
Beberapa hari ini, Rigel dan Belle semakin dekat karena memang pekerjaan yang memang mengharuskan mereka untuk sering berinteraksi.
Tepat saat Belle hendak menjadi modelnya dan melakukan pemotretan, terjadi masalah yang membuat Rigel tidak habis pikir dengan semua itu.
" Bagaimana bisa model yang sudah kita tentukan membatalkan kontrak yang begitu saja. apa dia tidak tahu dia telah berurusan dengan siapa saat ini?" Rigel mulai tersulut emosi dengan berita yang didapatnya.
Di saat hari h pemotretan seperti ini tiba-tiba saja model tersebut membatalkan kontrak kerjasama mereka.
" Modelnya bukan membatalkan kontrak kerjasamanya Tuan, tapi beliau mengalami kecelakaan hingga tidak bisa melakukan pemotretan hari ini." Jawab Felix semoga Rigel menerima apa yang terjadi sebenarnya.
Mendapati kabar bahwa modelnya kecelakaan dan tidak bisa hadir untuk melakukan pemotretan hari ini membuat kepala Rigel berdenyut ingin pecah rasanya.
Namun, disaat seperti itu mereka mendapatkan angin segar ketika Belle mengatakan bahwa dia sudah mempunyai kandidat model untuk menggantikan pria yang tidak bisa datang itu.
"Jangan terlalu mengada-ngada. Aku tidak yakin dengan modal pilihanmu." Rigel tidak ingin terlibat apapun lagi dengan Belle karena menurutnya saat ini saja sudah begitu ribet.
" Anda terlalu meremehkan saya tuan. Lagi pula model yang akan bekerja sama denganku ini adalah pria yang cukup tampan. Tidak dipungkiri lagi bawa ke sananya bisa menarik banyak orang."
__ADS_1
" Sepertinya kita bisa mempertimbangkan apa yang boleh katakan tuan." Ucap Felix pada Rizal.
Waktu sudah semakin mepet dan peluncuran juga akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Waktu mereka sudah tidak banyak untuk kembali melakukan casting mereka model baru.
" Baiklah katakan siapa model pria itu. Jika sampai kau menipuku aku akan menggali kepalamu tanpa ampun." Bukannya takut Belle malah tersenyum mendengar ancaman dari Rigel.
Tidak ada ditakutkannya di dunia ini selain hanya Tuhan. Karena Mommy-nya mengatakan bahwa mereka hanya perlu takut kepada Tuhan karena Tuhan maha pencipta segalanya.
" Cepat katakan siapa model itu!"
" Anda!"
Meledak isi kepala Rigel saat mendengar Belle mengatakan bahwa model yang akan melakukan pemotretan itu adalah Rigel sendiri.
" What the fvck? Apa yang kau katakan hah?"
" Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosanya. Dia hanya kaget saja, jadinya memang seperti itu. " Kedua tangan Rigel terkepal erat ketika Belle mengatakan hal seperti itu.
__ADS_1
Belum hilang kekesalan hatinya, Belle sudah kembali menambahkannya.
" Apa maksud mu mengatakan bahwa aku modelnya hah?" Belle menutup kedua telinga mendengar suara Rigel yang menggelegar seperti itu.
Dia bahkan sampai memundurkan langkahnya.
" Aku hanya memberi saran saja, lalu dimana masalahnya? jika tidak setuju ya sudah. Tidak perlu berteriak seperti itu. Beruntung tenggorokan Anda buatan tuhan, jika buatan Mommy ku hasil operasi, maka aku akan memastikannya akan lepas lagi dan tuan harus kembali lagi pada mommy ku untuk melakukan operasi ulang."
" Kau--" Rigel yang sudah tidak sabar menghadapi Belle pun menghampirinya.
Namun tubuhnya di tahan oleh Felix. Maka jadilah Rigel yang meremas kedua tangannya tepat di hadapan wajah Belle.
" Jadi atau tidak ini? Biar aku menunggunya."
" Tidak! Kau saja yang pemotretan sendiri! Aku tidak akan mau ikut denganmu." Rigel pun memilih pergi meninggalkan Belle begitu sama karena sudah terlalu kesal dengan wanita itu.
Entah terbuat dari mana makhluk berambut pirang itu. Jika dia laki-laki, sudah habis di tangan Rigel. Sayangnya dia itu perempuan, jadi Rigel masih memiliki belas kasih padanya.
__ADS_1
Cieee...Rigel, belas kasih apa kasih sayang๐ฅฑ๐ฅฑ
...๐๐๐...