
Belle benar-benar merasa canggung berada di keluarga Rigel. bagaimana tidak canggung jika selama ini meja makan di rumahnya hanya di isi dengan 3 orang, kini dia melihat dan berada di ruang lingkup keluarga Rigel yang begitu kompak dan lengkap.
Sadar akan Belle yang canggung membuat Rigel berpindah posisi dengan mengusir Aurin yang ada di samping Belle.
" Kenapa seperti itu?" Tanya Acher pada Rigel yang mengusir Aurin dari tempatnya.
" Belle masih menyesuaikan diri lalu bagaimana bisa dia di tempat kan di dekat istri mu yang ketularan dingin seperti mu ini?"
" Aku tidak dingin." Jawab Aurin karena dia tidak ingin di katakan dingin oleh Rigel.
" Lalu apa? Beku?" Aurin hanya cemberut saja saat Rigel benar-benar mengusir dirinya.
Mendapatkan perhatian seperti itu dath Rigel bukannya membuat Belle senang malah membuatnya semakin bingung dan juga kaku.
" Jika tidak suka makanannya bilang saja. Mereka bisa memasak untuk mu sesuai dengan yang kau inginkan."
" Bukan begitu, aku hanya belum terbiasa. Meja makan di rumah ku hanya di isi dengan 3 orang dan sekarang aku berada di sini. Ini terlihat sangat menyenangkan, tapi aku gugup." Ucap Belle dengan tenang.
Dia belajar banyak dari Mommy-nya yang selalu mengatakan untuk berbicara dengan orang harus berani menegakan kepala, tapi bukan berarti itu di namakan sombong.
__ADS_1
" Anggap saja kamu berada di rumah mu Belle, kami semua ini juga keluarga mu sayang." Belle menyunggingkan senyumannya saat seorang wanita cantik memberikan kata-kata menenangkan untuknya.
" Terima kasih Nyonya,."
" Hey, panggil saja Mommy seperti Rigel memanggilnya. Kamu ini kekasih Rigel bukan?" Belle menggelengkan kepalanya karena memang dia bukan kekasihnya Rigel.
" Lalu apa hubungan kalian saat ini?" Tanya Starla yang penasaran dengan hubungan Rigel dan juga Belle.
" Kami bukan sepasang kekasih seperti yang kalian pikirkan Mom--"
" Jadi apa?" Tanya Starla yang mulai ketakutan jika Rigel kembali patah hati seperti yang pernah terjadi dengan putranya itu saat dia menyukai Aurin tapi Aurin malah menyukai Acher hingga mereka menikah seperti ini.
Uhuk...
Acher tersedak air minumnya saat dia mendengar nak di bawah umur itu mengatakan bahwa dia adalah calon istrinya Rigel.
Dia bahkan menatap kaget pada Belle yang bisa mengatakan hal segamblang itu di depan mereka semua yang hadir di meja makan ini.
" Kondisikan mata mu itu. Kenapa kau menatapnya seperti itu?"
__ADS_1
" Kenapa kau semakin sensitif? Aku hanya menatapnya saja." Kilah Acher karena dia merasa bahwa Rigel ini semakin kritis saja dalam bersikap.
" Aku pikir kau masih mengingat dengan jelas bagaimana peraturan di keluarga ini bahwa tidak ada yang boleh menatap pasangan orang lain lebih dari 3 detik. Apa aku harus meminta sesepuh keluarga ini untuk mengatakannya?"
" Kau semakin menyebalkan!"
" Kau pun sama!" Jawab Rigel lagi.
Mereka berdua terus saja bertengkar seperti itu. sementara Alex, dia hanya bisa memijat kepalanya yang mulai terasa pusing dan berat ketika menghadapi para cucunya seperti itu
" Aman anak mu Sky, aku ingin makan dengan tenang." Ucap Alex menegur anaknya yang memiliki langitnya klan Alexander itu.
Di tidak ingin ada keributan di meja makannya. Sementara yang di minta hanya mengendikkan bahunya saja.
Mana dia perduli dengan semua itu karena dia memang sengaja membiarkan Acher dan Rigel yang berdebat seperti itu. Dia ingin melihat bagaimana Papa-nya melihat perdebatan antara dua cucunya.
" Papa saja, Sky malas." Jawabnya dengan acuh.
...💙💙💙...
__ADS_1