Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Mau Bayi


__ADS_3

" Sayang...." Belle berteriak saat dia mencari suaminya.


Dia sudah berteriak seperti berada dan tinggal di hutan. Teriakan dari Belle Membuat Rigel menghela nafasnya berat.


Entah dosa apa yang pernah dilakukannya di masa lalu hingga membuatnya mendapatkan istri seperti Belle ini.


" Sayang..."


Brak...


" Hehehehe...maaf." Ucapnya dengan menunjukkan deretan gigi putihnya yang tersusun begitu rapi saat melihat tatapan datar suaminya yang tengah sibuk dengan laptop dan berkas-berkas kerja miliknya.


Belle langsung menghampiri suaminya dan duduk di pangkuan Rigel tanpa merasa canggung sedikit pun.


Bahkan dia melingkarkan sebelah tangannya di leher sama suami dan menunjukkan ponselnya tepat di depan wajah Rigel.


" Apa?" Tanya Rigel pada istrinya.

__ADS_1


Belle menunjukkan ponselnya dan menampilkan sebuah gambar di sana.



" Hua...." Dia berlagak seperti orang menangis di depan suaminya. Aktingnya benar-benar buruk hingga membuat menatap malas pada istrinya.


" Mau bayi seperti ini juga. Aku mau bayi seperti anak kak Aurin. Aku mau juga Bee, ayo buat bayi lagi, aku ingin bayi." Rigel meletakkan telapak tangan yang di kening sang istri.


Dia membolak-balikkannya hingga membuat Belle Hinata aneh pada suaminya.


" Bee, aku tidak panas dan aku tidak demam. Aku hanya ingin memiliki bayi seperti anaknya kak Aurin." Rengeknya lagi dengan begitu manja.


Sementara Rigel sendiri menatap malas pada istrinya. Tidak tahukah apa yang diminta istrinya ini?


" Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan ini?" Belle mengharukan kepalanya dengan mantap.


Dia sadar dan sangat sadar dengan apa yang dikatakannya. Dia tidak mabuk ataupun melantur karena dia benar-benar sadar mengatakan itu semua.

__ADS_1


" Aku sadar Bee, sangat sadar."


" Jika kenapa kau dengan mudahnya meminta bayi seperti itu. Apa kau tau membuat bayi tidak semudah yang kau katakan. Kau minta bayi seolah kamu minta membelikan cake di toko roti. Lagi pula bagaimana bisa bayi meminta bayi?" Belle terdiam mendengar jawaban dari suaminya.


Dia masih mencerna apa yang suaminya katakan padanya bayi meminta bayi. Apa itu artinya Rigel mengatakan bahwa dia bayi?


" Kenapa diam? sudah sadar jika kau itu masih bayi?" Belle hanya melengos saja saat suaminya kembali mengatakan bahwa dirinya bayi.


" Terserah! aku kesal padamu." Belle langsung ndak bangkit dari pangkuan suami dan meninggalkan pria itu.


Namun, baru saja dia ndak bangkit suaminya itu sudah mencegah dirinya.


" Seharusnya kau berpikir lebih dulu, memiliki bayi tidak semudah yang kau pikirkan. Apa siap berbagi waktu dengan anak mu? kau masih sering bangun kesiangan. Kau masih sibuk dengan urusan kuliahmu lalu bagaimana bisa kamu menginginkan memiliki bayi? perbaiki dulu manajemen waktumu dan siapkan mentalmu untuk memiliki bayi. Suatu saat jika memang kau sudah siap Tuhan akan memberikannya untuk kita. Aku sudah berjanji pada kedua orang tuamu untuk tidak membuatmu hamil saat ini karena kau masih terbentur dengan kuliahmu. Usia ini juga masih sangat muda untuk mengandung jadi aku tidak mungkin membahayakan nyawa dan kesehatanmu hanya untuk seorang anak. Tidak untuk itu Belle." Mendengar jawaban dari suaminya membuat Belle langsung memeluk Rigel.


Betapa beruntung dia memiliki suami pengertian seperti Rigel. Walau kata-kata yang keluar dari bibirnya tidak pernah lembut tapi setidaknya dia tahu bahwa suaminya itu benar-benar mencintainya dan memikirkan keadaannya.


" Maaf, aku hanya terbawa emosional karena melihat bayinya kak Aurin. Dia manis sekali dan gembul, matanya juga sipit seperti kedua orang tuanya. Aku penasaran saja bagaimana jika aku memiliki anak nanti? mungkin jika wajahnya Asia seperti kamu dan rambutnya seperti aku akan cantik. Apa kita juga akan memiliki seorang putri?"

__ADS_1


" Percayalah, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Tanpa kita mau minta apa adanya pun dia akan memberikannya. Jadi jangan takut jika Tuhan tidak bersikap adil pada kita karena Tuhan sangat adil pada semua umatnya." Ucap Rigel pada istrinya.


...💙💙💙...


__ADS_2