
Kandungan Belle sudah menginjak 9 bulan dan sebentar lagi juga akan melahirkan.
Seperti saat ini Rigel pergi menemani istrinya berjalan pagi di sekitar rumah mereka saja.
" Bee, perut ku sakit." Ucap Belle yang mulai merasakan sakit di perutnya.
" Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Nanti juga akan hilang." Jawab Rigel yang berusaha untuk menenangkan istrinya.
Dia tau bahwa Belle sering mengalami hal seperti ini sejak kehamilan yang memasuki usia kandungan 9 bulan.
Mereka juga sudah sering berkonsultasi pada dokter dan katanya memasuki usia kandungan 9 bulan itu akan sering terjadi kontraksi palsu dan itu yang coba di praktikkan oleh Rigel pada Belle saat ini.
Dia mencoba menenangkan sang istri agar terlihat baik-baik saja dan tidak panik dengan semua itu karena menurutnya itu hanya kontraksi palsu saja.
" Tapi Bee, ini jauh lebih sakit dari sebelumnya."
" Iya aku Tau, aku tau itu Belle makanya aku mengatakan padamu untuk menarik nafasmu dalam dalam menghabiskannya secara perlahan. Seperti biasa bukan? nanti juga akan hilang jika sudah saatnya." Rigel masih bersikeras bahwa itu hanya kontraksi palsu saja tapi tidak dengan istrinya.
Wanita yang telah berperut buncit itu benar-benar merasakan kesakitan yang luar biasa karena dia tahu mana yang kontraksi palsu dan mana yang tidak. Dan yang dirasakannya saat ini seperti bukan ko traksi palsu.
" Bee...sakit..." Belle sampai meremas lengan suaminya sangking dia merasakan kesakitan yang luar biasa di bawah perutnya.
Melihat istrinya menahan sakit seperti itu membuat Rigel langsung panik.
__ADS_1
" Belle, kau baik-baik saja sayang? Chéri kau baik-baik saja?" Tanya Rigel untuk memastikan keadaan istrinya.
Namun saat dia melihat ke bawah dia langsung kaget bukan main.
" Oh my God!" Ucapnya dengan frustasi saat melihat ada cairan bening yang keluar dari sela-sela ************ istrinya.
Dengan segera Rigel menggendong tubuh istrinya dan memanggil pengawalnya yang berjaga untuk membawa mereka menuju rumah sakit.
" Hubungi Felix untuk menyiapkan ruangan istri ku di rumah sakit. Aku ingin semuanya siap saat kami sampai." Pengawalnya langsung menyiapkan keperluan Belle dan menghubungi Felix untuk melaksanakan perintah dari tuan mereka.
Rigel sendiri semakin panik saat melihat Belle yang menahan rasa sakit karena anak mereka yang sudah tidak sabar ingin melihat dunia ini.
" Chéri, aku mohon bertahanlah. Sebentar lagi kita akan sampai." Rigel terus memeluk tubuh istrinya dan menggenggam erat tangan Belle yang dia tau tengah menahan kesakitannya.
Dia juga sudah merasa bahwa inti tubuhnya saat ini semakin membesar dan seperti ada yang ingin keluar dari inti tubuhnya.
" Lebih cepat lagi. Cari rute yang lebih cepat dari ini." Ucap Rigel yang memberi perintah pada pengawalnya yang mengendarai mobil mereka saat ini.
" Bee, anak kita sudah ingin keluar. Tolong buka dalaman ku."
" Tidak Belle, tidak! Ku mohon jangan tolong tahan sebentar lagi kita akan sampai."
" Tolong Bee, aku sudah tidak tahan lagi." Belle semakin gelisah hingga dia membuka ********** begitu saja.
__ADS_1
Bahkan dia juga sudah bersiap untuk mengejan namun Rigel kembali berteriak pada istrinya.
" Jangan Belle jangan sekarang ku mohon. Aku benar-benar tidak bisa melihat mu seperti ini." Bukannya mendengar apa yang suaminya katakan, Belle malah semakin mengejang menuruti apa yang di inginkan anak mereka saat ini.
" Cepat kemudikan mobilnya lebih cepat lagi sialan!" Teriak Rigel lagi pada pengawalnya.
" 2 menit lagi kita sampai tuan dan Felix sudah menunggu di sana." Jawab pengawalnya.
Rigel bisa bernafas lega mendengar jawaban dari pengawalnya yang mengatakan dua menit lagi karena itu tidak terlalu lama.
Tapi melihat istrinya yang seperti itu membuat Rigel langsung mual dan ingin muntah saat itu juga.
" Bee, eeeggghhhhh...." Belle menggeram tertahan saat merasakan anaknya semakin ingin keluar.
Tepat saat mereka sampai di rumah sakit, tim perawat dan dokter yang sudah menunggu kedatangan mereka langsung menghampiri mobil Rigel.
Brugh...
Rigel keluar dari dalam mobil dengan keadaan kedua kakinya yang lemas.
" Oh my God!" Ucap tim dokter itu saat mendengar suara tangisan bayi dan bayi itu yang sudah di pegang oleh ibunya dengan tali pusar yang masih menyatu dengan plasentanya.
" Dokter, anak ku sudah lahir." Ucap wanita yang baru saja melahirkan seorang bayi gembul itu.
__ADS_1
...💙💙💙...