Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Maaf


__ADS_3

Kini mereka bertiga sudah berada di sebuah ruangan yang hanya ada Acher, Rigel dan Aurin saja.


Acher menatap penuh rasa bersalah pada Rigel, begitu juga dengan Aurin.


Mereka merasa bersalah karena tanpa mereka sadari, mereka telah menyakiti hati pria itu.


Namun yang di perhatikan mereka sama sekali tidak terlihat merasakan hal seperti apa yang mereka takutkan.


" Apa kau akan terus menatap ku seperti itu dengan semua rasa kasihan mu?" Acher menggelengkan kepalanya karena dia tidak bermaksud seperti itu pada adiknya.


Dia hanya merasa bahwa dia telah menyakiti hati adiknya.


" Apa yang ingin kalian katakan? Aku ingin segera kembali ke apartemen dan tidur karena besok aku harus kembali ke Paris." Acher membulatkan matanya saat mendengar bahwa selama ini Rigel berada di Paris.


Sangat dekat sekali, tapi kenapa Acher tidak berpikir kenapa bahwa saudaranya ada di kota romantis itu?


" Kau di Paris?" Sebelah alis Rigel terangkat.


Dia tidak menyangka jika Acher begitu lambat menyadari dimana dia berada saat ini.


" Lambat sekali pikiran mu itu. Aku yang bisa menganalisa pasar saja masih di ragukan oleh orang, lalu bagaimana bisa mereka bisa seyakin itu dengan dirimu? Apa karena kau duduk di Sky Ax Corp pusat maka mereka percaya?"


" Tidak seperti itu. Mungkin saja mereka--"


" Sudahlah, jangan membicarakan semua itu. sekarang katakan apa yang ingin kalian katakan. Aku tidak terlalu banyak waktu untuk hal seperti ini. " Acher menarik nafasnya dalam sebelum menghembuskannya kembali dan bicara dengan Rigel.


" Aku dan Aurin ingin meminta maaf pada mu. "


" Untuk?" Tanya Rigel masih dengan wajah datarnya.


Dia tidak suka ini. Dia tidak menyukai Acher yang meminta maaf seperti ini atas kesalahan yang menurutnya tidak harus di pikirkan lagi.


" Kami--" Aurin tidak berani mengatakan hal itu lagi pada Rigel saat melihat tatapan mata tajam yang di berikan pria itu.


Aurin merasa, bahwa dia tidak menyangka jika Rigel bisa berubah menjadi seperti ini.

__ADS_1


" Kalian sudah bertunangan, dan aku ikut bahagia. Tapi jangan membuat ku harus menerima rasa kasihan dari banyak orang karena hubungan yang toxic ini. " Melihat Rigel yang terlihat sudah bisa menerima semua ini membuat Acher merasa lega.


Setidaknya dia tidak lagi harus ketakutan dengan permasalahan mereka dan merasa bersalah terhadap hubungan ini.


" Terima kasih karena telah mengerti ku Giel. "


" Oh c'mon Ace, jangan bertingkah seolah kau dan aku adalah anak usia 10 tahun yang selalu di hukum atas apa yang telah kita perbuat. Kita sudah sama-sama dewasa, dan aku rasa pembicaraan ini cukup sampai disini karena percuma saja kita berbicara rahasia menurut mu tapi ada banyak orang yang mendengar apa yang kita bicarakan. " Acher langsung mencari dimana camera yang tersembunyi di ruangan ini.


Begitu juga dengan Aurin yang tidak menyangka jika pembicaraan mereka ini banyak di dengar orang lain.


Apalagi saat melihat Rigel yang telah berdiri dari tempat duduknya membuat Acher juga ikut berdiri.


Dan apa yang di temukan Rigel benar-benar membuat Aurin menatap tidak percaya dengan apa yang di temukan pria itu.


Apalagi saat Rigel dengan berani menunjukan jari tengahnya tepat di depan arah camera membuatnya semakin tercengang.


Rigel sendiri langsung mematikan kamera tersebut setelah menunjukan jari tengahnya di depan kamera itu hingga membuat mereka yang melihat itu semua menatap tak percaya dengan Rigel.


Sementara di ruangannya, para pria itu tidak menyangka jika Rigel berani melakukan itu pada mereka.


Dia tidak ingin menanggapi apa yang di katakan seorang Alexander karena dia tidak menyalahkan Rigel karena telah melakukan hal itu.


" Rigel tidak salah. Dia gau pada siapa dia harus melakukannya dan tujuannya sudah benar. Putra Sky melakukan itu tepat pada sasarannya." Semakin meradang Alex mendengar apa yang di katakan putranya.


Dia benar-benar kesal dengan Rigel dan kini Sky juga menambahkan rasa kesalnya.


" Kau membela anak kurang ajar mu itu?"


" Rigel kurang ajar juga keturunan dari papa. Jadi jangan menyalahkan melakukannya jika darahnya juga di aliri darah Papa. " Kembali terjadi perdebatan di antara mereka berdua dan itu membuat Matheo malas, maka dari itu dia lebih memilih pergi dari sana di ikuti oleh Thunder dan juga Cloud.


Begitu juga dengan Jupiter hingga Brandon, merek membiarkan saja kedua penguasa itu berdebat hingga sampai kapan.


Saat sadar telah tidak ada orang lain lagi di dekat mereka barulah perdebatan mereka terhenti.


Keduanya terdiam dan saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


Sky mengerti dengan apa yang di rasakan pria tua itu saat ini. Sky tau bahwa ada yang menjadi beban tersendiri yang Papa-nya rasakan saat ini.


" Pa..."


" Aku baik-baik saja. " Jawab Alex karena dia tau apa yang ingin di katakan Sky.


" Tapi Papa harus menjalani pengobatan. Setidaknya jika tidak ingin melakukan operasi, berobat lah untuk memperkecil kemungkinan buruk. " Alex tertawa.


Dia mentertawakan kehidupannya saat ini. Tapi dia juga bahagia karena memiliki anak-anak yang luar biasa ini.


" Kau tau aku begitu bahagia. Aku bahagia dengan kehidupan ku saat ini. Kau selalu ada untuk ku walau rasa sayang itu tidak pernah keluar langsung dari bibir mu. Aku ingat saat dulu kau menangis saat kita berada di pantai. " Sky ingat ini.


Dia sangat mengingat di mana saat dia menangis di pantai. Dia pulang dengan di gendong belakang oleh Papa-nya setelah mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.


" Jika Papa tau bahwa Sky sayang pada Papa, tolong jalani perawatan ini untuk Papa juga. Jika bukan untuk Sky, tolong lakukan ini untuk Mama. Pikirkan bagaimana perasaan mama jika mengetahui pria yang sangat di cintanya menyerah begitu saja dengan keadaan ini. " Alex menyandarkan punggungnya di sofa tempat dia duduk saat ini.


Pikirannya menerawang jauh kembali ke masa lalunya.


Masa lalu dimana dia menikahi Tarisa dengan segala kebohongan dan tipuan.


" Jika suatu saat aku pergi duluan--+"


" Pa! hentikan ini. Tidak ada yang meninggalkan dan di tinggalkan. Kita akan tetap bersama-sama terus dan Sky akan pastikan bahwa Papa akan baik-baik saja. " Alex tertawa dengan apa yang di katakan Sky.


" Kau melupakan sesuatu di sini. Kau telah keliru Sky. Kau harus mengingat bahwa setiap manusia yang hidup pasti akan mati. Dan aku pun akan seperti itu. Aku akan mati meninggalkan dunia ini dan meninggalkan segala kenangan kita semua. Ingat itu anak ku!" Sky terdiam.


Dia tidak bisa menjawab apa yang di katakan pria bernama Alexander itu, karena apa yang dikatakannya adalah kebenaran.


Kebenaran yang tidak ingin Sky pikiran karena dia tidak siap jika harus kehilangan pria itu.


" Cepat atau lambat, ajal akan menjemput ku dan aku harap kau bisa menjaga Mama mu, karena hanya kau yang ku percaya."


" Sky pergi!" Dia tidak ingin lagi mendengar apa yang di katakan Papa-nya karena dia takut membicarakan tentang kematian pria itu.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2