Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Kebenaran


__ADS_3

" Kenapa baru sekarang? kenapa di saat perlu baru mencari Aurin?" Sungguh Aurin merasa tidak menyangka jika ayah ya akan datang padanya seperti ini.


Padahal kehidupannya sudah lebih baik di London ini, walau dia harus bekerja sendiri dan menguatkan hatinya untuk tetap bisa bertahan di saat dia menginginkan Acher, tapi dia terlihat lebih baik.


Tapi, kini ayahnya datang seolah ingin bertanggung jawab dan menjadi ayah yang baik untuknya.


" Apa ayah tau, bahwa aku sudah hidup jauh lebih baik di saat aku tidak berada di dekat ayah ataupun ibu? kehidupan ku jauh lebih baik saat ini dari pada dulu saat aku berjuang di Amerika untuk masa depan ku. " Ayah Aurin hanya bisa terdiam saja saat mendengar apa yang keluar dari bibir putrinya.


Dia baru menyadarinya bahwa selama ini dia dan ibu Aurin telah begitu banyak meninggalkan luka di hati Aurin.


Apalagi mereka semakin sibuk dengan keluarga barunya, hingga melupakan tugas dan kewajiban mereka terhadap Aurin.


" Tolong sayang, sekali ini saja tolong bantu ayah. Ikutlah dengan ayah. " Melihat ayahnya yang terus saja memohon seperti itu membuat Aurin tidak tega melihatnya.


Seberapa banyak pun luka yang di tinggalkan keluarganya, Aurin tidak setega itu pada mereka.


" Baiklah, Aurin akan menurut. " Akhirnya pembicaraan mereka selesai sampai di sana.


Malam harinya, Aurin sudah berada di dalam mobil bersama ayahnya dan juga ibu tiri ikut dalam perjalanan makan malam mereka.


" Ibu kamu juga ikut. "


" Terserah. " Ini yang membuat Aurin kesal.


Dia tidak menyangka jika mereka benar-benar datang seolah mereka adalah keluarga yang harmonis walau keduanya sudah memiliki kehidupan baru lagi.


Entahlah, mereka semua memang sangat pandai dalam berakting. Apalagi saudara tirinya, pria itu sungguh sangat menyebalkan walau masih SMA, benar-benar menyebalkan bagi Aurin.


" Ayah tidak salah kita di undang ke sini?" Tanya Aurin saat melihat bangunan yang sangat mewah di depannya.


Sungguh, Aurin memang orang yang terlahir sebagai orang kaya, tapi rumah mereka saja tidak semegah ini.


Ini benar-benar sangat luar biasa sekali. Ini sangat indah dan sangat luar biasa menurutnya.



" Ayah yakin ini tempatnya?" Tanya Aurin yang terus saja memandang tempat ini.


Entah mengapa rasanya jantung serta hatinya berdetak tak karuan. Dia merasa seperti akan ada yang terjadi padanya.


Tapi apa? apa yang membuatnya gelisah sejak tadi?


" Ayah rasa ayah tidak salah sayang. Jika kita salah, tidak mungkin kita bisa sampai di sini. Bukan sembarang orang yang bisa masuk kesini, bahkan gerbang di bawah yang pertama kali kita masuki tadi saja sudah di jaga dengan begitu ketat. Jadi kita tidak salah. " Ayah Aurin berusaha menjelaskan, tapi Aurin sendiri masih fokus pada tempat ini.

__ADS_1


Apalagi saat mereka keluar dari dalam mobil, Aurin seperti melihat siluet seseorang yang di kenalnya.


" Aurin...ayo sayang. "


" Ayah saja lebih dulu. Nanti aurin menyusul


"


" Tapi sayang---"


" Ayah, Austin mohon. Biarkan Aurin disini sebentar saja. Setidaknya biarkan Aurin menikmati taman yang indah ini. " Mau tidak mau akhirnya ayah Aurin membiarkan putrinya yang mengatakan ingin melihat taman yang indah itu.


Memang benar, bahwa rumah ini sangat indah dan sangat luar biasa memang. Jadi tidak heran jika Aurin sangat menyukai tempat ini.


Mereka sudah masuk ke dalam rumah besar ini dan di sambut dengan cukup hangat. Sungguh, ini sangat luar biasa sekali bisa bertamu ke rumah orang paling terkenal di kota London.


Benar-benar sangat indah dan sangat berkesan sekali bagi mereka bisa di undang secara langsung untuk datang ke tempat ini.


" Panggil kakak kamu Nak, tamu kita sudah datang. "


" Biarkan mereka yang memanggilnya..." Dia tidak ingin memanggil kakaknya karena memang dia malas sekali berinteraksi dengan pria dingin itu.


" Giel..."


" Oke! Rigel akan pergi menjemputnya. Lagi pula bisa-bisanya dia pergi di saat tamu sudah datang. " Walau menggerutu Rigel tetap menurut dengan apa yang di perintahkan Mommy-nya.


" Akhirnya kita bisa memiliki waktu bersama. " Mendengar suara seorang wanita yang sangat di kenalnya membuat Acher langsung membalikan tubuhnya dan ternyata memang benar bahwa itu adalah Aurin Ananta.


" An, bagaimana bis aku berada di sini?" Acher sudah ketakutan saat melihat sosok Aurin disini.


Jangan katakan bahwa Aurin lah yang akan menjadi tunangannya malam ini.


" Kenapa kaget?" Tanya Aurin saat melihat Acher yang terlihat kaget akan kehadirannya disini.


" An, apa yang kau lakukan disini?"


" Aku?" Tunjuknya pada dirinya sendiri. Dia seperti semakin di permainkan saat ini.


Acher seperti tidak menginginkan kehadirannya, apakah memang benar bahwa selama ini Acher tidak pernah memiliki perasaan terhadapnya?


Lalai apa gunanya malam itu? apa gunanya kalung dan cincin yang bahkan masih dikenakannya saat ini.


" An, aku serius. Apa yang kau lakukan disini. "

__ADS_1


" Aku ingin mencari tahu dan mendengar secara langsung penjelasan dari pria yang begitu pengecut. " Acer memejamkan matanya.


Dia tidak tau jika apa yang di lakukan ya membuat Aurin terlihat sangat tersakiti seperti ini. Tapi dia melakukan semua ini demi Rigel.


" An, ini bukan saatnya untuk membahas tentang kita. Ini tidak sesederhana yang kamu pikirkan. "


" Jika tidak seperti itu tolong jelaskan padaku kenapa kamu memutuskan hubungan yang bahkan belum kita mulai sama sekali. Kamu membuat melayang dan menjadikan ku ratu di malam itu dengan dinner romantis, tapi setelah itu apa ?" Aurin tertawa dengan miris.


Dia mentertawakan kisah cintanya bersama Acher yang bahkan belum mereka mulai sudah harus kandas begitu saja.


Dan lebih parahnya lagi, Acher meninggalkannya begitu saja tanpa penjelasan apapun.


Acher hanya mengatakan untuk tidak mencarinya lagi saat itu.


" An, aku tidak bisa menjelaskan semuanya padamu saat ini. Aku tidak bisa menjelaskan itu semua karena tidak semudah itu untukku menjelaskannya padamu. " Aurin tertawa miris.


Dia mentertawakan dirinya sendiri yang seperti tengah di permainkan saat ini. Dia tidak menyangka jika Acher memang benar-benar pengecut seperti ini.


" Aku tidak menyangka jika pria yang ku sukai tidak seberani yang aku pikirkan. Kamu adalah laki-laki pengecut dan tidak pantas di sebut laki-laki. "


" An, aku mohon dengarkan aku dulu. "


" Apa yang harus ku dengarkan Acher? Apa?!" Tanya Aurin dengan menjerit.


Air matanya jatuh begitu saja saat apa yang di pertanyakannya terhadap Acher tidak mendapatkan jawaban apapun.


" Kau jahat Ace, kau jahat! Kau bahkan tidak memikirkan perasaan ku saat itu! Kau pengecut!" Aurin berteriak di depan wajah Acher.


Dia meluapkan kekesalan hatinya saat ini. Dia ingin Acher tau bahwa dia begitu sakit dengan apa yang di lakukan Acher padanya.


" Kau datang dan memberi ku sebuah harapan yang aku sendiri bahkan tidak pernah mengharapkannya. Lalu kau membuat ku melambung tinggi dan meninggalkan ku begitu saja. Kau itu laki-laki pengecut Ace! Kau pengecut!"


" Aku melakukan ini demi Rigel! Aku melakukan ini untuk adik ku! Dia menyukai mu Aurin! Dia sangat menyukai mu!"


Deg!


Jantung Airin seperti di hantam batu besar saat mendengarkan penjelasan dari Acher tentang mereka saat ini.


" Tapi kenapa harus aku Ace, kenapa harus seperti ini. " Tangisnya keluar begitu saja.


Dia tidak tau lagi harus seperti apa saat ini. Melihat Aurin yang menangis seperti itu membuat Acher ingin memeluknya.


Namun saat Acher hendak menenangkan Aurin, dia sosok pria yang berada tak jauh dari mereka.

__ADS_1


" Rigel---"


...💙💙💙...


__ADS_2