Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Pulang


__ADS_3

Sudah seminggu Belle dan Rizal menghabiskan waktunya untuk tinggal di kota London karena acara pernikahan Elle yang juga tidak dihadiri mereka karena Belle yang tidak sehat.


Dan beruntungnya semua keluarga mengerti dan paham akan keadaan itu. Tapi kini, mereka sudah tidak bisa lagi berlama-lama di kota London karena Belle juga memiliki segudang aktivitas dan juga Rigel yang sama.


" Kenapa menangis?" Tanya Acher pada istrinya.


Aurin menangis setelah Belle dan Rigel pergi dari rumah utama untuk kembali ke Paris.


" Aku sudah merasa sangat nyaman bersama Belle dan kini aku tidak memiliki teman lagi. Siapa yang akan bercerita di sini? Elle juga sudah menikah dan sebentar lagi dia akan pergi ke Indonesia untuk tinggal bersama suaminya. Kamu sibuk bekerja lalu aku bersama siapa?" Tanya Aurin pada suaminya.


Acher paham apa yang dirasakan istrinya saat ini. Perasaan ibu yang hamil dan ibu menyusui itu sangat sensitif.


Acher datang dan memberikan pelukan pada istrinya. Dia tau apa yang di rasakan Aurin saat ini pasti sangat kesepian.


" Maafkan aku yang terlalu sibuk dan tidak bisa terus memperhatikan mu. Aku hanya bisa minta maaf atas apa yang telah terjadi pada kita." Ucap Acher pada istrinya.


Dia sangat menyesal karena apa yang terjadi pada kehidupan mereka saat ini dialah menyumbang terbesarnya. Jika Aurin merasa kesepian dan kesendirian itu semua karena Acher yang terlalu sibuk bekerja.

__ADS_1


Dia tidak bisa mengabaikan perusahaan begitu saja karena adik-adiknya masih sekolah di luar negeri sementara hanya dia yang bisa memimpin perusahaan pusat yang ditanganinya saat ini.


" Kenapa minta maaf? kamu tidak salah. Hanya saja memang aku merasa sangat kesepian. Andai saja para pelayan itu bisa diajak berteman mungkin aku tidak akan merasa kesepian seperti ini. Setiap kalau aku ingin mengajak mereka berteman mereka sangat seperti menjaga jarak dariku."


" Mereka bukan menjaga jarak An, mereka itu menghargai dan menghormati kamu sebagai tuan rumah. Mereka tidak ingin disebut atau dicap kurang ajar jika orang lain melihatnya. Setidaknya hargai mereka yang telah berteman denganmu walau tidak sedekat yang kau inginkan." Jelas Acher.


Aurin pun mengangguk di dalam pelukan suaminya.


Entahlah, usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 9 dan sebentar lagi dia akan melahirkan tapi tetap saja ngidamnya masih ada.


Di saat mereka tengah bercerita tentang masa-masa yang telah mereka lewati tiba-tiba saja Aurin merasa perut bagian bawah miliknya kram.


" Aurin, kamu kenapa?" Tanya Acher yang panik saat melihat istrinya yang memegangi perutnya seperti itu.


Wajahnya terlihat seperti menahan kesakitan. Keringat dingin mulai keluar dari keningnya dan itu semakin membuat Acher panik setengah mati.


" Aurin, jangan bercanda dengan ku. Belle sudah pulang jadi jangan terus mengerjai ku seperti ini." Ucap Acher dengan panik.

__ADS_1


Wajahnya benar-benar panik saat ini dan dia tidak tau harus melakukan apa saat ini.


" Sa-sakit Ace, sakit..." Pikirannya semakin kalut.


Acher berteriak memanggil pelayan rumah utama dan semua orang langsung datang menghampiri mereka di dalam kamar.


" Cepat telpon rumah sakit aku akan segera sampai membawa istriku. Aku memastikan bahwa istri dan anakku akan baik-baik saja nantinya." Acher pun langsung menggendong tubuh istrinya turun dari tempat tidur dan menuju mobil mereka.


Saat mereka sampai di bawah mobil sudah disiapkan dan yang membawa mobil adalah Reyden karena hanya dia yang berada di rumah ini.


" Tolong, untuk pertama kalinya aku memohon padaMu tolong bawa aku dan istriku ke rumah sakit secepat mungkin. Istri ku akan melahirkan."


" Ya, aku akan melakukannya." Jawab Reyden pada kakak sulungnya.


Dia pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata karena itu yang diinginkan kakaknya. Sementara di kursi penumpang, Acher terusan memberi kekuatan untuk istrinya bahwa mereka bisa melewati ini semua.


" Sebentar lagi An, sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kita. Aku tahu bahwa kamu adalah ibu yang kuat. Kamu ibu yang hebat untuk anak kita jadi aku mohon bertahanlah."

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2