
Sebenarnya, Rigel paling malas dengan yang namanya pesta seperti ini.
Jika tadi pesta ala anak muda, Rigel tidak akan berpikir dua kali untuk pergi menghadirinya.
Tapi ini acara orang tua dan para rekan bisnisnya yang membuat Rigel malas dengan semua ini.
" Kau harus tetap pergi menghadiri pesta menyebalkan ini walau aku tidak ingin datang menghadirinya. " Dia menatap pantulan dirinya di cermin yang terlihat sempurna malam ini.
Jas hitam yang di gunakannya tanpa memakai dasi terlihat sangat cocok di gunakannya.
Rigel paling benci dengan yang namanya dasi, maka dari itu dia jarang memakai dasi.
" Mari kita lewati malam ini dan setelahnya kita akan kembali beristirahat dengan dunia. " Rigel pun sudah siap dan pergi ke acara pesta pernikahan salah satu anak rekan bisnisnya.
Dia memilih pergi dan akan segera kembali karena di tidak ingin berlama-lama di acara pesta tersebut.
Rigel pergi ke acara pesta tersebut dengan penampilan yang sudah sangat luar biasa menurutnya
Tidak banyak yang akan di lakukan ya di pesta tersebut karena nantinya dia akan mengucapkan selamat dan langsung pulang begitu sudah selesai.
Brugh...
Rigel menabrak seseorang wanita tanpa dia lihat sedikit pun karena itu tidak tertarik dengan siapa yang ditabraknya saat ini.
" Hey! Seharusnya kamu meminta maaf setelah menabrak seseorang. " Rigel berhenti melangkahkan kedua kakinya tanpa melihat siapa yang dia tabrak.
" Dalam keluarga ku kami di larang keras untuk meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah kami perbuat, dan apa yang terjadi tadi bukan karena kesalahan ku. Seharusnya kau yang berjalan dengan baik saat menggunakan gaun dengan potongan Sheath seperti itu, jadi bukan salah ku jika kau terjatuh di depan ku karena aku tidak menyentuh mu sedikit pun. " Rigel langsung pergi meninggalkan wanita itu.
Dia menuju tempat dimana kedua mempelai berada dan dia langsung menentukan selamat untuk mereka.
Pesta ini benar-benar membuatnya muak, maka Rigel ingin segera mengakhiri semua ini.
Sementara gadis yang menabrak Rigel tadi sudah kembali pada kedua orang tuanya setelah dia mengangkat ponselnya tadi.
Tapi saat dia kembali pada kedua orang tuanya, Tiba-tiba dia melihat pria yang sangat di kenalnya.
__ADS_1
Dia tidak mungkin salah mengenali pria itu karena dia sangat mengingat siapa sosok yang di lihatnya tadi.
Dan dari apa yang di lihatnya, itu seperti pria yang menabraknya tadi, Maka dia mengatakan pada Mommy-nya untuk ke toilet sebelum dia kehilangan jejak pria tadi.
"Itu terlihat seperti--" Ucapnya dalam hati.
Tidak ingin kembali kehilangan pria itu maka dia mengejarnya.
Awalnya Cristal menawarkan untuk menamai putrinya, Namun Belle langsung menolaknya begitu saja.
Dengan meyakinkan Mommy dan Daddy-nya, Belle pun langsung mencari keberadaan pria yang menarik perhatiannya tadi.
Namun saat Belle menemukannya, Dia melihat pria itu seperti tengah berbincang di ponsel dengan seseorang.
Setelah merasa pria itu selesai dengan ponselnya, Belle pun memberanikan diri untuk mendekati pria yang memakai setelan jas hitam lengkap itu.
" Hallo..." Pria tadi pun langsung berbalik arah dan menatap pada Belle.
Belle memberikan senyum terbaiknya berharap pria itu membalas sapaannya. Tapi sayang, Apa yang di harapkan Belle tidak terjadi sama sekali dan malah sebaliknya.
" Kau masih di bawah umur tapi pakaian yang kau kenakan tidak sesuai dengan usia mu. " Belle pun menatap pakaiannya dari atas hingga bawah.
Menurutnya tidak ada yang salah dari gaun malam yang dikenakannya. Hanya saja memang bagian talinya sangat kecil dan hanya di tutupi oleh rambut blonde miliknya.
" Maksud kamu ? " Tanya Belle yang merasa omongan pria itu kurang menyenangkan menurutnya.
" Lupakan !" Pria itu langsung hendak pergi meninggalkan Belle.
Melihat mobil itu sudah datang di dekat mereka membuat Belle langsung mencegahnya.
Setidaknya Belle harus tau siapa nama pria itu agar dia tidak penasaran lagi.
" Hey, Tunggu. Aku ingin berkenalan dengan mu. " Pria itu menatap datar pada tangan Belle yang berani memegang lengannya.
Sadar akan tatapan pria itu membuat Belle langsung melepaskannya begitu saja saat melihat tatapannya tidak senang.
__ADS_1
" Maaf, Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja--"
" Permisi. " Pria itu langsung meninggalkan Belle setelah Belle melepaskan tangannya.
Belle yang tidak mendapatkan hasil dari apa yang di inginkan ya pun merasa kecewa.
Apa dia tidak menarik hingga pria itu tidak menatapnya sedikit pun.
Biasanya para pria ingin dekat dengannya walau hanya berteman saja.
Tapi kini bahkan pria itu langsung meninggalkannya tanpa pamit dan memberikan namanya.
" Dia begitu dingin, Tapi sayangnya aku suka. " Tersenyum bahagia.
Setidaknya dia bisa kembali bertemu dengan pria itu. Walau tidak mengetahui siapa namanya, Tapi Belle yakin bahwa suatu saat nanti mereka akan kembali bertemu dan siapa tau mereka akan berjodoh nantinya.
" Aku kan anak yang baik. Aku juga rajin beribadah pada Tuhan dan berbagi dengan orang yang membutuhkan dan melihat mereka tersenyum adalah kebahagiaan untuk ku. Jadi aku yakin jika Tuhan tidak akan mungkin membuat ku sakit hati karena mendapatkan pria yang tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan. " Masih tersenyum untuk menyemangati dirinya sendiri walau rasanya juga ada sedikit perasaan sesak di dadanya saat pria itu tidak meliriknya sedikit pun.
" Karena kata Mommy Cristal, Tuhan pasti tau apa yang kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan. Karena apa yang kita inginkan belum tentu menjadi yang kita butuhkan. Jadi aku percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah salah memberikan kebahagiaan untuk umatnya. " Berusaha baik-baik saja dan kembali ke tempat pesta.
Baru saja Belle kembali ke tempat pesta, Dia sudah bertemu dengan Mommy dan Daddy-nya yang terlihat panik. Mungkin karena mencarinya.
" Syukurlah kamu di sini nak. Mommy mencari kamu ke toilet tapi tidak ada. " Crystal langsung memeluk putrinya begitu juga dengan Ars.
Dia juga sudah ketakutan saat mendapatkan kabar dari istrinya bahwa Belle tidak ada di toilet, maka mereka memutuskan untuk mencari putri cantik mereka.
" Hehehe...Belle keluar sebentar Mom, Dad. Di dalam berisik dan Belle tidak nyaman. Lagi pula Belle baru bertemu calon jodoh Belle. Ya walau Belle juga tidak tau namanya, tapi Belle akan berdoa pada Tuhan dengan rajin agar Tuhan kembali mempertemukan Belle dengan calon jodoh Belle nanti. " Ars dan Crystal saling menatap satu sama lain hingga membuat mereka bertanya-tanya apa yang di maksud Belle tentang jodoh.
" Jodoh apa Belle? Jangan macam-macam Sayang. Kamu tidak boleh sembarangan memilih Jodoh. "
" Belle tidak sembarangan Dad. Insting Belle mengatakan bahwa dia adalah pria yang baik. Walau sikapnya terlalu dingin, tapi Belle akan berusaha untuk menghangatkannya nanti. " Berseru dengan yakin seolah dia akan memenangkan hati pria itu.
Pria yang memiliki wajah datar dan dingin seperti musim salju.
...💙💙💙...
__ADS_1