
Rigel tengah menikmati hidupnya di kota mode itu. Dia berjalan di tengah kota menikmati keindahan yang di sajikan oleh kota dengan banyak julukan, salah satunya adalah kota romantis.
Terkadang dia berpikir, bagaimana bisa orang-orang berbondong-bondong datang ke Paris hanya untuk melamar kekasih mereka di tempat ini.
" Ck, mereka itu menyebalkan sekali." Umpat Rigel saat melihat begitu banyak pasangan kekasih yang mengabadikan momen mereka bersama sang kekasih di dekat menara Eiffel.
Saat Rigel tengah menikmati liburannya dia seperti melihat seseorang yang sangat di kenalinya.
Entah mengapa dia bisa bertemu gadis aneh itu di sini, dari segitu banyaknya tempat di kota Paris ini yang bisa di kunjunginya.
Melihat wanita itu yang juga melihat ke arah ya membuat Rigel langsung berusaha untuk menghindar.
__ADS_1
Begitu juga dengan Belle, dia yang tidak ingin terus mengejar pria itu karena dia sudah malas. Dia akan membuat pria itu yang mengejarnya nanti.
" Bisa-bisanya aku bertemu dengan wanita menyebalkan itu disini. Tidak bisakah dia pergi meninggalkanku?" kau terlalu percaya diri Rigel.
Bukan Belle yang mengikuti mu, tapi memang kalianlah yang sudah ditakdirkan untuk terus bertemu seperti ini.
Percayalah, sejauh apapun kamu berusaha untuk lari-larinya jika Tuhan telah berkehendak untukmu dan juga Belle, kalian akan tetap bertemu nanti.
Begitu juga dengan Belle saat ini yang tidak ingin berinteraksi lebih lagi bersama Rigel karena dia belum siap untuk sakit hati lagi.
" Kenapa aku harus selalu bertemu denganmu? tidak bisakah pergi ke tempat yang lain di mana aku tidak akan pernah bisa melihatmu?" Belle tidak ingin menanggapi lebih dengan apa yang pria itu katakan kepadanya.
Sebaliknya, dia malah semakin membuat pria itu terlihat kesal. " Anda terlalu percaya diri sekali tuan. Tidakkah anda berpikir bahwa kota besar ini bisa dengan mudah didatangi oleh siapapun? tapi kenapa jika aku yang berada di sekitar sini anda terlihat sangat keberatan?"
__ADS_1
Skak!
Rigel tidak mengerti bagaimana bisa gadis remaja ini bisa menjawab dengan begitu mudahnya.
" Usiamu masih 17 tahun tapi pakaianmu sudah seperti ini. Kau memang jurusan fashion designer, tapi tidak bisakah berpakaian lebih sopan lagi?" Belle hanya tersenyum saja.
" Anda selalu mengatakan bahwa anda tidak menginginkan aku berada di dekat anda, lalu kenapa setiap kali kita bertemu anda selalu mengomentari pakaian yang ku kenakan? apa begitu berkesannya aku pada diri anda hingga di setiap pertemuan kita anda selalu mengkritik seperti ini?"
" Tidak pernah ada pertemuan berkesan di antara kita berdua dan aku akan memastikan itu selamanya. Lagi pula bagaimana bisakah berpikir bahwa pertemuan di antara kita itu berkesan sementara aku sendiri tidak menginginkan pertemuan ini." Jawab Rigel yang menatap datar pada Belle yang berada di hadapannya.
Dia menatap Belle dengan tatapan rendahnya yang membuat wanita itu tersenyum saja.
" Terlepas dari berkesan atau tidaknya pertemuan di antara kita itu bukan urusan anda. kenapa nggak bisa berpikir bahwa pertemuan kita itu berkesan? dan satu hal lagi, aku tidak pernah menginginkan pertemuan di antara kita terus terjadi berulang-ulang kali seperti ini. Jadi jika Anda mengatakan pertemuan kita tidak akan pernah berkesan maka aku akan memastikannya pada ada suatu saat pada anda karena suatu saat nanti anda akan menjilat ludah anda sendiri. Jangan panggil aku Beauty Daserina Anthony Gilbert jika aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan."
__ADS_1
" Maka aku juga akan mengatakan padamu, bahwa aku Axelo Rigel Sky Alexander tidak akan membiarkan keinginan mu tercapai!"
...💙💙💙...