Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Istri Pengusaha


__ADS_3

Belle sudah terlihat jauh lebih sehat dari hari kemarin, tapi manjanya masih saja ada bahkan bisa menjadi-jadi saja.


Seperti saat ini, dia yang masih lemas meminta di gendong oleh suaminya.


Bahkan saat ingin turun dari tempat tidur pun dia meminta untuk di gendong. Luar biasa sekali bukan?


" Kau semakin mengerjai ku ya? Kau sudah sehat tapi masih saja manja." Belle hanya mengerucutkan bibirnya saja saat mendengar jawaban dari suaminya.


Sementara Rigel, walau pun dia kesal tapi tetap saja dia melakukannya. Bibirnya memang berkata tidak dan menolak permintaan istrinya. Dia malah langsung menggendong istrinya itu.


" Gendong di belakang Bee, tidak ingin di depan." Rigel hanya memutar bola matanya malas.


" Sudah ku gendong masih saja menawar. Banyak sekali permintaanmu ini."


" Hehehe.... sesekali juga tidak masalah bukan? aku juga mau minta gendong pada suamiku bukan suami orang lain." Jawaban dari Belle membuat darah Rigel langsung mendidih.


Berani sekali Belle ini mengatakan hal seperti itu di depannya?


" Jika kau berenang minta jantung pada pria lain aku akan mematahkan kedua kakimu. Kurang lancar sekali kalau sudah memiliki suami saya tampan diriku masih mencari pria lain di luar sana. Sekaya dan sehebat apa dia rupanya bisa menyayangiku."

__ADS_1


" Kenapa marah? bercanda saja Bee. Mana berani aku mau minta gendong pada pria lain. Sebelum aku digendong olehnya kedua kakiku sudah patah lebih dulu." Jawab Belle pada suaminya.


Sementara Rigel, dia menanggapi semua itu dengan serius.


" Bagus, jika kau mengerti apa yang akan terjadi nantinya." Mereka berdua turun dari kamar mereka yang berada di lantai 2 menuju meja makan.


Saat sampai di meja makan, di sana sudah ada sepasang suami istri yang sangat menyebalkan menurut Rigel.


" Sini, Belle duduk di dekat sini " Aurin memberikan tempat yang berada di sisinya untuk iparnya itu.


Aurin terlihat sangat senang jika bersama adik ipar tersebut.


" Bicara dengan baik pada istri ku. Kau akan tahu rasanya bagaimana memiliki istri yang hamil nantinya. Aku bersumpah bahwa istrimu akan menghindar jauh lebih menyebalkan dari apa yang selalu kau katakan pada istriku." Acher mengatakan sumpahnya untuk mereka berdua.


Bukan hanya Rigel saja yang sulit, tapi dia pun juga sulit karena setiap malam Aurin akan meminta padanya untuk tidur tanpa baju. Entah mengapa juga Aurin selalu saja menunda dirinya untuk tidak mandi dan memakai parfum tau deodorant sekali pun.


Bahkan saat ingin memakai semua itu, Acher harus memakainya di kantor.


" Kenapa menyumpahi istri ku? istrimu yang menyebalkan lalu kenapa kamu mengatakan sumpahmu untuk istriku juga ikut menyebalkan?"

__ADS_1


" Aku sengaja melakukan hal itu agar kau tahu bagaimana rasa dan sensasinya memiliki istri yang ngidam. Bersyukur karena kalian menunda kehamilannya jika tidak aku sudah bisa memastikan bahwa kau pun akan merasakan hal yang sama nanti." Ucap Acher lagi.


Dia mengatakan hal seperti itu agar saudara kembarnya itu hijrah dan tidak lagi mengungkit tentang permasalahan istrinya yang sedang mengidam.


Bukan hanya Rigel saja, tapi Acher juga merasakan hal yang sama.


" Sudah, kenapa harus ribut terus? kita di sini untuk makan karena ini meja makan bukan meja debat atau meja meeting. Dasar keturunan pengusaha." Ucap Belle dengan berani seperti itu.


Aurin sendiri, dia cukup kaget dengan adik iparnya yang berani mengatakan hal seperti itu di depan kedua pria yang sangat dingin.


" Dan kau istrinya pengusaha dan anak seorang pengusaha!" Jawab Acher dan Rigel secara bersamaan.


Kedua sangat kesal sekali karena kedua wanita itu tidak mengerti keadaan mereka berdua.


Di saat mereka tengah berdebat-debat seperti itu bukannya melerai malah mengatakan hal yang membuat merek kesal.


" Huh, dasar."


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2