Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Kisah Kita


__ADS_3

Acher dan Aurin tengah berada di ruangan balkon apartemen tempat dimana Aurin tinggal.


Dan di tempat ini, Acher tengah menunggu kekasih hatinya yang masih membuatkan minuman untuknya yang datang tiba-tiba tanpa memberitahunya lebih dulu.


" Maaf membuat kamu menunggu. " Ucap Aurin setelah membawa dua gelas orange jus yang memang baru saja di perasnya tadi dan beruntung di kulkasnya bahan makanan masih lengkap hingga membuatnya bisa menjamu Acher dengan baik walau hanya segelas orange jus buatannya.


" It's oke, aku baik-baik saja. " Jawab Acher setelah melihat Aurin yang datang membawa nampan yang berisikan minuman segar.


" Apa itu untuk ku?" Airin langsung menganggukkan kepalanya dan memberikan gelas berikan jus yang di buatnya untuk Acher tadi.


Melihat Acher yang meminum jus buatannya membuat Aurin merasa panas dingin sendiri saat melihat jakun Acher yang naik turun seiring dengan tegukan jus yang di minumnya saat ini.


" Jangan melihat ku seperti itu jika tidak ingin aku berbuat mesum terhadap mu. "


Glug!


Aurin menelan ludahnya secara kasat saat mendengar apa yang di katakan Acher padanya.


Dia tidak menyangka jika Acher bisa mengatakan hal seperti itu padanya


Saat Aurin duduk menjauhinya, Acher langsung cepat tanggap dan menarik tubuh wanita itu hingga merapat padanya.


" Ace..." Aurin kaget saat Acher membawanya ke dalam pelukan yang baru kali ini di rasakan Aurin dan rasanya sangat nyaman sekali.


" Ini lebih baik. " Acher memeluk tubuh Aurin dan menumpukan dagunya di puncak kepala sang kekasih hati.


Bahkan Acher juga memberikan kecupan di kening calon istrinya itu.


" Ace..."


" Hem..." Jawab Acher yang tengah menikmati aroma rambut Aurin yang seperti aroma lemon ada juga orange dan itu sangat menyegarkan baginya.


Dia saat banyak wanita yang memakai aroma flower, calon istrinya itu malah memilih aroma Fruity seperti ini.


" Apakah nanti jika kita punya anak kamu akan tetap mencintai ku? Apa kamu memang mencintai ku atau hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi pada kita malam itu?" Acher tau, cepat atau lambat Aurin akan mempertanyakan hal ini adanya dan untuk itu Acher harus memberikan jawaban yang tepat untuk Aurin agar kekasihnya ini tidak meragukan perasaanya.


" Aku memang tidak tahu cara bagaimana mengungkapkan perasaan terhadap seorang wanita. Dan aku benar-benar merasa miris dengan keadaanku sendiri. Tapi aku ingin meyakinkan padamu bahwa aku benar-benar mencintaimu dan aku tidak akan pernah melakukan kesalahan dalam mencintaimu. Terlepas kamu mengandung atau tidaknya nanti aku tidak peduli dengan semua itu karena aku akan tetap menikahi mu dan aku akan tetap mencintaimu. " Aurin menatap wajah Acher dari bawah dan dia hanya bisa melihat dagu pria itu saja.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan Acher benar-benar membuat hati Aurin merasa tenang. Setidaknya dia bisa bernafas lega mendengar jawaban dari pria itu, karena memang jawaban itulah yang diinginkannya.


Dia menginginkan kepastian dari hubungan yang akan mereka jalani nantinya.


" Apa kamu meragukan perasaanku terhadapmu?" Tanya Acher pada Aurin.


Aurin langsung menggelengkan kepalanya karena dia bukan meragukan Acher, dia hanya meragukan dirinya sendiri yang merasa tidak percaya dengan pria itu.


" Aku tidak meragukan mu hanya saja memang aku meragukan itu sendiri. Aku takut jika aku tidak bisa menjadi wanita yang kamu inginkan. "


" Memangnya wanita seperti apa yang aku inginkan?" Aurin tidak mengerti wanita seperti apa yang diinginkan Acher, karena memang dia tidak tahu tipe wanita yang diinginkan pria itu bagaimana.


" Di mana ponsel kamu?" Tanya Acher pada Aurin.


Mendapat pertanyaan seperti itu dari Acher membuat Aurin langsung mencari ponselnya dan memberikannya pada pria itu.


Dia langsung memberikan ponselnya pada Acher namun pria mengatakan padanya untuk membuka ponselnya.


" Buka ponselmu dan lihat kameranya. "


" Sudah sini. " Acher mengambil ponsel Aurin dan membuka kameranya.


Dia membuka kamera Aurin dan memperlihatkan wajah kekasihnya itu di dalam ponselnya.


" Sudah melihat siapa yang ada di dalam ponsel itu?" Aurin mengganggukan kepalanya karena dia melihat siapa yang ada di dalam ponselnya.


" Ini aku."


" Ya, dan itulah wanita yang aku inginkan."


Deg!


Jantung Aurin berdetak lebih kencang saat mendengar jawaban dari Acher.


Bukan jawaban yang luar biasa diberikan Acher pada Aurin, tapi hanya jawaban sederhana saja mampu membuatnya merasa kan debaran yang begitu besar.


Entah dirinya yang terlalu murahan atau Acher yang begitu luar biasa. Yang pasti Aurin merasakan cinta Acher yang begitu luar biasa untuknya dan dia harap hanya Dia sajalah satu-satunya wanita yang akan memiliki pria itu.

__ADS_1


" Berikan aku bukti dengan semua yang kamu katakan. " Tanpa menunggu waktu lama lagi Acher memberikan bukti pada Aurin bahwa dia memang benar-benar mencintai wanita itu.


Acher langsung mencium bibir Aurin dan memberikannya ciuman yang indah, ciuman yang mereka lakukan secara sadar. Karena mungkin saja kemarin mereka melakukan ciuman tanpa mereka sadari saat mereka.


Dan ciuman ini benar-benar membuat Aurin merasa terlena dengan apa yang di lakukan Acher, karena ciuman ini sangat lembut dan penuh dengan kasih sayang.


Tanpa mereka sadari bahwa saat ini ada beberapa orang yang tengah memantau mereka dari balkon kamar lainnya lagi.


" Pa, Sudahi semua ini. jangan terus memantau Acher seperti itu. " Jupiter merasa bodoh saat menemani Papa-nya yang terus-terusan menjadi mata-mata untuk menguntit Acher.


" Diam kau! Aku tidak ingin cucu-cucuku dan keturunanku yang lainnya mencuri start lebih dulu seperti ini. Wajahmu lugu tapi burungmu itu tidak lugu sama sekali. Bisa-bisanya kau memiliki anak diluar nikah walau itu tetap cucuku setidaknya aku kasihan pada cucuku itu karena dia tercipta oleh kesalahan kedua orang tuanya." Jika sudah begini Jupiter bisa apa.


Dia memang bersalah karena telah melakukan kesalahan itu bersama Elea.


Tapi kan dia bertanggung jawab pada Elea dan mencintai wanita itu dengan sepenuh hati.


Bahkan Elea juga yang membuatnya bisa melupakan Starla, kakak iparnya itu.


" Tapi kan Pa--"


" Aku ini katakan bajing*an oleh banyak orang saja tidak berani menyentuh mama mu lebih dari itu. Aku memang tidur satu ranjang bersamanya Dan dia juga sering membantuku dalam bersiap tapi aku tidak pernah melakukan hal yang lebih dari itu termasuk berhubungan badan. Dan bagaimana bisa putra yang mewarisi gen ku satu-satunya bisa mengecewakanku seperti itu. Jika bukan anakku sudah ku tenggelamkan kau di sungai Amazon saat itu juga." Jupiter langsung menciut saat mendengar apa yang dikatakan papa-nya.


Jika sudah begini dia hanya bisa pasrah saja karena melawan pun percuma. satu-satunya orang yang berani melawan papanya dan kuat menghadapi mulut pedasnya adalah seorang Galaxy Sky Alexander.


Ada satu lagi yang berani melawan pria itu, satu-satunya saudari mereka, siapa lagi jika bukan wanita berambut putih itu.


Raina Queen Alexander.


" Maaf Pa..."


" Sudahlah, jangan menggangguku karena aku masih memantau mereka. Jika sampai mereka melakukan lebih dari ini kau harus langsung mencegahnya dan mematikan sistem keamanan agar mereka menyudahi apa yang akan mereka lakukan. "


" Maksudnya bagaimana Pa?" Tanya Jupiter yang tidak mengerti dengan apa yang di maksud Papa-nya.


" Diam dan jangan banyak bicara!" Akhirnya Jupiter tidak lagi berani berbicara karena dia sudah di paksa diam oleh Papa-nya.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2