
" Bee, kita mau kemana? kenapa mata ku di tutup seperti ini?" Tanya Belle pada kekasihnya.
Sejak turun dari mobil mewah milik kekasihnya tadi matanya langsung ditutup oleh Rigel. Entah kejutan apa lagi yang akan diberikan pria itu padanya. Tapi yang pasti Belle tau jika itu bukan barang murah.
" Diam dan jangan banyak bicara! aku sudah berusaha untuk menjadi kekasih yang romantis seperti yang kau inginkan."
" Aku tidak pernah mengatakan bahwa kamu harus menjadi romantis."
" Memang! tapi kan selalu saja menyindirku. Kau selalu mengatakan bahwa ada aktor Korea kebanggaanmu itu kenapa bisa bersikap romantis seperti itu. Itu sama saja kau menyuruhku secara tidak langsung untuk menjadi romantis terhadapmu." Jawab Rigel dengan kesal.
Dan mendengar suara tawa dari Belle yang seperti itu semakin membuat Rigel kesal.
Siapa yang tidak kesal jika dia mendapatkan perlakuan dari Belle seperti ini.
" Hehehe...Maaf Bee, tapi aku tidak bermaksud seperti itu."
" Ahhh...sudahlah. Kau terlalu banyak bicara!" Ucap Rigel lagi.
Di membawa Belle pada tempat di mana kejutan itu berada.
__ADS_1
" Dalam hitungan ke tiga kau harus membuka mata mu dan aku akan menghitungnya." Rigel pun melaporkan kedua tangannya yang sengaja menutup mata Belle tadi dan mulai menghitungnya.
Namun, belum sampai Rigel menghitung sampai tiga mata kekasihnya itu sudah di buka lebih dulu dan dia dapat melihat apa yang menjadi surprise untuknya saat ini.
" Waw, Bee... Ini sangat luar biasa." Ucap Belle saat melihat apa yang ada di depan matanya saat ini.
Tok...
" Aaahhh..."
Bagaimana dia tidak kesal jika Belle melakukan hal itu padanya.
Melihat kekasihnya yang sudah kesal dan badmood seperti itu membuat Belle langsung menghampiri Rigel dan memeluk tubuh jangkung pria itu.
" Huaaa...Maaf...aku tidak akan melakukannya lagi. Tadi itu aku hanya penasaran saja. Lagi pula kamu sudah memukul kening ku tadinya." Wajahnya di buat seimut mungkin hingga membuat Rigel langsung lemah.
Mata bening itu memang sangat menyebalkan baginya. Setiap kali Rigel melihat mata itu dia akan langsung lemah dan kalah di hadapan Belle.
__ADS_1
Mata bening yang selalu membuatnya tidak bisa lagi matah dengan gadis menyebabkannya itu.
" Huh! sudah lah. Apa kau suka?" Belle menganggukkan kepalanya dengan manja.
Posisinya saat ini masih memeluk tubuh sang kekasih tanpa ingin melepaskannya sedikit pun.
" Aku suka, Hanya saja---"
" Kau ini benar-benar manusia tidak bersyukur ya. Sudah untuk kau ku berikan mobil ini. Kau tau berapa harga mobil ini? Bahkan aku harus mengajukan begitu banyak yang untuk bisa memesan mobil ini. Aku di mintai begitu banyak uang hingga menandatangani surat perjanjian hanya karena mobil ini. Lalu bagaimana bisa kau tidak menyukainya?" Jawab Rigel dengan marah.
Belle sendiri dia tidak mengerti kenapa Rigel bisa matah seperti ini. Lagi pula dia tidak mengatakan bahwa dia tidak menyukai mobil itu.
" Aku tidak bilang jika aku tidak menyukai mobilnya Bee."
" Lalu apa itu namanya jika bukan seperti itu?"
" Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sayang untuk memakai mobil semewah ini. Apa aku boleh memajangnya di dalam kamar ku saja dengan semua aksen pita itu?"
" Terserah! sekali menyebalkan akan selalu menyebalkan dan itu kau!"
__ADS_1
...💙💙💙...