Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Tantangan


__ADS_3

Rigel yang tengah menghadiri sebuah meeting dengan perusahaan asing dan jajaran Eropa membuatnya menatap dingin pada semua peserta meeting kali ini.


Usianya memang masih terlalu muda di antara mereka, tapi jangan remehkan kemampuannya.


Dia memang malas belajar, tapi bukan berarti dia itu bodoh. Jika Rigel sudah menginginkan sesuatu maka dia akan berusaha untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dengan kemampuannya sendiri bukan dari privilege dari nama besar keluarga yang di sandangnya saat ini.


" Jangan membuat ku merasa bahwa kalian merendahkan ku. Nama belakang yang ku sandang itu tidak berpengaruh apapun bagiku saat ini. Aku memang memegang salah satu anak perusahaan milik keluargaku, tapi bukan berarti aku menggunakan hak istimewa itu untuk bekerja sama dengan kalian. Kendaraan otomotif yang akan ku luncurkan ini memang hasil kerja keras ku dan tim ku, tidak berpengaruh apapun dengan keluarga ku. Jadi jangan berpikir bahwa aku hanya berlindung di balik nama besar keluarga ku. " Rigel terlihat sangat menyeramkan sekali saat seperti ini.


Dia tidak pandang bulu, dan mentalnya bisa di acungi jempol untuk saat ini. Tidak ada yang bisa menghentikan seorang Rigel Sky Alexander Guero jika dia sudah menginginkan sesuatu hal.


Tapi jika untuk bersaing dengan saudaranya apalagi itu Acher, Rigel lebih memilih untuk mengalah.


" Apa yang akan anda luncurkan bisa menjamin pasaran?" Rigel menatap berkas di mejanya dan membaca nama dari pria yang bermain menanyakan hal seperti itu padanya.


" Arsya Antoni Gilbert. " Di tatap Rigel dengan senyum remeh pria tadi.


Pria yang di duganya seusia dengan Daddy-nya seusia Uncle Cloud kembarannya Aunty Raina.


" Anda tau dengan siapa anda bicara saat ini Tuan Arsya Antoni Gilbert?" Merasa namanya di sebut dengan lengkap seperti itu membuat pria itu tau bahwa keturunan Alexander tidak ada yang gagal.


Jika Ars tidak bisa bertemu dengan Galaxy Sky Alexander itu, dia bisa bertemu dengan anaknya saja dan ternyata memang benar gosip yang beredar luar di kalangan bisnis mereka.


Jika keturunan Alexander tidak mudah di intimidasi. Malah sebaliknya, mereka yang merasa di intimidasi dengan tatapan datarnya yang tajam.


" Anda adalah seorang keturunan dari klan Alexander, tapi kembali seperti yang anda katakan tad tuan Rigel. Jangan membuat anda merasa rendah karena kami memandang nama belakang yang anda sandang saat ini. " Rigel tersenyum saat merasa bahwa pria dewasa di depannya saat ini tengah beradu argumentasi dengannya.


" Berani bertaruh sepuluh persen saham yang anda miliki?" Pembahasan ini semakin panas saat Rigel melemparkan ponselnya ke meja meeting mereka saat ini.


Entah siapa yang di hubunginya saat ini. Tapi saat ada seseorang yang menjawab di ponsel tersebut Rigel langsung mengatakan apa maksudnya.


" Berikan saham Sky Ax Corp Paris atas nama Tuan Arsya Antonie Gilbert sebanyak 10%, dengan catatan aku kalah dalam penjualan kendaraan otomotif yang akan ku luncurkan tidak mencapai 30% dalam waktu satu Minggu. " Bisik-bisik mulai terdengar saat ini.

__ADS_1


Ada yang menyayangkan apa yang di lakukan Rigel, tapi ada pula yang menuju keberanian anak muda itu yang menantang Arsya raja bisnis Spanyol saat ini. Tidak tahukah anak muda ini siapa yang tengah di lawannya?


Arsya yang mendapatkan tantangan seperti itu membuat nyalinya langsung merasa tertantang. Dia akan membuktikan kualitas dari anak muda luar biasa ini.


Lagi pula 10% dari Saham dari Sku Ax Corp Paris itu tidak ada sepersekian dari saham utama Sky Ax Corp yang berpusat di kota London.


" Taukah anda yang anda sebutkan tadi sebuah pertaruhan yang bisa saja merugikan?"


" Seorang pria sejati tidak akan pernah menarik kata-katanya lagi. Aku di besarkan dan di ajarkan di keluarga yang untuk mempertanggung jawabkan setiap tindakan yang kami ambil. Jadi aku tidak akan pernah menarik kata-kata ku lagi." Betapa kagumnya mereka dengan apa yang di lakukan anak muda ini.


Usianya memang masih muda, Tapi semangatnya luar biasa.


" Apa yang akan ku pertaruhkan disini?" Tantangan yang membuat Rigel tersenyum iblis disini.


" Kita lihat nanti." Ucapnya dengan penuh kesombongan.


Setelah itu dia pergi dari tempat itu karena menurutnya semua itu sudah cukup. Rigel tidak seluang itu untuk terus meladeni mereka semua.


Setiap langkah yang dilaluinya memancarkan aura yang begitu dominan.


" Aku bisa melupakan semua kesakitan ku dengan bekerja. Tapi aku tidak tau bagaimana aku menjalani hidup dengan benar setelah ini. Bisakah aku merasakan kebahagiaan itu?" Rigel bukan lah seorang bos yang akan selalu di antar dengan sopir atau pengawalan ketat.


Dia tidak setakut dan selemah itu hanya untuk menghadapi manusia di dunia ini. Satu-satunya di paling di takutinya adalah air mata seorang wanita bernama Starla Aurora Borealis.


Saat dia melewati jalanan sepi dia melihat sosok pria tengah menghadapi 3 orang pria berbadan besar yang kemungkinan itu adalah perampok.


Dia tidak ingin perduli, namu saat melihat pria itu sudah cukup tua dan hanya bekerja sebagai driver membuatnya kasihan.


" Tidak kah malu dengan badan besar kalian tapi mental kalian sangat memalukan." Ketiga orang yang seperti tengah merampok itu langsung melihat ke arahnya.


" Jangan membuat kami marah dan membuat mu merenggang nyawa. " Rigel tersenyum dengan apa yang di katakan mereka.

__ADS_1


Apalagi saat mereka menodongkan pistol ke arahnya.


" Pistol rakitan dengan keakuratannya yang bahkan tidak mencapai 20% kalian tujukan padaku?" Tidak ada ketakutan sedikitpun di wajah Rigel saat ini.


Bahkan kedua tangannya berada di saku celana bahan yang masih ke kenalannya saat ini.


Dia berdiri tepat di depan mereka tanpa rasa takut sedikitpun.


" Mundur!" Ucap salah satu dari mereka saat melihat Rigel yang berjalan ke arah mereka.


Melihat raut wajah dari pria muda itu dan merasakan auranya saja mereka sudah merasa terintimidasi.


Siapa pria muda ini? kenapa auranya sangat menyeramkan sekali?


Bugh...


Dor!


Rigel langsung menyerang dengan sekali tendangan saja dan melakukan tembakan dari tengah pria yang memegang piston tadi.


" Aku paling malas membuat keributan seperti ini, jadi jangan membuat ku merasa muak dengan kalian semua. Sekarang pergi. " Mendapatkan kode dari anak muda itu membuat sang supir langsung masuk ke dalam mobilnya.


Sementara di dalam mobil itu, seorang wanita langsung merasa aman saat mobilnya kembali berjalan.


" Pak..."


" Kita selamat Nona, ada seorang pria muda yang baik menolong kita." Ucap sang supir berharap mereka benar-benar selamat kali ini.


" Sayang, Hallo...kamu baik-baik saja kan? Katakan pada Daddy di mana posisi kamu saat ini, Daddy akan menjemput kamu. "


" A-aku baik-baik saja Dad. Kami berdua selamat." Jawab Nona muda yang berada di dalam mobil mewah tadi.

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2