
Belle sudah sampai di depan rumah yang selama ini di tempat tinggal bersama sang Mommy di kota Paris.
Sebelum masuk ke rumahnya, Belle menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya bahwa dia bisa melewati semua ini.
Belle membuka pintu rumahnya dan mencari keberadaan sang Mommy.
" Mommy, Belle pulang Mom." Ucap Belle saat dia sudah sampai di rumah itu.
Namun, baru saja dia memasuki rumah itu suara pria yang sangat ingin dihindarinya saat ini terdengar sangat menyeramkan.
__ADS_1
" Sudah pulang? apa berlibur dengan keluarga orang lain lebih menyenangkan daripada menemui Daddy mu sendiri?" Belle memejamkan matanya untuk menahan semua perasaan yang berjudul di dalam dadanya saat ini.
Dia berbalik dan memberanikan diri untuk menatap pada pria itu. Pria yang pernah melayangkan sebuah tamparan di wajahnya.
" Sejak kapan Daddy di sini?" Tanya Belle mencoba untuk berbasa-basi dengan Daddy-nya.
Berharap bahwa tidak ada pertengkaran lagi diantara mereka berdua atau pun bersama sang Mommy.
" Berhenti menyalakan mereka Dad, karena mereka sama sekali tidak pernah mengajari Belle untuk bersikap kurang ajar. Sekali pun mereka tidak pernah mengajarkan hal buruk kepada Belle. Lalu kenapa Daddy bisa mengatakan hal seperti itu?" Tanya Belle pada Daddy-nya.
__ADS_1
Entah bagaimana lagi caranya berbicara pada ayahnya itu, dia tidak ingin dicap sebagai anak yang kurang ajar.
" Kenapa kamu selalu membela mereka dari pada Daddy kamu sendiri Belle. Apa yang tidak bisa Daddy lakukan untuk kamu hingga kamu lebih memilih bersama mereka?" Tanya Ars dengan sangat frustasi dengan tingkah laku putrinya saat ini.
" Apa Daddy tau, meja makan mereka bahkan lebih hangat lagi dari mantel musim dingin. Bukan hanya itu saja, keluarga mereka begitu sangat menghargai pasangan yang akan di pilih anak-anak mereka. Apa Daddy ingin tau, bahwa tidak ada satu pun dari keturunan klan Alexander yang menjalani kehidupan dengan paksaan. Mereka di bebaskan untuk memilih jalan hidup mereka sendiri termasuk pasangan. Apa Belle juga harus mengatakan pada Daddy, jika Belle termasuk salah satu pasangan keturunan mereka yang berasal dari keluarga kaya? Apa Daddy ingin tau, bahkan Mom Starla, ibunya Rigel hanya anak seorang manusia biasa yang tidak memiliki harta sama sekali. Bahkan Mom Starla di jual oleh orang tuanya demi uang?" Ars terdiam saat mendengar penjelasan dari putrinya tentang keluarga kekasihnya itu.
" Perlu Daddy ketahui bahwa Rigel rela merendahkan dirinya dan meminta maaf pada Daddy atas kesalahan yang sama sekali tidak pernah diperbuat olehnya. Bukan hanya itu saja Dad, Rigel juga rela berlutut di depan Daddy jika memang Daddy menginginkannya itu semua demi Belle. Lalu, masih pantaskah Daddy melakukan hal ini pada Rigel? pantaskah Daddy mempersulit kehidupan kami?" Air mata Belle sudah tidak bisa di tahannya lagi namun, dengan segera dia mengusapnya bahwa dia kembali mengingat apa yang Rigel katakan padanya bahwa Belle tidak boleh menangis karena Rigel tidak menyukainya.
" Rigel pernah mengatakan pada Belle untuk tidak menangis. Wanita yang tangguh itu adalah wanita yang tidak pernah menangis dengan keadaan. Rigel selalu mengatakan pada Belle untuk menjadi wanita yang bisa menghadapi segala masalah dengan kepala dingin. Keluarga mereka sangat hangat Dad, mereka bisa menerima siapa pun yang di pilih keturunan mereka tanpa membedakannya dan itu sangat mengesankan bagi Belle." Jelasnya panjang lebar menceritakan apa yang dirasakannya selama berlibur bersama mereka di Bali.
__ADS_1
...💙💙💙...