Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Ulang Tahun


__ADS_3

" Ada apa?" Tanya Rigel saat Acher menghubunginya pagi ini.


Dia baru saja sampai di ruangan kerjanya, tapi sudah di sambut oleh panggilan telepon dari Acher dan itu artinya ada hal penting disini.


" Besok adalah hari ulang tahun ku."


" Lalu?" Jawab Rigel yang terkesan sangat dingin.


Dia tidak ingin menanggapi lebih dengan apa yang Acher katakan padanya.


" Jika aku berulang tahun itu artinya kau juga sama. Apa kau lupa jika kita itu kembar?" Rigel memutar bola matanya malas saat mendengar Acher yang semakin hari semakin cerewet dan menyebalkan.


" Istri mu yang mengandung, tapi kenapa kau yang semakin cerewet? Aku menjadi kaget dengan banyak perubahan dari mu. " Kedua saudara itu terlihat sedang beradu mulut hingga membuat Felix yang melihatnya menatap heran.


Bagaimana bisa kedua pewaris itu terlihat cekcok seperti ini, dan menurut Felix itu sangat aneh.


" Aku akan membunuh mi Felix."


" Hey! Apa maksud mu mengatakan hal seperti itu?" Tanya Acher yang merasa heran karena Rigel ingin membunuh Felix tanpa sebab.


" Bukan urusan mu!" Rigel pun mematikan sambungan teleponnya karena sudah terlalu kesal dengan saudaranya.


Tatapan matanya kini beralih pada Felix yang berdiri ketakutan di depannya. " Jika berita yang kau bawa tidak sesuai dengan yang ku inginkan, maka aku benar-benar akan membunuh mu."

__ADS_1


Glug!


Felix menelan ludahnya secara kasat ketika mendengar ucapan dari bosnya saat ini. Dia tidak mengerti apakah ini berita buruk atau tidak bagi Rigel.


Tapi, yang pasti dia takut saat ini.


" Hari ini kita ada meeting dengan pihak kontraktor, dan yang memenangkan tender itu adalah Ars Company tuan, milik tuan---"


Brak!


Rigel menggebrak meja kerjanya ketika apa yang Felix katakan.


Kenapa harus Ars Company yang memenangkan itu semua? Rigel tidak suka jika berinteraksi lagi dengan pria sombong itu yang membuatnya kesal.


Deg!


Jantungnya seperti berhenti berdetak saat sadar bahwa dia kembali teringat dengan gadis aneh itu.


Kenapa dia selalu teringat dengan wajah menyebalkan Belle?


" Beauty Daserina Antony Gilbert, Gadis menyebalkan itu ck." Rigel mentertawakan dirinya sendiri yang terus memikirkan tentang Belle.


Entah mengapa akhir-akhir ini dia terus memikirkan Belle yang sudah lama tidak di lihatnya lagi.

__ADS_1


Bukankah seharusnya dia merasa senang karena tidak lagi bertemu dengan gadis itu? Tapi kenapa rasanya dia merindukan gadis menyebalkan itu?


" Aku pasti sudah gila! Ya, aku sudah gila." Ucapnya lagi.


Felix sendiri tidak mengerti dengan tingkah laku Rigel yang semakin hari semakin aneh menurutnya.


Seperti kemarin, Rigel sampai mengikuti sebuah mobil di jam 9 malam sampai ke sebuah apartemen dan baru kembali ke rumahnya setelah melihat mobil yang mereka lewati itu sampai di apartemen tersebut.


" Apa anda baik-baik saja tuan?"


" Apa maksud mu bertanya hal seperti itu? Apa kau ingin mengatakan bahwa aku gila?" Felix langsung menggelengkan kepalanya saat Rigel menghardiknya seperti itu.


" A-aku tidak mengatakan hal seperti itu tuan, tapi tuan sendiri yang mengatakan bahwa ada tadi gila. Sumpah, bukan aku "


" Pergi kau! Aku muak melihat wajah mu!" Felix langsung melarikan diri dari hadapan Rigel karena tidak ingin menjadi santapan empuk salah satu keturunan orang paling di takuti di daratan Eropa ini.


Setelah kepergian Felix, Rigel menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran miliknya.


" Aahhkkk...Pergi dari dalam pikiran ku Belle! Pergi kau dari pikiran ku!" Umpat Rigel lagi.


Dia bahkan sampai menjambak rambutnya sendiri saat bayangan wanita itu terus saja terlintas di pikirannya dan menghantuinya setiap saat.


...🤍🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2