Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Aksinya


__ADS_3

Mereka sudah pulang ke Paris karena memang Rigel yang menginginkan hal itu.


Dia ingin memiliki kehidupan dan privasi sendiri dengan istrinya. Dia tidak ingin kehidupannya di ganggu oleh siapa pun karena memang dia menginginkan hal itu.


" Bee, ini rumah kita?" Tanya Belle yang memasuki sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi di sukai oleh Belle karena gayanya yang klasik.


Dia menyukai tipe seperti ini karena sangat cocok sekali dengan gaya hidup mereka yang baru memulai kehidupan baru.


" Bukan, ini rumah tetangga." Jawab Rigel yang membuat Belle langsung tersenyum.


" Heheh... kamu bisa saja Bee..." Belle pun membalas suaminya itu dengan sebuah pelukan darinya.


Setelah menemani istri yang berkeliling rumah baru mereka akhirnya Rizal memutuskan untuk berpamitan.


Dia akan lagi untuk menyelesaikan masalah di kantornya. Rigel tidak bisa membiarkan masalah ini berlalu-larut karena dia ingin menyelesaikannya secepat mungkin.


" Bisa aku pergi sebentar? ada yang harus aku kerjakan saat ini." Belle menatap pada suaminya yang meminta izin padanya untuk pergi sebentar.


Jika sudah seperti ini pasti akan ada yang terjadi nantinya. Suaminya pasti tengah memiliki masalah saat ini.


" Apa masalahnya berat? Apa seberat itu?" Rigel tidak mungkin memberikan jawaban yang pasti padanya.


" Tidak ada, aku hanya akan pergi ke kantor sebentar saja." Melihat reaksi suaminya yang begitu pandai menyembunyikan perasaannya membuat Belle mau tidak memberikan izin.

__ADS_1


" Baiklah, hati-hati dan cepat pulang." Akhirnya Belle memberikan izin pada suaminya.


" Memangnya kenapa jika aku cepat pulang Hem? Apa kamu menginginkan adanya pertempuran kita lagi?" Tanya Rigel yang menari pinggang istrinya hingga tubuh keduanya merapat sempurna.


Dari jarak sedekat ini merek berdua saling menatap hingga membuat mereka tersenyum karena merasakan kehidupan yang luar biasa ini.


Cup...


" Aku akan menghabisi mu nanti malam jadi persiapkan saja diri mu." Rigel meninggalkan istrinya itu untuk pergi memulai aksinya.


Belle sendiri hanya bisa melepas suaminya dengan pikiran yang berkecamuk.


Apa dia akan kembali di hajar oleh suaminya?


Di saat Belle tengah sibuk dengan pikirannya, di situ pula Rigel tengah mempersiapkan aksinya.


" Dimana dia berada?" Tanya Rigel saat dia sudah sampai di perusahaannya.


Dia tidak ingin bermain lama-lama lagi. Rigel ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat tanpa membuang banyak waktu.


" Tuan, dia ada di--" Felix belum menyelesaikan perkataannya tapi Rigel sudah pergi meninggalkannya dan masuk ke dalam ruangan kerjanya saat ini.


Brak!

__ADS_1


Orang yang berada di ruangan kerjanya mulai ketakutan dengan apa yang di lihatnya saat ini.


" Aku akan bertanya pada mu sekali saja dan aku tidak akan mengulanginya lagi jadi gunakan kesempatan ini dengan baik." Ucap Rigel dengan menyeramkan.


Nada datarnya benar-benar membuat mereka yang berada di dalam ruangan itu begitu ketakutan sekali dengan wajah menyeramkan pemimpin perusahaan besar ini.


" Pada siapa kau menjual desain ku dan infomasi lainnya. Katakan dengan jujur jika tidak ingin aku menghabisi mu saat itu juga."


" A-aku--"


Dor!


" Aaahhhkkk..." Pria yang di tanya tadi langsung menjerit saat merasa sebuah timah panas berhasil menembus kulitnya.


Ya, Rigel langsung melepaskan sebuah tembakan ke lengan orang yang telah berkhianat padanya.


Tidak ada kata maaf baginya jika mereka sudah berkhianat.


" Kau terlalu lama dalam berpikir jadi aku memberikan sebuah hadiah sebagai kenang-kenangan bagi mu."


...💙💙💙...


__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2