
" Turun!" Ucap Rigel setelah sampai di rumah Belle dan mengantarkan gadis menyebabkannya itu dengan selamat.
Belle sendiri menggelengkan kepalanya karena di tidak ingin di suruh turun begitu saja oleh kekasihnya.
" Turun aku bilang! Kau sudah membuat ku kesal." Belle tetap menggelengkan kepalanya karena di tidak ingin keluar dari mobil kekasihnya.
" Tidak. Biarkan saja aku tidur di mobil ini sampai kamu memaafkan ku." Jawab Belle dengan santai tanpa beban apapun saat.
Melihat Belle yang seperti itu membuat Rigel hanya bisa menghela nafasnya saja.
" Baik biarkan aku yang keluar!" Rigel sudah hendak keluar dari mobilnya namun Belle kembali menahan lengan pria itu agar tidak turun dari mobilnya.
__ADS_1
Tadi, setelah mereka pulang dari Gym ada seorang pria yang datang menghampiri Belle dan memberikan sebuah kartu undangan ulang tahunnya karena dia adalah calon pewaris tunggal dari keluarganya dan dia juga yang akan meneruskan perusahaan keluarganya.
Belle tidak mengenal pria itu secara langsung, tapi dia tau bahwa pria itu adalah pria yang paling di gandrungi di kampus mereka.
Melihat Belle yang tersenyum pada pria itu membuat Rigel merasa kepalanya berasap dan dadanya seperti ingin meledak saat itu juga.
" Bee, jika kamu marah hanya karena masalah tadi aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud apapun dan aku tidak pernah mengenal pria atau secara langsung. Aku hanya mengetahui bahwa namanya adalah Kevin. Dia salah satu pewaris tunggal dari kerajaan bisnis yang ada di kota Paris tapi sumpah demi Tuhan aku tidak pernah mengenalnya secara langsung. Aku juga tidak menyangka dan tidak percaya bahwa dia mengundangku untuk datangi pesta ulang tahunnya. Aku benar-benar tidak pernah mengenalnya Bee." Ucap Belle dengan jelas.
Belle juga tidak tahu kenapa Rigel bisa marah seperti ini padanya. Apa pria itu tengah merasa cemburu terhadapnya atau hanya kesal saja.
Entah lah, Belle sudah berusaha meminta maaf walau dia mengetahui dengan jelas bahwa dia tidak bersalah.
__ADS_1
" Lalu, kenapa kau menerima undangan yang begitu saja? bahkan kau tersenyum untuknya saat menerima kartu undangan itu. Lagi pula pria merayakan ulang tahun seperti itu sangat menggelikan menurutku. Terlepas dari dia pak waris tunggal atau apapun itu aku tidak membenarkannya. Aku juga salah satu pewaris tunggal dari kerajaan bisnis milik keluargaku yang menggurita, tapi aku tidak pernah mengadakan pesta acara ulang tahun seperti itu dan mengatakan bahwa aku adalah pewaris dari seluruh harta kekayaan keluargaku. Aku bahkan memilih usahaku sendiri dan membangun perusahaan ku dari nol. Jika hanya menginginkan perusahaan yang sudah malu dan siap duduk aku sangat bisa dan dengan begitu mudah mendapatkannya. Tapi untuk apa? aku tidak tertarik sama sekali untuk semua itu." Jelas Rigel yang mengungkapkan kekesalan hatinya terhadap gadis menyebalkan yaitu.
" Apa kamu cemburu?" Tanya Belle dengan menggoda kekasihnya berharap pria itu kembali terlihat baik-baik saja seperti tadi sebelum mereka bertemu dengan Kevin tadi.
" Omong kosong apa ini? Cemburu? Aku tidak cemburu sama sekali. Lagi pula untuk apa aku merasa cemburu dengan gadis menyebalkan seperti mu? itu hanya akan membuang-buang waktuku saja." Jawabnya dengan datar.
Tapi Belle tidak percaya sama sekali dengan semua itu. Dia malah semakin mendekatkan dirinya pada Rigel untuk mengetes pria itu.
Namun, belum Belle melancarkan aksinya, kaca jendela mobil Rigel sudah di ketuk dari luar dan itu adalah Ars, Daddy-nya Belle.
...💙💙💙...
__ADS_1