Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Sakit


__ADS_3

Entah kelelahan atau apa, Belle sampai demam dan jatuh sakit.


Padahal mereka akan berangkat ke Kota Praha setelah ini. Tapi terpaksa menundanya karena Belle yang demam.


Mungkin akibat perubahan cuaca dari Turki ke Wina itu sangat berbeda sekali.


" Apa sudah lebih baik? Atau kita ke rumah sakit saja. Kau sakiti seperti ini Belle." Ucap Rigel yang khawatir dengan keadaan calon istrinya.


Badan Belle yang panas seperti ini membuat Rigel merasa ketakutan sendiri. Hanya karena sakit datang bulan saja dia sudah panik, apalagi seperti ini yang dia tau bahwa badan Belle terasa panas.


Bahkan panasnya saja mencapai 39 derajat. Sungguh, Rigel merasa ketakutan.


" Percayalah kalau aku baik-baik saja Bee. Aku akan sehat setelah tidur dan minum obat demam. Ini biasa terjadi pada tubuh yang baru saja berganti cuaca. Cappadocia dan Wina itu berbeda, saat kita di sana Cappadocia panas dan di Wina sangat dingin, jadi maklum saja."


" Apanya yang maklum? Kau demam Belle..." Ucap Rigel lagi.


Dia tidak tau lagi harus mengatakan apa pada Belle. Kenapa gadis itu keras kepala sekali? Selain menyebalkan ternyata dia itu keras kepala juga.

__ADS_1


" Bee..."


" Tolong dengarkan aku Belle. Aku mengkhawatirkan keadaan kamu."


" Aku tau, tapi biarkan aku tidur dan tolong temani aku." Terdengar helaan berat Rigel hembuskan dan dia kembali harus mengalah dengan gadis menyebalkan ini.


Akhirnya Rigel ikut naik ke tempat tidur Belle dan menemani gadis itu.


" Peluk..." Pintanya dengan manja dan Rigel menurutinya.


Dia juga akan menepati janjinya untuk menunda kehamilan anak mereka karena dia ingin Belle menyelesaikan studinya lebih dulu.


" Tidurlah, aku di sini." Belle menganggukkan kepalanya dan memeluk Rigel.


Sungguh, ini sangat panas sekali badan Belle. Bahkan nafasnya saja pun ikut terasa panas menerpa dada Rigel yang berlapis kaos malam ini.


" Aku mencintai mu Bee..."

__ADS_1


" Aku juga mencintai mu ChΓ©ri. Tidurlah, aku akan menemani mu di sini." Ucap Rigel lagi.


Dia memeluk Belle dan memberikan banyak kecupan di wajah gadis itu berharap bahwa apa yang di lakukan ya saat ini bisa mengurangi rasa panas yang menyerang Belle.


Setelah memastikan bahwa Belle tertidur, Rigel pun turun dari tempat tidur dan dia berusaha untuk menghubungi calon ibu mertuanya dan menanyakan perihal Belle saat ini.


Perbedaan jam antara kota Wina dan Paris itu tidak terlalu banyak makanya dia bisa menghubungi Crystal saat itu.


" Ya, halo Rigel ada apa nak?" Terdengar helaan nafas Rigel yang membuat Crystal mengerti bahwa saat ini telah terjadi sesuatu pada mereka berdua saat liburan di sana.


" Belle demam Mom, saat ini kami berada di kota Wina. Badannya panas sekali mencapai 39 derajat." Kini terdengar bahwa Crystal yang menghela nafasnya.


" Buatkan teh hijau untuknya. Jika dia sudah tidur, tolong berikan minyak aroma terapi di balik telinganya. Belle selalu seperti itu saat demam. Saat demam dia akan terlihat jauh lebih manja. Dia bisa meminta apa saja yang menurut dia biasa tapi menurut kita akan luar biasa. Jadi Mommy harap kamu bisa memakluminya nanti."


" Baik Mom, terima kasih karena telah mengerti. Terima kasih juga atas sarannya. Aku tutup sekarang."


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™...

__ADS_1


__ADS_2