
Belle terus saja diam setelah mereka pulang dari butik tadi. Masih teringat dengan jelas di ingatannya saat Rigel tiba-tiba saja masuk ke ruangan ganti dimana dia berada di dalamnya tadi.
Belle yang tadinya tengah berganti pakaian rambutnya tersangkut di resleting gaun yang akan di kenalannya pas waktu acara nanti.
Rigel terus saja bertanya apakah dia sudah selesai apa belum, Belle tidak menjawabnya hingga Rigel masuk begitu saja.
" Kau masih memikirkan hal di dalam ruang ganti tadi?" Belle menganggukkan kepalanya tanpa berani menatap ke arah Rigel.
Di memilih menatap jalanan yang tengah mereka lewati saat ini. " Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi memang aku hanya ingin menolong mu. Aku tidak melihat apa pun selain--"
" Hentikan itu tuan..." Belle tidak sanggup mendengar apa yang akan Rigel katakan selanjutnya
Dia benar-benar sangat malu sekali. Rigel yang melihat bagian punggungnya yang terekspos sempurna.
" Maaf..." Kembali hening di dalam mobil yang memang di kendarai Rigel sendiri tanpa supir.
Bahkan saat bersama dengan Felix pun dia duduk di kursi penumpang, bukan di kursi belakang layaknya seorang bos.
" Kau ingin kemana lagi setelah ini?" Tanya Rigel.
Belle mengalihkan pandangannya sekilas pada Rigel dan kembali fokus pada jalanan yang akan mereka lewati saat ini.
__ADS_1
" Ingin pergi ke suatu tempat? Sebagai permintaan maaf ku, aku akan menuruti apa pun keinginan mu hari ini."
Cling...
Otak Belle langsung bekerja dengan baik. Ini adalah kesempatan langka baginya.
Melihat Belle yang tersenyum seperti itu membuat Rigel langsung menyesal.
Tadinya dia berpikir untuk meminta maaf pada wanita itu, tapi dia salah. Belle ternyata wanita licik.
" Cih, kau memang wanita licik."
" Terserah! Aku menyesal telah menawari mu dengan kesempatan ini." Belle tersenyum saja.
Setelah dia mengatakan kemana dia ingin pergi, dan Rigel menurutinya dia sangat bahagia.
" Tempat apa ini?" Tanya Rigel ketika melihat tempat yang di inginkan Belle ini tempat yang menurutnya aneh.
" Di dalam sini ada sebuah danau dan tempatnya menenangkan. Aku selalu pergi ke tempat ini untuk menenangkan diri dan menggambar. Jadi jangan mengeluh, bawa saja keranjang itu." Mau tidak mau Rigel mengikuti Belle dan ternyata memang benar bahwa di tempat ini ada danaunya.
Dia melihat Belle yang menyiapkan semuanya hingga dia duduk di atas kain yang sudah di gelar wanita itu.
__ADS_1
" Ayo sini, kita akan makan siang di sini saja. Sekalian aku ingin menggambar untuk desain gaun pernikahan kakaknya. Aku ingin membuka butik, tapi aku takut." Belle kembali menundukkan kepalanya setelah dia mengatakan hal itu. Seolah ada beban berat yang tengah ditanggungnya saat ini.
Crekek..
" Ahhh...Kamu mengambil foto ku kan?" Tanya Belle yang melihat Rigel memegang ponselnya.
" Sial! Kenapa aku mengambil fotonya?" Umpat Rigel dalam hati ketika dia mengambil gambar Belle dari belakang seperti itu dan terlihat sangat cantik menurutnya.
" Kau terlalu percaya diri sekali. Aku mengambil foto tempat ini karena menurut ku tempat ini masih Asri dan jauh dari jamahan orang banyak."
" Memang, ini adalah taman pribadi hadiah ulang tahun ku dari Daddy yang ke 17 tahun kemarin." Rigel tidak terlalu kaget karena menurutnya orang yang hidup dari kalangan seperti mereka tidak heran jika bisa mendapatkan hadiah seperti ini.
" Kau merindukannya?" Tanya Rigel yang ikut bergabung dengan Belle di sana.
Di menatap wajah cantik gadis menyebalkan itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Rindu itu sudah pasti, tapi aku tidak berani mengatakannya."
...💙💙💙...
__ADS_1