
" Ada apa Son?" Tanya Sky pada putranya yang baru saja masuk ke ruangan kerjanya.
Acher menghampiri daddy-nya dan duduk di depan sang pemimpin perusahaan besar ini.
Sky belum pensiun karena memang Acher yang belum siap memimpin semua itu walau kenyataannya dia sangat mampu untuk menjalani semua itu.
" Jika Daddy dan yang lainnya tidak ingin, memberitahukan dimana Rigel berada, tolong sampaikan pada Rigel bahwa Ace akan bersikap egois saat ini. Ace akan memperjuangkan Aurin. Dan tolong, sampaikan permintaan maaf Ace untuk Rigel. Maaf, karena Ace tidak bisa mengalah kali ini. " Sky menatap putra sulungnya dengan tatapan bangga.
Dia tau, bahwa Ace akan berjuang untuk cintanya dan itu yang di inginkan Sky dan yang lainnya.
" Daddy akan sampaikan pada Rigel nanti. " Ace menganggukkan kepalanya lalu berpamitan pada Sky,.
Setelah berbicara pada Daddy-nya, Ace melanjutkan aktivitasnya kali ini. Dia akan menemui Aurin dan akan membicarakan semuanya.
Dia akan memulai semuanya dari awal bersama Aurin, Ace ingin hubungannya dan aurin baik-baik saja karena mereka akan memulainya lagi.
Ace akan berusaha untuk menjelaskan pada Aurin bahwa dia akan berusaha untuk kembali memperbaiki hubungan mereka yang telah hancur sebelum di mulainya.
Dan kali ini lah, saatnya dia untuk memulai semuanya.
" Pergi ke toko bunga, aku ingin membeli bunga. "
" Baik Tuan," Mereka pergi ke toko bunga sebelum dia menemui Aurin.
Hari ini dia akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Aurin, dan membawakannya 100 tangkai bunga mawar.
" Dimana dokter Aurin?" Mendapatkan pertanyaan dari pemilik rumah sakit internasional ini perawat yang ditanya Acher hanya bisa diam memaku di tempatnya.
" Aku bertanya padamu di mana dokter Aurin. " Acher mengulang pertanyaannya pada perawat tersebut.
Dia sudah membuang waktunya untuk bertanya pada perawat itu namun perawat itu tidak juga menjawab pertanyaannya. Memangnya apa ada yang salah?
" Kalian membuang banyak waktu ku. " Acher langsung pergi meninggalkan perawat yang masih menatapnya dengan tatapan memujanya.
Brugh...
__ADS_1
Perawat tadi terduduk di lantai setelah Acher pergi dari hadapannya. Susah payah dia menahan diri agar tidak pingsan di hadapan Acher tadi, dan setelah orangnya pergi baru dia benar-benar pingsan.
Acher sendiri, dia langsung menuju ruangan Aurin yang berada di ujung lorong ini, namun saat dia hendak pergi ke ruangan Aurin, wanita tersebut sudah keluar dari ruangannya dan berjalan arahnya bersama dokter Dio.
Salah satu dokter kandungan terbaik di rumah sakit mereka.
" Aurin..." Langkah wanita itu terhenti saat melihat siapa yang memanggilnya.
Terlebih lagi saat melihat pria itu datang dengan seikat besar bunga mawar di tangannya.
Untuk siapa pria atau membawa buket bunga mawar yang besar itu. Aurin ingin berpikir bahwa mawar itu untuknya, tapi dia tidak berani berpikir seperti itu karena takut akan kembali dikecewakan oleh Acher.
" Ya Tuan..."
Deg!
Jantung Acher seperti berhenti berdetak saat Aurin memanggilnya tuan. Entah mengapa Acher merasa saat Aurin memanggilnya tuan dia tidak menerima itu.
Apalagi saat melihat dokter kandungan itu juga memberikan salam padanya, Acher benar-benar merasa seperti orang besar di sini.
" Ayo makan siang bersama. " Acher langsung menarik tangan Aurin untuk pergi makan siang bersama.
Melihat Aurin yang di tarik begitu saja oleh Acher membuat Dio, dokter muda itu langsung ikut bersama mereka. Namun, saat dia hendak ikut bersama Acher dan juga Aurin, pria itu langsung mengusirnya.
" Jangan pernah mengikuti kami karena kami akan makan siang bersama. " Ucap Acher dengan dingin.
Oh tidak, jangan lupakan wajah datarnya. Dia menatap dengan penuh permusuhan pada Dio dan dengan berani mengikuti mereka.
Acher merasa terganggu sekali dengan kehadiran Dio di dekat Aurin, karena dia merasa cemburu akan kedekatan mereka.
Dia tidak menyukai hadirnya Dio yang berada di dalam lingkaran kehidupan Aurin. Seperti yang sudah dikatakannya tadi bahwa mulai saat ini Acher akan mulai bersikap egois untuk dirinya sendiri.
Dan mungkin inilah saatnya untuk dia menunjukkan bagaimana sikap egoisnya.
" Tapi tuan--"
__ADS_1
" Aku bilang pergi. " Acher kembali menekan perkataannya untuk mengusir Dio.
Dan beruntung pria itu benar-benar pergi setelah mendapatkan usiran darinya. Sementara Aurin sendiri, dia langsung melepaskan tangannya begitu saja dari Acher.
" Airin..."
" Berhenti bersikap seolah kita memiliki hubungan spesial. Aku dan kamu kita tidak saling mengenal sebelumnya maka begitulah untuk saat ini juga. Jika dulu aku pernah menjadi wanita bodoh karena terus-terusan mengharapkan cinta dari seorang pangeran yang sanggup membekukan hatiku, maka kali ini aku tidak akan kembali mengulangi kesalahan yang sama. " Dengan berani Aurin menatap mata Acher.
Dia ingin meyakinkan pada dirinya bahwa dia sanggup menolak pesona dari seorang Axel Achernar Sky Alexander.
Bukannya menjauh asal malah semakin mendekat pada Aurin, dia ingin memastikan sendiri bahwa apa yang dikatakan Aurin itu tidak benar.
Dan mungkin inilah saatnya untuk dia mengetahui perasaan Aurin yang sebenarnya.
" Apakah aku harus kembali menciummu di sini? apa aku harus kembali mengulang dan mengingatkanmu tentang ciuman kita beberapa hari yang lalu?" Kedua bola mata Aurin membuat sempurna saat mendengar apa yang dikatakan Acher padanya.
Bagaimana bisa sosok yang sangat dingin itu mengatakan hal pribadi seperti itu dengan begitu gamblang. Aurin tidak menyangka jika Acher bisa membicarakan tentang ciuman mereka beberapa waktu yang lalu di dalam ruangan meeting.
Sungguh, Aurin ingin sekali memarahi Acher saat ini. Tapi, jika dia mengingat bagaimana nekadnya pria itu, Aurin berpikir dua kali untuk melakukan hal itu.
" Sudah mengerti semuanya? jika kamu berani menolak ku maka aku akan mengatakan pada mereka semua bahwa kamu adalah tunangan ku. Aku akan mengatakan pada mereka semua, bahwa saat ini kamu tengah merajuk dan mengandung anak ku. "
" Are you kidding me? " Aurin tersenyum miris melihat perubahan sikap Acher yang sangat tidak masuk akal ini.
Kemana hilangnya dinginnya freezer box itu? Apa saat ini sedang mati listrik hingga freezer box itu mencair dan tidak dingin lagi?
" I'm serious. I never play with what I say. " Aurin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis menatap Acher yang benar-benar berbeda sekali dengan Acher yang di kenalnya belum ini.
" You freak!" Aurin langsung meninggalkan Acher begitu saja setelah mengatakan bahwa Acher itu aneh.
Ya, menurut Aurin Acher sangat aneh dengan perubahannya. Aurin merasa seperti melihat orang asing.
" Bagaimana bisa dia bersikap seperti itu di saat aku ingin melupakannya. "
...💙💙💙 ...
__ADS_1