
" Bee..."
" Apalagi Belle? tidak bisakah membiarkan ku hidup dengan tenang?"
" Is, ayo jangan marah dulu. Aku ingin bicara dengan kamu."
" Jika ingin bicara, ya bicara saja! Apa aku harus merobek bibir mu agar kau bisa bicara dengan lancar?" Rigel benar-benar tidak habis pikir dengan kekasihnya ini.
Sudah semalam suntuk dia tidak bisa tidur dengan tenang karena keluarganya yang ada di Paris.
Dia juga kesal karena Aurin yang tidak membiarkannya tidur dengan tenang karena selalu ada saja yang di inginkan wanita itu darinya dan juga dari Acher.
" Ah, kamu selalu saja memarahi ku jika seperti ini. Sudahlah aku mau pulang!" Belle pun merajuk dan ingin pergi meninggalkan Rigel di sana.
Sadar akan dirinya yang keterlaluan membuat Rigel langsung mencegah Belle yang hendak pergi meninggalkannya.
" Maaf, aku terlalu lelah karena Aurin yang terus saja mengidam dan membuat ulah. Karena kesal dengannya aku sampai mengabaikan keinginan mu ChΓ©ri." Jika sudah Rigel seperti ini sudah membuat Belle kembali luluh dan tidak jadi marah dengan pria itu.
__ADS_1
" Memangnya apa yang di lakukan kak Aurin? Kenapa harus kamu yang repot dengan ngidamnya?" Tanya Belle pada kekasihnya itu.
Belle kembali duduk di sofa sementara Rigel tanpa permisi langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuan sang kekasih tercinta.
" Tolong usap kepala sampai aku tidur. Aku sangat lelah dan biarkan aku tidur siang untuk kali ini saja."
" Tapi pekerjaan kamu?" Tanya Belle pada Rigel yang sudah merebahkan kepalanya di pangkuan Belle.
Karena pria itu memintanya akhirnya tangan Belle pun mulai mengusap kepala sang kekasih dengan lembut hingga membuat pria itu langsung tertidur setelah beberapa saat.
" Kamu terlihat sangat lelah sekali, tidur dan istirahatlah aku akan kembali nanti untuk membawakan sesuatu untukmu." Ucap Belle yang meninggalkan Rigel di sana.
Rigel benar-benar tertidur dengan lelap sampai dia lupa entah berapa lama dia sudah tertidur. Saat dia terbangun dari tidurnya ternyata hari sudah sore dan itu menandakan bahwa sudah saatnya bahwa dia untuk pulang.
" Egghhh.... aku tertidur sangat lama hingga melupakan semuanya. Ini semua gara-gara pohon mangga sialan itu. Jika saja mangga itu tidak berbuah aku tidak akan kelelahan seperti ini. Lagi pula, bagaimana bisa tengah malam buta dia menginginkan mangga yang berada di dalam dan sementara dia berada di Paris. Menyebalkan sekali! awas aja nanti jika sampai Belle benar-benar mengandung calon anakku nanti, aku akan pastikan bahwa mereka jauh lebih menderita dari apa yang kurasakan saat ini. Lihat saja nanti!" Belum juga menikah, Rigel sudah merencanakan hal buruk untuk keluarganya.
Dia sudah merencanakan misi balas dendamnya untuk membuat mereka semua merasakan apa yang dirasakannya.
__ADS_1
" Bee, kami sudah bangun?" Terdengar suara yang sangat di kenalnya dan ternyata itu memang kekasihnya.
Melihat Belle yang sudah berganti pakaian seperti itu membuat Rigel langsung kesal.
Bagaimana dia tidak kesal jika melihat kekasihnya sudah mandi dan berpenampilan rapi sementara dia baru bangun tidur.
" Cih, kau itu." Rigel pura-pura kesal dan merajuk karena di tinggalkan Belle.
Namun Belle langsung menghampiri kekasihnya dan mengambil selembar tidur untuk mengusap sudut bibir kekasihnya itu.
" Apa ini?" Tanya Rigel yang semakin kesal saat Belle mengusap ujung bibirnya seperti ini dan itu membuat Rigel sangat malu sekali rasanya.
" Ada sisa--"
" Halah! Kau itu menyebalkan sekali!"
...πππ...
__ADS_1