
Belle benar-benar bekerja keras untuk menyelesaikan studinya agar dia bisa hidup dengan tenang bersama suaminya.
Rigel memang tidak pernah menuntut apapun darinya selain untuk belajar-belajar dan belajar, dan dia juga tidak mungkin membiarkan dan mengabaikan kewajiban yang begitu saja.
" Oh God, aku harus melakukan apa saat ini? apa yang harus aku kerjakan sekarang karena aku sama sekali tidak memiliki materi dan media apapun untuk membuat sebuah karya." Ucap Belle yang mulai frustasi dengan keadaan yang saat ini.
Sebenarnya dia bisa saja mengatakan hal ini pada suaminya dan maka dengan cepat pria itu akan menyelesaikan semua pekerjaan yang tanpa banyak bicara.
Bukan Belle tidak mau melakukan hal itu tapi dia juga masih memikirkan suaminya dan dia harus benar-benar berjuang untuk dirinya dan kelulusannya sendiri.
" Apa ini Tuhan?" Tanya Belle lagi yang merasa sangat frustasi sekali dengan keadaannya saat ini.
Sadar akan istrinya yang terlihat terminal seperti itu membuat seorang pria yang berusaha status sebagai suami dari Beauty Daserina Anthony Gilbert itu langsung menghampirinya.
" Apa lagi yang sulit? coba katakan padaku mana yang menurutmu sulit yang tidak bisa kau lakukan." Dengan cepat Belle menunjukkan mana yang membuatnya pusing karena dia tidak tahu harus melakukan apa saat ini.
__ADS_1
Di saat-saat dia telah memikirkan apa yang akan terjadi nantinya suaminya itu langsung mengambil alih kertas-kertas kosong miliknya dan menuliskan metode yang akan dikerjakan istrinya nanti.
" Ini,ini dan ini."
" Oh astaga... sebenarnya apa yang yang telah darah terdahulu ku lakukan untuk bisa memiliki keturunan sepintar aku? dia bisa melakukan hal apapun dan mengerjakan segalanya untukku. Bukankah itu sangat hebat?" Bukan hanya Belle saja yang tertawa tapi banyak orang yang tertawa untuk menertawakan keadaan mereka saat ini jika mereka berada di tempat umum.
" Jika bukan keluarga ku berasal dari habib salah satu keturunan nabi malah aku dengan mudah akan menghancurkan. Aku bisa datang kapan saja untuk melenyapkan kalian semua?" Belle menganggukkan kepalanya dengan mantap.
Dia Mama mengakui tentang kehebatan dan kepercayaan diri orang-orang di sekitarnya dengan pasangan mereka.
Memiliki Rigel memang adalah pria yang tepat dalam hidupnya. Bahkan dia sudah memikirkan bagaimana jika mereka memiliki anak nanti dia meminta bahwa kepintarannya akan mengirim suaminya.
Bukan dia tidak pintar, tapi Belle merasa bahwa suaminya itu jauh lebih pintar dari dirinya.
" Sudah, ini sudah selesai." Ucap Rizal setelah menyelesaikan pekerjaan istrinya itu.
__ADS_1
Dia baru saja pulang ke rumahnya namun, sudah diberikan sambutan tugas dari istrinya seperti ini.
" Ahhh...biar aku yang mengatakannya dengan sekuat hati dan tenaga aku untuk mengatakan padamu bahwa aku mencintai kamu. Aku benar-benar sangat mencintai suamiku ini dan aku juga sangat beruntung bisa mendapatkannya sebagai seorang suami." Sambutan macam apa ini?
Dia seperti merasakan ada hal yang akan memajukan kontroversi nantinya.
" Lalu ayamnya gimana?" Sebelah alis Rigel menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakannya itu.
" Hey! ayam apa yang kau maksud? Jangan membuat ku semakin kesal saja." Belle langsung memberikan juara 3 tapi tetap tim dia juga yang menang nantinya.
" Hehehehe...maaf Bee, tadi memang ada ayam lewat di lukisan kamu."
" Halah, kau pun sama kan dengan mereka. Akan beralih jika sudah terdesak."
...💙💙💙...
__ADS_1