Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Marah


__ADS_3

" Aaahhhkkk!" Rigel berteriak untuk meluapkan kekesalan hatinya.


Dia marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa menerima semua ini. Dia terlalu lemah untuk hal seperti ini.


Seharusnya dia bisa menerima semua ini karena Acher memang pantas untuk bahagia. Tapi entah kenapa hatinya merasa sakit.


Dia merasakan sakit yang luar biasa, apalagi saat dia melihat dengan matanya sendiri bahwa Acher mencium bibir Aurin tadi.


Sungguh, rasanya dia sangat marah dengan dirinya sendiri.


" Seharusnya kau bisa menerima ini semua Rigel. Di sini kau yang terlalu egois karena kau merasa sangat tersakiti sementara mereka berdua lah orang yang paling tersakiti disini. Kau adalah orang yang paling egois, kau adalah orang yang merasa dirimu yang tersakiti tanpa kau tahu mereka berdua lebih tersakiti lagi. Seharusnya kamu bisa menerima ini semua, tapi kau malah seperti ini. " Rigel berbicara pada dirinya sendiri.


Dia tengah bercermin di dalam kamarnya karena saat ini dia sudah memutuskan untuk tinggal di markas besar klan Alexander.


Rigel ingin menghindari Acher, tapi dia malah mendapatkan semua ini.


Dia mendapatkan apa yang seharusnya tidak di dapatkannya.


" Aaahhhk! Pengecut kau Rigel, pecundang. "


Pyar...


Cermin di depannya hancur begitu saja saat Rigel menghantam benda tersebut dengan tangannya sendiri.


Bahkan dia tidak memperdulikan lagi saat serpihan kaca tersebut menembus kulit tangannya hingga darah keluar begitu deras.

__ADS_1


" Kau benar-benar bodoh Rigel, kau bodoh. " Dia kembali mengumpat dirinya sendiri.


Entah mengapa rasanya dia benar-benar sangat sulit untuk merelakan semua ini. Padahal dia sudah membulatkan tekadnya dan melepaskan semua ini.


Dia sudah mengeluarkan tekadnya untuk melepaskan cintanya terhadap Aurin agar wanita tersebut bisa bersatu dengan kakaknya.


Tapi entah mengapa saat dia melihat bagaimana Acher yang mencium bibir Aurin dan itu membuatnya sangat marah. Dia ingin memukul Acher, tapi juga tidak mungkin melakukan hal itu. Siapa dirinya berani memukul Acher? dia bukan kekasihnya Aurin atau siapa-siapanya, jadi Rigel tidak memiliki hak apapun untuk Aurin.


" Ikhlas, kenapa satu kata itu sangat sulit untuk di lakukan? KENAPA?!" Sungguh, Rigel sangat marah saat ini.


Dia marah dengan dirinya sendiri yang terlalu pengecut. Seharusnya Rigel tidak seperti ini.


" Aku tidak ingin menyakiti hati ku, tapi aku juga tidak ingin menyakiti hatinya. Aku tidak ingin menyakiti hati Acher, aku tidak ingin. " Dia tertunduk lesu.


" Apa kau pikir jika kau mulai dirimu seperti ini rasa sakit dan masalah mu bisa hilang?"


" Daddy..." Rigel langsung mengangkat wajahnya dan menatap sang Daddy yang sudah membersihkan bekas lukanya.


" Kemarin kau membuat para pengawal mu babak belur, lalu kini kau menghancurkan cermin. Lalu besok apalagi?" Tanya Sky yang melihat bahwa putranya saat ini tengah dalam keadaan terpuruk.


Rigel sangat terpuruk dengan semua ini, semua yang dirasakannya.


" Jika kau terluka seperti ini dan Acher mengetahuinya, apa kau pikir dia tidak semakin kecewa dengan dirinya sendiri?" Rigel sadar ini.


Dia sadar bahwa apa yang di lakukan ya telah salah. Dia telah salah karena melakukan hal ini.

__ADS_1


" Seharusnya kamu tau, bahwa Acher sangat menyayangi kamu. Dia rela melepaskan cintanya demi kamu walau perasaannya harus merelakan semuanya. Dia tidak ingin melihat mu terluka, tapi dia salah. Dia salah karena telah mengira apa yang di lakukan ya adalah yang terbaik untuk mu. Dan coba pikirkan lagi, bagaimana hancurnya dia saat mengetahui bahwa saudara yang sangat di cintainya terluka dan penyebab luka itu adalah dirinya sendiri. " Rigel terdiam.


Dia memang merasa sakit dengan semua ini, tapi disini Acher juga tersakiti.


Benar yang Daddy-nya katakan bahwa Acher pasti merasa sedih saat melihat keadaannya seperti ini.


" Pergi tinggal di Paris. Walau tidak terlalu jauh dari Acher, setidaknya kamu bisa hidup lebih baik di sana. Urus perusahaan Daddy yang di sana. Kamu Daddy yakin kamu bisa. " Rigel menatap dalam pada Daddy-nya.


Dia tidak tau harus mengiyakan saran dari Daddy-nya atau tidak saat ini.


" Coba dulu, jika kamu tidak bisa, maka terserah kamu. Daddy tidak akan memaksa kamu untuk melakukan itu. " Rigel masih diam.


Dia masih memikirkan semua ini, apakah dia memang harus pergi atau tidak saat ini.


" Jika ingin pergi, buat Daddy yang mengurus mommy kamu. Pergi dan sembuhkan luka hati kamu. "


" Rigel akan pikirkan nanti. " Karena meras bahwa tangannya sudah selesai di balut, Rigel, memilih pergi meninggalkan Daddy-nya.


Di akan memikirkan apa yang di katakan Dad Sky padanya, apakah dia menang harus pergi ke Paris atau tidak.


Apa jika dia pergi ke Paris dia bisa melupakan semua ini?


Entahlah, setidaknya dia akan mencoba saja lebih dulu. Lagi pula tidak terlalu buruk untuk tinggal di kota Paris.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2