
" Hah, akhirnya ku bisa kembali ke rumah sejuta kenangan ini. " Alex menghirup nafasnya dalam-dalam sebelum menghembuskan nafasnya lagi.
Dia begitu menikmati semua ini karena dia merasa bahwa nyawanya adalah di rumah ini. Rumah yang menjadi tempat dan saksi dari semua kenangan mereka.
" Apa sangat merindukan rumah ini?" Tanya Tarisa pada suaminya yang terlihat sangat merindukan tempat ini.
Bukan hanya dia saja yang merindukannya, Tarisa juga sangat merindukan tempat ini.
Setidaknya dia sudah puas menikmati kehidupan bersama Alex di Swiss selama beberapa tahun terakhir ini dan dia sudah puas untuk itu.
" Aku rasa kamu juga mengetahui jawabannya Tarisa. " Mereka berdua keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju rumah mereka.
Di dalam sana mereka semua sudah menunggunya, hanya minus Matheo dan juga Cloud, karena memang dia berada di Indonesia.
" Papa..." Jupiter langsung memeluk papa bulenya itu.
Wajah mereka sangat mirip, tapi terkadang yang membuat Alex kesal adalah sikap dan tabiat Jupiter yang pelupa juga manja itu terlihat sangat mirip dengan istrinya.
Terkadang dia berpikir, bahwa Tuhan itu memang adil.
Seperti Sky, wajahnya memang seperti malaikat yang di turunkan dari Tarisa, sementara isi dalamnya, semua itu adalah miliknya.
Milik seorang Alexander Guero.
" Usia mu sudah tidak pantas lagi untuk bermanja seperti itu. "
" Terserah ku! Itu bukan urusan mu. " Jawab Jupiter karena dia merasa kesal dengan kakak perempuan satu-satunya itu.
Siapa lagi jika bukan Raina. Wanita itu sangat menyebalkan sekali memang. Dan betapa beruntungnya Jupiter bahwa dia tidak lagi melihat wanita itu berada di rumah ini karena Raina tinggal di Belanda dan sesekali tinggal di Jerman pula.
Dasarnya dia memiliki suami kaya, jadi ya bisa sesuka hatinya mau tinggal dimana pun.
" Bertengkar lah terus, jika ingin aku marah. " Mereka berdua terdiam saat melihat tatapan tajam dari pria bernama Sky itu.
" His...rasanya aku ingin sekali melawan wajah sombongnya itu. "
" Dia terlihat keren bodoh! dia adalah kakak terkeren di dunia ini. "
__ADS_1
" Diam!" Akhirnya Alex yang membuat Raina dan juga Jupiter yang selalu saja bertengkar sejak dulu.
Entah apa yang membuatnya seperti ini, mereka selalu saja akan berdebat saat bertemu seperti itu.
" Jangan berisik. Papa ingin mandi dulu. Dan nanti malam kita akan berkumpul di meja makan. Tidak ada yang boleh pergi dan semuanya harus hadir. " Mereka hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
Tak lama setelah Alex hendak pergi meninggalkan mereka semua, Acher datang dan di susul oleh Rigel di belakangnya.
Melihat bahwa dia sampai bersamaan dengan Acher membuat Rigel menatap malas pada kakaknya itu.
" Jika kalian datang kesini hanya untuk menunjukan wajah permusuhan di antara kalian, aku tidak ingin melihatnya! Pergi dari rumah ku sekarang juga. "
" Maaf Opa..." Acher meminta maaf pada kakeknya.
Namun tidak bagi Rigel karena dia merasa bahwa dia tidak bersalah.
" Rigel sayang..." Suara Starla terdengar begitu lembut di telinga semua orang.
Namun Rigel tidak bereaksi apapun. Dia tidak bersalah, jadi untuk apa dia minta maaf.
" Rigel, jadi untuk apa Rigel mau minta maaf? lagi pula opa juga tahu bahwa Rigel tidak salah. Dan satu hal lagi, bukankah rumah ini atas nama Daddy? jadi kenapa opa mengatakan bahwa ini rumah opa?" Sky tersenyum penuh dengan kemenangan.
Dia tidak menyangka jika Rigel berani menjawabnya seperti itu, dan memang benar bahwa Rigel adalah the real Sky Alexander selanjutnya.
" Jika kau bukan cucuku dan bukan penerus tahtaku, ku cekik lehermu sejak tadi. " Alex menggeram kesal dengan semua jawaban dari Rigel.
Wajah dan tabiatnya benar-benar sama seperti putra kebanggaannya itu.
" Kau atur saja anak mu itu, dan kau gajah Thailand--"
" Papa, stop mengatakan istri Sky gajah Thailand. Kenapa selalu mengatakan hal-hal konyol pada menantu menantu papa?" Sky tidak terima dengan ulah papanya yang selalu mengatakan Starla gajah Thailand.
bukan hanya starla saja yang dikatakan gajah Thailand, Brandon juga dikatakan buaya gondrong, selalu istrinya Jupiter, Elea juga dikatakan ginseng Korea.
Entah apa saja ulah pria tua itu, semakin tua ulahnya semakin menjadi saja.
" Terserah aku! itu bukan urusan jadi jangan banyak bicara lagi. " Alex lebih memilih pergi menuju kamar mereka.
__ADS_1
Sementara Sky dan Starla yang melihat kedatangan anaknya penuh dengan permusuhan hanya bisa menghembuskan nafas mereka pasrah.
Sebenarnya Acher tidak ingin hubungan Anda juga Rigel bermasalah, hanya saja jika Rigel sudah merasa tidak nyaman dia akan seperti itu.
Dia tidak akan pernah membunuh pada siapapun yang telah membuatnya kesal. dan kemarahan yang Rigel tunjukkan padanya itu karena Acher sendiri.
Dia lah yang membuat Rigel seperti itu, dan dia bingung bagaimana cara mengembalikan hubungannya dengan Rigel agar terlihat baik-baik saja.
" Rigel mau kemana?" Tanya Starla saat melihat putranya ingin pergi meninggalkan mereka lagi.
Baru saja Rigel sampai di rumah utama kenapa sudah ingin pergi lagi? sebenarnya mau ke mana putranya ini?
" Rigel ingin pergi berenang mom, menurut Rigel lebih baik di markas daripada di sini. " Jawabnya biasa saja.
Mereka yang tidak mengerti apa yang terjadi di antara dua bersaudara itu menatap heran. Mereka tidak pernah melihat Rigel dan juga Acher bertengkar hingga seperti ini.
Dan ini adalah pertama kalinya mereka melihat permusuhan yang sangat kental di antara dua bersaudara tersebut.
" Tapi opa kalian mengatakan bahwa tidak ada satu orang pun yang boleh pergi. Karena apa ini nanti malam kita semua berada di rumah dan makan malam bersama. "
" Rigel akan pulang sebelum matahari tenggelam. " Rigel pergi dari sana.
Sementara Sky, dia harus secepatnya membicarakan hal ini dengan papanya. Dia tidak ingin hubungan di antara kedua putranya semakin memburuk.
Dia tidak ingin Rigel yang semakin menjauhi Acher, dan Acher yang semakin merasa bersalah dengan keadaan ini.
Bagaimanapun sikap Rigel terhadap Acher, semua berdasarkan karma mungkin. ini adalah karma untuk Sky karena dia dulu telah begitu kasar mengatakan sesuatu pada Jupiter.
" Maaf semuanya..." Starla langsung menghampiri putranya dan memeluk Acher.
Dia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya dengan Rigel dan juga Acher, tapi dia berharap bahwa kedua putranya akan baik-baik saja.
Starla tidak ingin mereka berdua saling membenci dan saling menjauhi. Sudah cukup bajunya karena Reyden menjauhinya.
Dia tidak ingin lagi anak-anaknya semakin jauh dari jangkauannya. Dan Starla harap karena kekurangan mertuanya ini mereka semua akan kembali berkumpul di rumah besar ini.
Dia sangat berharap bahwa Reyden bisa pulang dan kembali pada mereka.
__ADS_1
...💙💙💙...