Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Memulai


__ADS_3

" Aurin..." Rigel memanggil gadis yang tengah berjalan sendirian di pusat perbelanjaan milik keluarganya itu.


Merasa namanya di panggil membuat Aurin langsung melihat ke arah sumber suara dan ternyata Rigel yang memanggilnya.



" Hay... " Rigel menghampiri Aurin yang terlihat berjalan sendirian di mall ini.


" Rigel..."


" Yes it's me..." Jawabnya dengan penuh senyuman.


Aurin pun tersenyum membalas Rigel yang juga tersenyum padanya.


" Sedang apa disini? kenapa sendirian saja?" Tanya Rigel yang terlihat sangat bahagia saat bertemu dengan Aurin.


Sementara Aurin sendiri, dia merasa bahwa pertemuannya dengan Rigel ini tidak baik. Dia dirundung ketakutan saat ini. Bagaimana jika mereka bertemu dengan Acher nantinya?


Apalagi saat ini Rigel tengah memakai setelan jas lengkap, itu artinya dia sedang bekerja. Dan bisa jadi mereka bertemu dengan Acher nantinya.


" Hey, hallo..." Rigel melambaikan tangannya di depan wajah Aurin karena dia terlihat melamun seperti itu.


" Sorry, aku tidak fokus. "


" Ayo makan siang. "


" Eh, Rigel apa maksudnya ini?" Aurin kaget saat tangannya di tarik begitu saja eh Rigel yang entah membawanya kemana.


Tapi yang di dengarnya tadi bahwa Rigel mengajaknya makan siang. Belum sempat dia menolak ajakan Rigel, sosok pria dengan setelan jas berwarna hitam tengah menatap ke arahnya yang tengah di gandeng oleh Rigel.


Saat tatapan mata mereka saling bertemu, Acher langsung memalingkan wajahnya dan kembali melangkah dengan di ikuti beberapa orang di belakangnya.


Melihat reaksi Acher yang terlihat datar, membuat Aurin kembali merasakan perasaan sakit di hatinya.


Apa Acher menganggapnya seperti barang mainan? bisa di mainkannya dan di tinggalkannya begitu saja setelah dia sudah selesai dengan permainannya?


" Rigel, jangan seperti ini. Mereka melihat ke arah kita. " Rigel menghentikan langkahnya lalu menatap ke sekelilingnya dan ternyata memang benar bahwa mereka menatap ke arahnya dan juga Aurin.

__ADS_1


Mendapatkan tatapan tajam dari Rigel, mereka semua langsung mengalihkan pandangan mereka.


" Sudah beres bukan? Ayo. " Dia kembali membawa Aurin memasuki restoran mewah tersebut.


Dan betapa kagumnya Aurin saat melihat bahwa mereka langsung dilayani saat Rigel masuk ke tempat tersebut.


" Ingin makan apa? pilih saja yang kau inginkan. "


" Aku makan ini saja. " Dia menunjuk ke arah sebuah makanan yang khas dengan negara China.


" Kau benar-benar orang China. Pasti Oma ku senang sekali saat bertemu dengan mu. Dia juga orang China yang tinggal di London, aku rasa kalian akan cocok. " Rigel mengutarakan apa yang ada di pikirannya saat ini.


Entah mengapa, saat bersama Aurin dia seperti menjadi pribadi yang lebih lepas lagi. Rasanya dia ingin terlihat berkilau di depan mata urin dengan ketampanan yang di milikinya.


" Tidak perlu sampai sejauh itu, aku bukan siapa-siapa yang ingin kau perkenalkan dengan keluarga besar mu. Aku tidak ingin mereka menganggap lebih atas kedekatan kita sebagai teman saat ini. " Kenapa sakit sekali saat Aurin mengatakan dan menjelaskan soal status hubungan mereka saat ini.


Kalau memang benar apa yang dikatakan gadis itu, bahwa saat ini status mereka hanya seorang teman. Jadi untuk apa sampai memperkenalkannya kepada keluarga besar dan terlebih lagi pada Omanya.


Aurin tidak ingin dia terus-terusan dihantui dengan rasa penasaran kenapa Acher menjauhinya.


" Bukan seperti itu Rigel, aku tidak ingin jika kekasih mu nanti menganggap ku sebagai rusak hubungan di antara kalian berdua. "


" Hahahaha...." Rigel tertawa saat mendengar bahwa Aurin mengatakan soal kekasihnya padanya.


Melihat Rigel yang tertawa seperti itu membuat Aurin merasa heran.


" Kenapa tertawa?" Tanya Aurin karena dia tidak mengerti kenapa Rigel bisa tertawa seperti itu.


" Jelas aku tertawa, aku bingung harus melakukan apa saat ini. Aku harus menangis dan tertawa sekaligus saat kau mengatakan soal kekasihku. Asal kau tahu saja aku tidak pernah memulai kasih. Aku berharap kau membalas perasaan ku, tapi sepertinya aku tidak bisa menggeser posisi pria yang telah bertahta di hatimu saat ini. "


" Rigel...Please, jangan membuat ku canggung dalam posisi kita saat ini. " Aurin benar-benar tidak nyaman saat Rigel seperti ingin mengulik masa lalunya dan mengetahui siapa pria yang ada di dalam hatinya saat ini.


" Aku hanya bertanya saja. Mungkin jika suatu saat aku memiliki kesempatan bertemu dengannya, aku ingin mengatakan selamat padanya bahwa dia telah beruntung memiliki gadis manis seperti mu. " Aurin diam saja.


Dia tidak tau harus menjawab apa untuk Rigel saat ini, karena yang di pikirannya adalah, bagaimana jadinya hubungan antara Acher dan Rigel nantinya jika Rigel mengetahui bahwa laki-laki yang telah berhasil merebut hatinya adalah Acher yang ternyata saudara kembarnya sendiri.


" Aku berharap, jika suatu saat kamu mengetahui bahwa pria itu adalah Acher, tolong jangan pernah membencinya. Tolong jangan membuatnya merasa bersalah dengan semua yang terlah terjadi di antara kita Rigel."

__ADS_1


Aurin hanya bisa mengatakan semua itu di dalam hatinya saja. Dia tidak sanggup jika harus mengatakan hal itu pada Rigel hingga membuat hubungan mereka semakin rumit nantinya.


" Ayo makan dulu. Kau terlalu banyak melamun. " Akhirnya Aurin makan siang bersama Rigel.


Sementara di dalam mobilnya, Acher kembali merasakan kegundahan hatinya saat ini. Dia merasa bahagia saat melihat Aurin yang semakin dekat dengan Rigel.


Tapi dia juga tidak bisa membohongi hatinya, bahwa saat ini dia merasakan rasa perih ketika melihat Rigel yang bisa dengan bebas memegang tangan Aurin.


Sementara dia, bertemu dengannya saja hanya dua kali dan mereka harus mengakhiri semua yang belum mereka mulai sama sekali.


" Terkadang air mata tidak sepenuhnya menjadi pelampiasan rasa sakit mu, tapi diam mu yang akan menjawab semuanya. "


" Maksudnya?" Tanya Acher yang tidak mengerti apa yang di maksud supir sekaligus orang kepercayaan Daddy-nya.


" Apa Tuan pernah tau sebuah pepatah lama, yang mengatakan bahwa air mata memang tidak sederas air hujan, tapi apa yang di akibatkan oleh air mata bahkan bisa lebih menyakitkan dari pada air hujan sendiri. " Acher masih terdiam untuk mencerna semua kata-kata ini.


Dia belum paham dengan semua itu. " Jika hujan anda bisa berlindung di dalam rumah, atau yang paling sederhana anda bisa berlindung di bawah payung. Lalu jika air mata telah jatuh, gimana anda akan berlindung?" Acher terdiam.


Dia mulai mengerti dengan apa yang di maksud supirnya ini.


" Apa yang menurut anda benar, belum tentu benar pula menurut orang lain. Kita tidak bisa memutuskan begitu saja kehendak kita terhadap orang lain karena belum tentu apa yang kita maksud itu bisa di mengerti oleh mereka. " Acher ingat ini, dia ingat betul saat Rigel pernah mengatakan hal seperti ini padanya.


" Tapi aku harap semuanya akan baik-baik saja. Aku melakukan semua ini demi kebahagiaan semua orang. "


" Dan semoga apa yang anda anggap benar juga di anggap benar oleh orang itu. Karena saya percaya, bahwa tuan muda melakukan ini semua dengan pemikiran yang matang. Hadapi setiap masalah dengan kepala dingin. Jangan sesekali membawa amarah di dalam sebuah masalah jika tidak ingin masalah itu akan semakin besar. Berbesar hatilah untuk menerima kenyataan dan berserah pada Tuhan. Yakin pada kuasa Tuhan, bahwa apa yang telah di siapkannya tidak pernah salah. " Acher semakin merenungi semua ini.


Apa harus dia melakukan semua ini? sudah benarkah yang dia korbankan saat ini?


Dia tidak ingin menyakiti hati Rigel, bukan hanya hati Rigel saja, tapi hati semua orang di keluarganya.


Acher rela mengorbankan masa depan yang telah disusunnya dengan baik, berharap apa yang telah di rencanakannya bisa berlabuh pada Aurin karena memang dia merencanakan semua impian indah bersama gadis tersebut.


Namun apa daya, bahwa jalan Tuhan berbeda dengan jalan yang di inginkannya. Dia harus merelakan kebahagiaannya demi melibat senyuman Rigel yang terlihat sangat lepas saat bersama Aurin tadi.


Walau dia merasa bahwa dia juga mengorbankan perasaan Aurin, tapi dia harap apa yang di lakukan ya saat ini menjadi yang terbaik untuk mereka semua.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2