanita pertama yang dibawa olehnya.
" Are you oke?" Tanya Rigel pada Belle yang mencoba untuk mengetahui keadaan gadis menyebabkannya.
Di genggam Rigel tangan Belle berharap apa yang dilakukannya saat ini bisa mengurangi rasa trauma yang dialami gadis itu.
" Aku baik-baik saja Bee. Hanya saja memang aku sedikit mual." Jawab Belle pada kekasihnya.
" Katakan pada ku jika kau tidak baik-baik saja. Aku akan membawa mu ke rumah sakit." Belle menggelengkan kepalanya karena dia merasa sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya saat dia mengudara bersama Rigel.
" Aku sudah baik-baik saja Bee. Memangnya kita mau kemana ?" Tanya Belle lagi pada kekasihnya itu.
__ADS_1
Regel sendiri hanya bisa mengusap puncak kepala kekasihnya itu dengan penuh kelembutan dan menentukan senyuman untuknya.
" Kita akan pergi untuk makan malam. Ini adalah malam spesial bagiku jadi aku ingin merayakannya berdua bersamamu."
" Benarkah? ini hari spesial mu juga? apa ulang tahun kita sama?" Rigel menggelengkan kepalanya.
Baru saja dia ingin bersikap romantis pada gadis menyumbangkan tetapi dasarnya dia memang menyebalkan maka akan selalu tetap menyebalkan seperti ini.
" Ini hari spesial mu, itu artinya juga adalah hari spesial untukku. aku belum memberikan hadiah apapun padamu dan hari ini aku ingin menunjukkan dan memberikan hadiah yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu. Kau sudah terbang mengudara bersamaku, dan kini kita akan kembali berlayar bersama karena aku akan memberikan kejutan untukmu. Ayo." Rigel membawa Belle turun dari mobilnya dan mereka sampai di tepi sungai di dekat menara Eiffel yang sangat terkenal itu.
" Jangan bilang kamu akan mengajak ku naik kapal? Tidak aku tidak siap! Perut ku masih mual Bee." Melihat wait wajah kekasihnya yang terlihat lesu seperti itu membuat Rigel mengurungkan niatnya untuk membawa Belle menaiki yatch.
Terlihat cukup indah, dan tidak terlalu buruk menurut Rigel karena di tidak menyangka jika Belle mabuk udara saat menaiki helikopter bersamanya.
" Joyeux anniversaire chérie." Ucap Rigel pada kekasihnya itu.
__ADS_1
Belle yang mendapatkan kejutan seperti itu membuatnya merasa sangat bahagia.
Rigel benar-benar membuat hidupnya semakin berwarna dengan apa yang pria itu berikan padanya.
Apa yang di berikan pria itu tidak pernah ada yang gagal. Walau cara bicaranya sangat pedas dan kasar tapi Belle tau bahwa pria itu memang mencintainya dan beginilah cara dia mencintai Belle.
" Bee..." Air matanya jatuh saat melihat kejutan yang di berikan kekasihnya itu.
Melihat Belle yang menangis seperti itu membuat Rigel langsung menghapus air mata gadis menyebalkannya itu.
" Don't Cry Chéri. Kami para pria klan Alexander di larang keras menyakiti hati seorang wanita dan melihat air mata wanita yang kami cintai. Jadi jangan menangis karena aku tidak menyukainya." Ucap Rigel yang mengecup kening Belle dengan begitu dalam.
Dia memang sangat mencintai Belle dan berharap bahwa mereka akan bisa selalu bersama seperti ini sampai nanti.
" Aku menangisi bahagia karena kamu memberikan semua kejutan ini. Terima kasih Bee, terima kasih karena telah membuat ku merasakan kebahagiaan ini. Aku bahagia Bee."
" Itu memang harus! So, happy birthday my Beauty Daserina Antony Gilbert."
__ADS_1
...💙💙💙...