
Rigel pulang dengan wajah kesalnya. Bagaimana bisa dia di goda dengan anak di bawah umur seperti itu.
" Ck, gadis berambut pirang itu. " Dia membuka pakaian yang di kenalannya tadi dan melemparkannya begitu saja membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos dengan sempurna.
Di biarkan Rigel, tubuh bagian atasnya di terpa angin malam. Dia kembali menikmati pemandangan kota Paris yang sering dan bahkan selalu di pandangannya setiap hari.
" Aku harus mulai membiasakan diri menikmati kehidupan yang sibuk ini. " Rigel memejamkan kedua matanya menikmati malam harinya dengan semua kemegahan kota fashion terbesar dunia.
" Setidaknya kehidupan ku jauh lebih baik disini. " Ucapnya lagi.
Sementara di sebuah rumah mewah, tempat dimana seorang gadis berambut pirang yang baru saja bertemu dengan pria yang di yakininya sebagai calon jodohnya nanti.
" Dia tampan sekali, wajahnya tampan sekali. " Gadis tersebut terus saja membayangkan wajah pria tampan yang di temuinya tadi.
" Tapi wajah tampannya itu terlihat dingin sekali, apa dia itu keturunan Prince Ice dari Iceland?" Dia terus saja menayangkan wajah pria yang sama sekali tidak di ketahuinya siapakah gerangan hati sang pujaan hati.
" Sadar Belle, sadar. Kau bahkan belum mengetahui namanya tapi bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa dia adalah calon jodohmu?" Kembali berbicara sendiri tentang pria yang baru di temuinya sekali.
" Tapi--" Dia mencoba mengingat dimana dia pernah bertemu dengan pria itu.
Belle seperti pernah melihat dimana pria tersebut, dia terus memikirkannya sampai dimana dia berteriak karena dia sudah mengingatnya.
" Oh my God mommy! Belle menemukan jodoh Belle mom, Belle menemukan jodoh Belle. " Dia menjerit dan berteriak seperti itu karena dia sudah mengetahui bahwa pria itu adalah pria yang pernah di temuinya di New York dulu saat dia berlibur disana.
__ADS_1
" Belle, ada apa sayang?" Seorang wanita cantik bernama Crystal langsung menghampiri lalat putrinya yang menjerit seperti itu.
" Mommy..." Gadis yang baru saja berusia 17 tahun itu langsung memeluk ibunya saat mengetahui siapa yang datang dan pria yang di temuinya tadi.
" Ada apa sayang?" Dengan penuh semangat Belle mengatakan apa yang membuatnya berteriak hingga menjerit histeris seperti itu.
" Belle sudah ingat Mom, Belle sudah ingat. "
" Iya, tapi ingat apa sayang? Ingat apa Belle?" Tanya Crystal lagi yang semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan putrinya ini.
" Belle sudah mengingat dimana Belle bertemu calon jodoh Belle mom, Belle mengingatnya. Dia adalah pria yang Belle lihat di New York saat kita berlibur Mom. Dia adalah pria tampan itu. " Ars yang mendengar putrinya tentang calon jodoh itu hanya bisa memijat pelipisnya yang terasa pusing.
Usia putrinya masih 17 tahun, dan bisa-bisanya mengatakan tentang calon jodoh.
Luar biasa sekali Belle ini. Ars sangat takut jika putrinya ini salah memilih jodoh dan takut suatu saat Belle alan mengalami apa yang di alami Crystal dulunya.
" Tidur Belle, hari sudah malam sayang. Usia kamu masih 17 tahun, kamu bisa memikirkan tentang jodoh kamu nanti. "
" Tapi Belle ingin kala tampan itu Mon, Belle ingin dia yang menandai jodoh Belle. " Crystal paham dengan apa yang di katakan putrinya.
Tapi usia Belle masih sangat muda sekali. Tidak seharusnya dia mengatakan tentang jodohnya di saat dia baru saja lulus SMA.
" Siapa pun jodoh kamu nanti, yang panting dia bisa mencintai kamu dan menyayangi kamu seperti yang Mommy berikan pada kamu. Jadi siapa pun jodoh kamu kelak, dia harus berani meminta kamu pada Mommy dan juga Daddy, agar kami bisa menilai pantas atau tidak pria itu untuk kamu. " Belle menganggukkan kepalanya karena dia setuju dengan apa yang di katakan Mommy-nya saat ini karena dia lebih nyaman bercerita pada Crystal dari pada Ars yang selalu pusing dengan tingkah laku Belle yang banyak ulah.
__ADS_1
" Wlek..."
" Belle..." Crystal menegur putrinya yang selalu saja bertentangan dengan suaminya.
Bukankah biasanya jika anak perempuan itu akan sangat manja pada daddy-nya bukan?
Tapi Belle malah seperti menghindari daddy-nya karena Ars yang selalu memperlakukan ya seperti seorang bayi dan anak kecil.
Belle juga masih sering di antar jemput oleh Ars saat sekolah dan hal itu pula yang membuat Belle kesal dengan pria tampan dan menyeramkan itu.
" Wajah Daddy tidak senang seperti itu Mom, jadinya Belle kesal. " Ars hanya bisa menghela nafasnya dengan pasrah.
Belle akan selalu seperti ini padanya. Mereka akan selalu bertentangan seperti ini.
Apalagi Belle yang ingin sekolah di Paris, itu menjadi pertimbangan berat pula bagi Ars saat ini.
Meninggalkan keluarga Antoni Gilbert, di sebuah rumah yang sangat megah terlihat seorang pria yang memiliki seluruh isi langit dan jajarannya. Siapa lagi jika bukan Galaxy Sky Alexander Guero.
" Apakah gadis ini yang telah Tuhan siapkan untuk Rigel?" Sky kembali melihat beberapa potret gadis berambut pirang yang sudah di capnya sebagai calon menantu itu.
" Sayang..." Sky langsung mengalihkan pandangannya saat melihat Starla masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Starla sendiri langsung menghambur ke dalam pelukan Sky, saat suaminya itu merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
Tempat ini adalah menjadi tempat ternyaman untuk Starla sejak dulu hingga kini.
...💙💙💙...