Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Keputusan


__ADS_3

Sejak membaca pesan di ponsel Rigel, Acher tidak bisa tidur bahkan hingga pagi menjelang.


Akhirnya, dia memutuskan untuk bangun di saat jam masih menunjukan pukul 5 pagi. Dia membawa ponselnya dan pergi ke balkon.


Di sana dia menghirup udara pagi ini, sebelum melakukan apa yang harus dia lakukan. Dia sudah memutuskan semuanya, bahwa dia harus melakukan semua ini. Dia sudah mengambil keputusan, bahwa dia harus melakukannya sekarang.


Setelah memikirkan semua ini semalaman, akhirnya Acher memutuskan bahwa dia akan menyelesaikan semua ini.


Tut....


Panggilan pertama di lakukan Acher namun tidak di sambut oleh pemilik nomor tujuan, dia tau bahwa ini masih terlalu pagi, maka dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan bersiap saja pagi ini.


Namun saat dia hendak kembali ke kamarnya, ponselnya berdering dan itu panggilan amsuk dari nomor yang di hubunginya tadi.


" Halo Ace..." Suara wanita itu terdengar baru bangun tidur.


Sepertinya dia terlalu pagi sekali menghubungi Aurin saat ini dan Acher merasa bersalah untuk itu.


" Apa aku menganggu mu?" Aurin langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak sama sekali merasa di ganggu oleh Acher. Biasanya pun dia akan terbangun jam segini untuk olahraga sebentar sebelum pergi ke kampus.


Tapi kali ini Acher yang membangunkannya pagi ini dan itu membuat hari Aurin menjadi lebih indah jadinya.


" Tidak, kamu tidak menganggu ku sama sekali Ace, aku memang sudah mau bangun dan aku kira itu alarm ku dan ternyata kamu yang menghubungi ku. " Hening untuk beberapa saat sampai dimana Aurin kembali memulai pembicaraan diantara mereka berdua.


" Ace, are you oke?" Tanya Aurin yang merasa ada sesuatu yang membuat Acher terdiam saat ini.


" Im oke, aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada kamu. "


" Apa itu?" Tanya Aurin yang semakin merasa penasaran dengan Acher saat ini.


Dia sudah menduga bahwa ada sesuatu yang tangan di sembunyikan oleh Acher, tapi apa itu?


" An..."


" Ya..." Kembali hening pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


Aurin merapikan rambutnya dan menjadikannya satu di dalam sebuah ikat rambut hingga terlihat lebih rapi dari sebelumnya.


" Ada yang ingin aku katakan padamu, tapi aku mohon tolong jangan tanyakan kenapa aku melakukan hal ini padamu. Setidaknya ini yang terbaik untuk kita berdua. " Jantung Aurin berdetak tak karuan saat ini.


Sebenarnya apa yang ingin di bicarakan Acher dengannya? kenapa tidak langsung saja?


" Memangnya ada apa Ace?" Tanpa sadar tangan Aurin bergetar saat ini.


Perasaannya semakin tidak karuan, sebenarnya Acher kenapa? apa yang tengah dia rasakan saat ini?


" Aku rasa hubungan ini harus selesai sampai disini, karena pada dasarnya kita tidak pernah memulai semua ini. Jadi aku harap kamu mengerti dan tidak menanyakan lagi kenapa aku mengatakan hal ini. "


Deg!


Jantung Aurin seakan berhenti berdetak saat ini. Dia tidak bisa mencerna apa yang di katakan Acher padanya. Sungguh, ini membuatnya tidak bisa berpikir dengan baik.


Dia bukan tidak mendengar apa yang di katakan Acher, hanya saja dia tidak percaya dengan apa yang di katakan pria itu.


" Tapi kenapa?" Tanya Aurin dengan suara yang bergetar.


" Aku sudah mengatakannya padamu untuk tidak bertanya kenapa aku melakukan ini padamu. "


" Tapi kenapa Ace, berikan aku jawaban yang bisa membuat ku menerima semua ini. Baru saja beberapa jam yang lalu kamu mengatakan untuk aku menunggumu dan bersabar untuk mu, lalu pagi ini? aku bahkan tidak yakin jika ini nyata. " Air matanya menetes begitu saja.


Dia masih belum percaya dengan apa yang di katakan Acher, dia berusaha untuk berpikir bahwa Acher tengah bercanda dengannya. Dia tidak percaya dengan semua ini begitu saja.


" Sudah aku katakan untuk tidak bertanya kenapa. Aku melakukan ini semua karena--"


" Tapi kenapa Ace? kenapa?" Suara Aurin terbata saat menanyakan hal ini padanya.


Dan begitu juga yang di rasakan Acher saat ini, tapi dia harus melakukan semua ini. Dia tidak ingin Rigel merasa tersakiti karena wanita yang di sukainya dan di incarnya selama ini adalah Aurin.


Rigel selalu berkata bahwa dia mungkin mencintai wanita yang telah membuatnya tertarik dan tidak bisa melihat wanita manapun lagi di dunia ini.


Rigel juga selalu mengatakan padanya bahwa dia akan terus berjuang untuk mendapatkan hati wanita itu karena menurutnya tidak ada hal yang tidak mungkin jika mereka ingin terus berjuang.

__ADS_1


" Ace, katakan padaku kenapa kau melakukan ini dengan ku? a-apa salah ku hingga kau tega melakukan ini pada ku Ace? kau menganggap ku mainan kah selama ini?" Acher tidak tau dia harus mengatakan apapun lagi pada Aurin.


Tapi jika dia tidak melakukan ini, maka selamanya hubungan mereka akan menyakiti Rigel nantinya. Maka sebelum itu terjadi, Acher lebih dulu membuang jejak mereka.


" Karena aku tidak pernah menyukaimu! selama ini aku hanya mempermainkan mu saja. Aku tau kau menyukaiku, maka aku mempermainkan mu dan aku berhasil. Aku berhasil membuat mu jatuh cinta padaku dan sekarang tugas ku sudah selesai. Aku sudah menyelesaikan tugas ku untuk menjadi seseorang yang paling berharga di dalam hidupmu. Jadi jangan pernah menghubungiku lagi atau mencari ku lewat siapapun termasuk Rigel! jadi jangan pernah menghubungiku lagi. "


Tut...


" Ace, Acher...halo...Acher..." Aurin terus memanggil nama Acher dan tidak ada jawaban apapun lagi dari pria itu.


Saat dia mencoba menghubunginya lagi dan ternyata nomor ponsel Acher sudah tidak aktif lagi.


Mendapati kenyataan pahit ini membuat air mata Aurin semakin mengucur dengan deras. Ternyata sesakit inikah yang namanya patah hati dengan orang yang kita cintai?


Sementara Acher, dia langsung menjatuhkan ponselnya ke bawah setelah menghubungi Aurin tadi. Dengan begitu pasti Aurin tidak bisa lagi menghubunginya.


" Ada apa? kenapa berteriak sepagi ini?" Tiba-tiba saja Rigel sudah datang dan berada di belakangnya saat ini.


Dia terbangun karena mendengar suara seseorang yang sedang bicara dan ternyata itu adalah Acher kakaknya.


" Bukan apa-apa, hanya ponselku yang jatuh ke bawah sana. " Rigel sendiri tidak kaget dengan semua itu. Toh juga hanya sebuah ponsel saja. Mereka masih bisa membelinya lagi bukan?


" Oh hanya ponsel. Nanti kita akan pergi membelinya sebelum kembali ke London. Jadi jangan seperti orang susah yang tidak bisa membeli ponsel seperti itu lagi. " Rigel kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya lagi.


Setidaknya masih ada waktu beberapa jam lagi. Sementara Acher, dia masih memikirkan apa yang di bacanya tadi malam di ponsel Rigel soal pesan yang di kirimkan Aurin pada saudaranya itu.


...Flashback...


Sepanjang perjalanan menuju apartemennya, Aurin sudah memikirkan semua ini bahwa dia akan mengirimkan pesan pada Rigel bahwa dia meminta Rigel untuk menghentikan semua ini karena dia tidak menyukai pria itu.


*Rigel, sorry. Aku tidak bisa membalas pesan mu apalagi perasaan mu karena memang aku tidak pernah menyukaimu. Tolong jangan pernah lagi mengirimi pesan karena aku tidak nyaman dengan itu semua.


Bukan hanya itu saja, aku juga sedang menjaga perasaan seseorang saat ini dan aku harap kamu mengerti*.


...Flashback off...

__ADS_1


__ADS_2