Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Kurang Ajar


__ADS_3

Belle dan Rigel masih terdiam. Merek berdua tengah berada di taman saat ini. Saat mereka keluar dari rumah tadi, susah tidak ada lagi orang yang berada di rumah mewah itu dan entah kemana perginya pemilik rumah besar ini.


" Rigel... Auh..." Belle mengasuh kesakitan saat keningnya di sentil oleh Rigel.


" Jangan lebay, aku hanya mendorongnya dengan telunjuk bukan menyentilnya."


" Tapi tetap saja sakit. Aku ini kan gadis berhati lembut. Lagi pula kau terlalu dingin." Rigel hanya memutar bola matanya malas mendengar jawaban tidak masuk akal dari Belle.


" Rigel...ahhh...iya...jangan lagi." Belle tidak jadi melanjutkan perkataannya saat Rigel hendak benar-benar menyentil keningnya.


" Kau itu jauh lebih muda dari ku 8 tahun, dan seharusnya kau memanggil ku dengan lebih sopan lagi." Belle terdiam dia tengah memikirkan apa yang harus di gunakannya untuk memanggil Rigel saat ini.


Tapi tunggu dulu, sebenarnya apa status hubungan mereka saat ini?


" Kau dengar tidak apa yang aku katakan atau tidak?"


" Iya aku dengar. Aku sedang memikirkan panggilan apa yang harus aku gunakan untuk kamu. Lagi pula apa status hubungan kita saat ini?" Rigel menatap Belle dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


Dia mengambil kotak perhiasan yang ada di saku jasnya dan memberikan kotak tersebut pada Belle.


" Apa ini?" Tanya Belle yang sebenarnya sudah tau bahwa itu adalah kotak perhiasan.


Tapi untuk apa Rigel memberikan kotak itu padanya?


" Kau tidak bodoh. Jadi buka dan lihat sendiri apa isinya." Belle membuka kotak tersebut dan melihat isinya.



" Apa ini Rigel-- em maksud ku, ahhh...aku tidak tau harus memanggil mu dengan panggilan apa. Jika aku memanggil mu dengan panggilan sangat kamu tidak kan menyukainya." Rigel masih menatap Belle hingga membuat wanita itu semakin salah tingkah dengan tatapan pria itu padanya.


" Bagaimana tidak tau. Ini adalah cincin dan harganya pasti sangat mahal. Lihat saja berliannya ini. Tangan ku bisa pegal jika memakainya." Terdengar Rigel menghela nafasnya frustasi.


Dia tidak mengerti kenapa menghadapi Belle membuatnya pusing.


" Aku memang tidak tau. Jika kau sudah tau itu cincin kenapa bertanya lagi? Itu cincin dari Mommy ku. Istri Acher juga memilikinya dengan warna yang sama tapi berbeda bentuk. Jika kau tidak ingin memakainya buang saja. "

__ADS_1


" Hey! Mana bisa seperti itu." Rigel menjauhkan tubuhnya dari Belle karena di merasa terganggu dengan suara gadis menyebalkan itu yang seperti ingin mengoyak gendang telinganya.


" Kenapa kau berteriak? Kau ingin membuat telinga ku pecah?" Dengan manja Belle menggelengkan kepalanya.


Dia tidak bermaksud seperti itu pada Rigel. Hanya saja dia masih bingung dengan status mereka saat ini.


" Lalu kenapa?"


" Aku tanya hubungan kita ini apa? Apa artinya kita pacaran? Tidak, bukan pacaran atau sepasang kekasih? Apa aku akan menjadi istri mu? Eh tunggu dulu, seharusnya tunangan lebih dulu kan baru menikah?" Rigel mengusap wajahnya dengan kasar.


Dia benar-benar tidak tau bagaimana cara menghadapi makhluk yang aneh ini. Melihat tingkah Belle yang seperti ini membuat Rigel jadi teringat dengan salah satu bibinya. Istri dari paman Thunder yang notabennya adalah anak asisten paling kaya.


Siapa lagi jika bukan Alisa anaknya Markus. Entah apa jadinya Rigel jika Belle bertemu dengan Alisa, bisa meledak isi rumah Kakeknya jika seperti itu nantinya.


" Rigel, mau kemana?" Tanya Belle lagi.


" Pulang! dan pikirkan panggilan untuk ku. Jika besok pagi kau masih memanggil nama ku, maka aku akan menghukum mu nanti."

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2