
Setelah beberapa hari di Turki, kini mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Austria menuju kota Wina karena memang Belle menginginkan tempat itu yang menjadi salah satu kota impiannya dan Rigel mewujudkan itu semua.
Seperti saat ini, Rigel menyeret koper milik mereka karena Belle baru saja keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu maka dia tidak akan membiarkan Belle kelelahan.
Jika biasanya Rigel akan membiarkan Belle melakukan itu sendiri, maka kini tidak lagi.
Dia yang akan membawa itu semua dan tidak akan membiarkan calon istrinya membawa barang-barang itu.
" Bee, aku mau ke toilet sebentar." Pinta Belle pada Rigel.
Sungguh, dia sudah menahannya sejak tadi. Dia sudah cukup menahan semua itu dan kini dia tidak bisa menahannya lagi.
Tanpa berpikir panjang lagi, Rigel langsung membawa Belle ke toilet dan menunggu gadis itu di depan pintu toilet wanita.
Dia tidak memperdulikan lagi banyaknya oang yang melihat ke arahnya, karena yang terpenting baginya saat ini adalah Belle yang berada di dalam.
Lihat, bagaimana orang-orang melihat ke arahnya dan Rigel hanya membalas tatapan mereka dengan tatapan tajam.
" Berhenti melihatku seperti itu jika tidak ingin aku mengeluarkan kedua bola matamu." Ucap Rigel dengan datar saat ada seorang wanita yang terus saja menatap padanya.
Wanita tersebut langsung pergi meninggalkan Rigel setelah mendapatkan kata-kata kasar dari pria itu.
Tak lama Belle keluar dari kamar mandi dan dia kembali melihat wajah kesal dari calon suaminya.
" Maaf lama Bee."
__ADS_1
" Kau sedang apa di dalam sana? kau mengeluarkan batu kerikil atau lahar panas?" Sebelah alis Belle terangkat saat mendengar jawaban dari Rigel seperti itu.
" Kan aku sudah meminta maaf Bee, lalu kenapa masih marah?" Tanya Belle lagi.
Dia tau bahwa saat ini calon suaminya itu tengah marah padanya. Sementara Rigel sendiri, dia hanya menatap datar saja pada calon istrinya tersebut karena dia tidak ingin memperpanjang lagi masalah ini apalagi mereka masih berada di depan toilet.
" Sudah ayo pergi. Lama-lama kau ini menyebalkan." Ucap Rigel lagi.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju penginapan, tempat dimana mereka akan menginap nantinya.
Saat mereka sampai di penginapan, Belle langsung melihat pemandangan kota Wina ini yang sangat indah sekali.
Kota Wina Austria, adalah salah satu kota romantis yang berada di Eropa Tengah itu.
" Bee, ini sangat indah." Ucap Belle ketika dia melihat pemandangan kota Wina siang ini.
" Kau senang?" Tanya Rigel yang memeluk tubuh Belle dari belakang.
Belle menganggukkan kepalanya dengan begitu bahagia karena memang dia sangat bahagia sekali.
Rigel adalah pria terhebat baginya dan dia tidak salah mengejar pria itu lebih dulu hingga saat ini pria itu juga mencintainya dan bahkan sangat mencintainya.
" Kau harus membayarnya. Aku begitu banyak mengeluarkan uang untuk ini semua. Jika bukan karena aku mencintaimu aku tidak akan mau bersusah payah seperti ini pergi ke sana kemari hanya untuk mengambil sebuah foto. Untuk apa begitu banyak membuang waktu jika bisa berfoto di studio foto dan kau bisa mengganti background yang sesuka hatimu."
" Ihh ..kamu..."
__ADS_1
" Aahhkkk..." Rigel menjerit kesakitan saat tangannya di cubit oleh Belle.
" Rasakan itu." Sungut Belle.
Sementara Rigel hanya menatap datar pada Belle. Cukup lama Rigel menikmati pemandangan wajah Belle hingga dia memulainya lebih dulu.
Dia menarik tubuh Belle unik merapatkan diri padanya dan mengunci tubuhnya dengan kedua lengan kekarnya.
" Kau sudah berani berbuat seperti itu pada ku ya..."
" Kenapa? kenapa aku harus takut jika--hemphh..." Bibir Belle sudah di bungkam lebih dulu oleh Rigel hingga membuat gadis itu hanya bisa diam saja saat bibirnya di ***** oleh Rigel.
Ciuman mereka berdua sangat dalam dan di iringi dengan perasaan cinta.
Tidak ada nafsu di dalamnya karena ciuman merek berdua hanya ciuman kasih sayang untuk mengungkapkan perasaan mereka berdua.
" Aku mencintai mu Belle, aku mencintai gadis menyebalkan yang bisa membuat ku jatuh hati padanya. Aku jatuh cinta pada gadis luar biasa yang berani mengatakan pada ku dengan suara lantangnya bahwa aku adalah calon jodohnya dan ternyata Tuhan mengabulkan doa gadis menyebalkan itu. Tuhan tau mana gadis yang baik hingga dia mewujudkan impian dan doanya." Belle tersenyum.
Dia memegang kedua sisi wajah Rigel dan memberi kecupan di bibir pria itu.
Cup...
" Sekarang gadis menyebalkan itu telah menjadi calon istri mu dan doanya telah di kabulkan oleh Tuhan. Bukan kah aku pernah mengatakannya pada mu bahwa aku adalah anak baik. Aku selalu berdoa dan rajin bersedekah maka Tuhan sangat menyayangi ku dan doa ku akan di kabulkan oleh Tuhan. Lihat, lihat sekarang ini karena memang doa ku telah terkabul karena aku adalah anak yang berbakti jadi kamu tidak salah memilih bahwa aku memang calon jodoh mu." Ucapnya dengan bangga.
Dia menyombongkan dirinya sendiri di depan calon suaminya itu dan Rigel hanya tersenyum saja untuk itu.
" Hiduplah dengan bahagia dan teruslah tersenyum agar aku bisa melihat keindahan dunia di wajah mu."
__ADS_1
" Asal bersama mu, aku akan selalu bahagia Bee."
...💙💙💙...