
Darma kembali terjadi saat mereka tengah merencanakan acara pertunangan mereka berdua.
Di mana Belle berulah dengan keinginannya yang liar biasa itu.
" Tidak bisakah meminta yang yang lebih masuk akal lagi? Kita akan bertunangan bukan pesta costume atau acara Halloween dengan memakai kostum aneh." Ungkap Rigel yang merasa kesal dengan keinginan Belle yang aneh itu.
Bagaimana tidak aneh jika dia meminta memakai gaun kuning sementara Rigel harus memakai pakaian bak pangeran seperti yang ada di kartun princess Disney yang tokohnya sama dengan nama sang kekasih hati.
" Ini masuk akal Bee. Aku menginginkan pesta pertunangan kiya seperti pesta dansa antara Belle dan juga sang pangeran."
" Lalu kau pikir aku apa? Kau ingin kita berlagak seperti Beauty and the beast dan aku yang buruk rupa begitu? Iya kan?" Belle langsung menggelengkan kepalanya.
Dia tidak bermaksud seperti itu. Dia hanya ingin mengatakan keinginannya saja untuk mewujudkan pesta impiannya.
" Kalau yang buruk rupa seperti kamu, lalu yang tampan seperti apa lagi?" Cicit Belle berharap bahwa pria itu tidak mendengar apa yang dikatakannya.
Tapi dasarnya telinga Rigel yang sangat sensitif membuat Rigel bisa mendengarnya dengan sangat jelas sekali.
" Kau ini benar-benar ya. Sini kau, akan ku habisi kau ini."
" Aahhh...Sudah, maafkan aku Bee, maafkan aku Rigel aku bersumpah tidak akan membuat kamu kesal lagi, tapi tolong hentikan ini." Belle berusaha mengelak dari kekasihnya karena dia tau bahwa Rigel akan menghajarnya nanti.
__ADS_1
" Tidak! Aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang sebelum aku menghajar mu."
" Tidak, Bee aku mohon jangan lakukan itu aku mohon..." Melihat Belle yang memohon seperti itu membuat Rigel kasihan.
Dia tidak jadi menghajar Belle, tapi dia tetap melakukan apa yang ingin di lakukan olehnya.
" Sini..." Panggil Rigel pada Belle namun Belle menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin di pukul oleh Rigel.
Karena Belle yang tidak datang, akhirnya Rigel yang mendekat pada gadis mengenalkannya itu dan memeluk tubuhnya.
" Bee..."
" Tapi kita sedang berada di butik Bee. Bagaimana jika mereka melihat pada kita?" Tanya Belle pada kekasihnya karena dia takut bahwa mereka semua menatap mereka dan menceritakan apa yang tengah mereka lakukan saat ini.
" Biarkan saja. Lagi pula aku memeluk kekasih ku, bukan kekasih mereka." Jawaban Rigel memang sangat menyebalkan sekali.
Tapi Belle bisa apa? Jika Rigel yang sudah dalam mode posesif seperti ini mana dia bisa melakukan apa-apa lagi.
" ChΓ©ri..."
Serr...
__ADS_1
Merinding seluruh tubuh Belle ketika Rigel memanggilnya sayang seperti ini.
" Ya..."
" Bisakah kita untuk tinggal bersama saja setelah menikah? Jika ingin tinggal di rumah orang tua mu kita bisa mengunjunginya di akhir pekan. Setelah kita menikah nanti pasti kedua orang tua mu akan kembali ke Spanyol bukan?" Belle menganggukkan kepalanya karena memang yang di bicarakan Rigel itu memang benar.
" Kita sudah mengatakan ini sebelumnya dan kita sepakat untuk tinggal di rumah yang telah kamu siapkan. Lagi aku ingin menikmati bagaimana rasanya menikah dan hidup bersama berdua saja."
" Memangnya apa yang ingin kau lakukan jika kita berdua di rumah? Apa kau ingin---" Rigel sengaja menggantung ucapannya karena dia ingin menggoda kekasihnya.
Melihat wajah Rigel yang menggodanya seperti itu membuat Belle langsung membulatkan kedua matanya karena sikap Rigel yang seperti itu.
Bugh..
" Kamu berpikir jorok kan?"
" Jorok apa? Katakan pada ku dengan jelas seperti apa pikiran jorok itu?"
" Is...kamu menyebalkan Bee."
...πππ...
__ADS_1