
Di saat semua orang dengan sibuk dengan acara pernikahan adik perempuan mereka, Acher dan Rigel tengah sibuk mengurus istri mereka masing-masing.
Ya, kedua pria itu tengah berkutat dengan istri-istri mereka yang sangat menyebalkan.
Saat Acher dengan bergulung-gulung di atas tempat tidur bersama istrinya yang terus saja memintanya untuk tidak mandi karena Aurin menyukai aroma tubuh suaminya yang tidak memakai apapun termasuk deodorant dan parfum.
Hanya bau keringatnya saja sudah membuat Aurin senang.
" Biarkan aku mandi Aurin, aku sudah berkeringat seperti ini." Ucap Acher pada istrinya.
Ini adalah permohonan ke tiga yang di lakukan Acher pada istrinya karena dia meminta untuk mandi.
" Temani aku dulu sampai tidur. Setelahnya kamu bisa mandi."
" Yakin?" Tanya Acher yang ingin memastikan pada istrinya.
Aurin menganggukkan kepalanya untuk menjawab suaminya. " Makanya ayo temani aku tidur dulu." Akhirnya Acher menemani istrinya hingga benar-benar tertidur.
__ADS_1
Acher pun baru bisa bernafas lega setelah istrinya itu benar-benar tertidur dan dia bisa pergi untuk mandi dan membersihkan diri.
Setelah membersihkan dirinya Acher keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar. Dia menemukan saudara kembarnya yang tengah menikmati buah potong seperti kesukaan mereka saat sekolah dulu.
Melihat betapa segarnya buah-buahan yang ada di meja di dekat saudara kembarnya itu membuat Acher pun ikut duduk bersamanya dan memakan buah itu.
" Kenapa? istrimu membuat ulah lagi?" Tanya Rigel pada saudara kembarnya.
Apa begini rasanya jadi Daddy mereka saat Mom Starla mengandung mereka dulu? Jika iya, maka sudah lah mungkin itu sudah takdirnya bagi dia.
" Aurin tidak pernah membuat ulah tapi dia selalu saja membuatku tidak bisa melakukan hal apapun. Apa kau percaya jika aku mengatakan bahwa aku pergi ke kantor tidak pernah mandi semenjak dia hamil? aku akan membersihkan diri di kantor dan memakai parfum di sana. Aurin tidak menyukai aroma tubuhku jika aku habis mandi karena itulah dia selalu melarang ku untuk tidak mandi." Jelas Acher pada saudaranya.
Sementara Rigel, malah tertawa saat mendengar cerita dari saudara kembarnya. Dia terlihat sangat bahagia mendengarkan keluh kesah dari Acher tentang ngidam istrinya yang menurutnya aneh.
" Hahaha....." Tawa Rigel menggema di ruang keluarga hingga membuat Acher kesal mendengar suara tawa dari saudara kembarnya itu.
__ADS_1
" Tertawa lah selagi kau bisa tertawa untuk itu. Aku harap kau tidak merasakan apa yang aku rasakan. Semoga saja istri mu tidak lebih mengerikan dari Aurin ketika dia hamil nanti karena aku melihat bahwa istrimu jauh lebih menyeramkan daripada istriku." Rigel jadi berpikir.
Benar yang dikatakan Acher bahwa Aurin yang tidak banyak bicara seperti itu saja bisa memiliki ngidam yang sangat mengerikan seperti ini, lalu bagaimana dengan istrinya yang sudah jelas-jelas terlihat menyebalkan seperti itu.
" Kenapa? sudah berpikir bahwa istrimu itu mengerikan? berdoalah banyak-banyak pada Tuhan untuk tidak merasakan ngidam istrimu yang mengerikan itu. Entah jadi apa anakmu nanti memiliki ibu yang menyebalkan seperti Belle."
" Dia memang menyebalkan tapi jangan pernah mengatakan yang menyebalkan. Satu-satunya orang yang berhak mengatakan yang menyebalkan itu hanya aku karena aku suaminya. Kau saja marah saat aku mengatakan bahwa istrimu itu menyebalkan." Acher hanya mengendikkan bahunya saja.
Walau yang dikatakan saudara kembarnya itu benar, tapi tetap saja dia tidak menerima jika Belle di katakan menyebalkan oleh Acher.
Belle memang terlihat sangat menyebalkan tapi Rigel sangat mencintainya. Jadi satu-satunya orang yang berhak mengatakan Belle itu menyebalkan adalah dirinya tidak dengan orang lain.
" Ayo berenang. Kau terlihat jauh lebih lembek dari biasanya." Rigel pun mengajak Acher untuk berenang karena mereka sudah lama tidak memiliki waktu bersama seperti ini.
Me time, katakan saja mereka sedang melakukan quality time bersama seperti yang sering mereka lakukan saat kuliah dulu.
...💙💙💙...
__ADS_1