Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Penasaran


__ADS_3

" Bee, ayo katakan pada ku siapa yang membuat janji dengan kamu tadi? kenapa membatalkan makan siang kita begitu saja?" Rengek Belle pada kekasihnya.


Rigel sendiri hanya bisa menghela nafasnya frustasi menghadapi gadis menyebalkan ini.


" Tidak diam dan membiarkanku melihat ponsel sebentar? aku harus membaca pesan yang baru saja masuk dan itu pesan penting." Melihat reaksi Rigel yang seperti itu membuat Belle langsung duduk diam.


Dia tidak ingin mengetahui sama sekali apa yang dilakukan kekasihnya itu pada ponselnya dan dia tidak pernah bersatu tidak sedikitpun terhadap pria itu. Belle yakin, bahwa Rigel tidak akan pernah mengkhianatinya.


" Sudah?" Tanya Belle lagi saat melihat bahwa kekasihnya sudah selesai dengan ponselnya.


" Bee, ayo katakan siapa yang kamu temui tadi. Aku mengetahui kamu pergi ke mana." Rigel kembali menghembuskan nafasnya dengan kesal.


Rasanya dia ingin sekali menggigit pipi Belle yang semakin hari semakin cubby itu.


" Aku pergi bersama Daddy mu. Aku sudah ingin memasuki mobil tadinya untuk pergi bersama namun namun dia menghalanginya. Daddy kamu bilang bahwa dia ingin bicara padaku empat mata."


" Lalu apa yang kalian bicarakan? pasti kalian membicarakan ku bukan?"

__ADS_1


Tuk...


" Auuhh...Bee...kamu kenapa memukul ku?"


" Gar otak mu itu kembali bekerja dengan baik. Kau ini, hah rasanya ingin sekali aku mencekik leher." Bukannya takut Belle malah semakin mendekatkan dirinya pada Rigel dan memberikan leher yang tepat di depan wajah pria itu.


Melihat bagaimana putih bersihnya leher jenjang itu membuat Rigel langsung panas dingin. Dia laki-laki normal dan dia tidak tahan melihat bagaimana lihat tentang itu seperti menantangnya saat ini.


" Menjauh lah, aku tidak ingin kedua orang tuamu berpikir yang tidak tidak pada kita berdua. Lagi pula, hubungan macam apa ini sepasang kekasih menghabiskan waktu di rumah berdua dan di taman seperti ini. Bahkan aku mengajarimu belajar. Sebenarnya aku ini kekasihmu atau gurumu?" Tanya Rigel dengan kesal karena Belle meminta bantuannya untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


" Kamu kan kekasih ku, jadi harus bisa selalu membantuku dalam keadaan apapun. Bukankah kamu sendiri yang mengatakan hal itu padaku?" Belle sengaja memainkan alasan dengan naik turun untuk membuat Rigel salah tingkah.


Jadi, kenapa dia harus marah saat ini?


" Cih...aku ingin mencabut janji itu."


" No! tidak ada janji yang bisa ditarik lagi karena kamu sudah berjanji padaku. Jadi jangan berpikir bahwa kamu bisa mengingkari janjimu."

__ADS_1


" Kalau begitu cepat selesaikan pekerjaanmu aku sudah lelah. Kau bahkan tidak membuatkan ku minum sejak aku datang kemari tadi. Kekasih macam apa kau ini?"


" Hehehe...maaf Bee, aku lupa." Belle pun langsung berdiri dari tempat duduknya untuk membuatkan minuman untuk kekasihnya.


" Apa aku harus mengatakannya sekarang ya? Elle akan menikah, lalu bagaimana dengan aku?" Ucapnya pada dirinya sendiri.


Belle yang sudah kembali dari dapur pun melihat pada gesture tubuh kekasihnya.


" Bee, kamu kenapa?" Tanya Belle yang langsung memeluk tubuh kekasihnya dari belakang.


Mendapatkan pelukan seperti itu dari Belle membuat Rigel yang tadinya merasa gundah kini merasa jauh lebih tenang.


" Aku baik-baik saja. Apa Mommy dan Daddy belum tidur?" Belle menggelengkan kepalanya karena memang kedua orang tuanya belum tidur.


" Besok pagi aku akan datang lagi. Aku ingin bicara dengan mereka. Sekarang masuk ke dalam karena aku harus pulang. Sampaikan salam ku untuk mereka."


" Tapi minumnya--" Rigel langsung mengambil jus jeruk itu dan menenggaknya hingga habis.

__ADS_1


" Sudah bukan? Sekarang masuklah. Ini sudah malam. Aku juga sudah menyelesaikan tugas mu." Rigel gantian memeluk Belle dan memberikan sebuah kecupan di kening kekasihnya itu sebelum dia pulang ke rumahnya.


...💙💙💙...


__ADS_2