
Sejak semalam Acher tidak bisa tidur dan mungkin hanya tidur beberapa jam saja karena terlalu merasa gugup.
Dia sangat gugup karena memang ini adalah hari bahagianya bersama Aurin.
" Apa yang membuatmu gelisah Ace?" Tanya Sky yang baru saja masuk ke dalam kamar putranya yang terlihat gelisah.
" Ace hanya masih tidak percaya bahwa Ace akan menikah dengan seorang wanita yang Ace cintai. Ananta, atau pun Aurin, keduanya sangat membekas di hati Ace Dad. Tapi bagaimana dengan Rigel? Benarkah dia sudah bahagia dengan hidupnya?" Sky tau bagaimana kegelisahan dari putra sulungnya ini.
" Kau memang harus selalu memperhatikan saudara mu, tapi bukan berarti kau terus akan memikirkan mereka tanpa memikirkan kebahagiaan mu sendiri. Kau juga harus bahagia dengan hidupmu Ace. Saudara mu juga tidak akan bahagia jika melihat mu seperti ini yang terus-menerus memikirkan mereka tanpa memikirkan diri mu sendiri."
" Apa benar Rigel sudah bahagia? Maksud Ace, Rigel sudah bisa hidup dengan baik dan meluapkan perasaannya terhadap Aurin?" Tanya Acher pada Daddy-nya.
Dia sangat takut jika dia menyakiti hati saudaranya dengan pernikahan ini.
" Kau ini sangat menyebalkan ya?" Acher dan Sky langsung melihat ke arah siapa yang datang.
__ADS_1
Rigel sudah terlihat memakai kemeja dan juga dasinya, namun anak keduanya itu belum memakai jas yang sama dengan milik Acher.
" Kau kenapa belum siap?"
" Kenapa aku harus siap sementara kau sendiri tidak?" Acher tidak lagi bertanya pada Rigel karena dia tau bahwa saat ini saudaranya tengah kesal dengannya. Itu terbukti dari apa yang di lihatnya saat ini.
" Apa yang harus ku katakan padamu dan bagaimana cara aku menjelaskannya pada mu bahwa aku sudah bahagia? Apa aku harus tertawa dan bersorak gembira agar kau yakin jika aku bahagia?"
" I know, jadi apalagi yang di tunggunya? apa kau ingin aku yang menggantikan mu di altar nanti? Aku rasa itu tidak masalah bagiku, secara jas yang kita kenakan juga sama." Acher langsung bereaksi saat mendengar kata-kata yang keluar dari bibir saudara kembarnya itu.
Mana dia mau melepaskan Aurin untuk menikah dengan Rigel, tapi dia juga tidak semudah itu melangsungkan pernikahannya bersama Aurin jika Rigel tidak bahagia"
" Saat ini pikirkan saja kebahagiaan mu sendiri. Jangan terus memikirkan kebahagiaan ku. Kau tau bukan, jika aku paling benci dengan orang seperti mu ini?" Wajah Rigel sudah terlihat sangat datar dan tidak sedap untuk di pandang mata.
__ADS_1
Walau pesonanya juga tidak di pungkiri lagi, tapi dia tetaplah keturunan klan Alexander yang saat ini di takuti karena darah Alexander mengalir deras di dalam dirinya.
" Jadi tunggu apa lagi? Ayo cepat bersiap dan kita akan menuju altar segera. Kau ini sudah terlihat seperti gadis peraw*an saja yang malu-malu. Padahal kau juga sudah mencuri start untuk hal itu." Acher pun dalam mode pasrah karena dia membiarkan saja apa yang di lakukan Rigel saat ini yang membenarkan pakaiannya.
Dia juga yang memakaikan jas putih di tubuhnya. Melihat interaksi di antara keduanya membuat Sky merasa bangga dengan anak-anaknya yang bisa akur dan saling mengasihi seperti ini.
Sungguh luar biasa sekali memang cinta kasih mereka berdua.
Sadar akan di tatap seperti itu oleh Daddy-nya membuat Rigel berdecak merasakan hal itu. " Apa Daddy tidak pernah melakukan hal seperti yang kami lakukan saat ini dengan saudara Daddy? bukankah kalian juga memiliki 6 bersaudara?"
" Bukan urusan mu jika iya atau tidak. Sekarang jalankan saja tugas mu dengan baik untuk mengantarkan putra tampak ku itu."
" Ace memang tampan, tapi pesona ku tidak terbantahkan!"
...💙💙💙...
__ADS_1