
Saat kedua pria itu tengah ajak bermain di dalam air kolam renang tiba-tiba saja dua orang wanita berdiri di dekat mereka.
Di mana yang satu wanita Bule dan satu wanita Cina, mereka terus saja mengatakan pada suami mereka yang terlihat sangat bahagia di dalam kolam renang seperti itu.
" Kau lihat itu Belle? mereka terlihat sangat bahagia sekali bisa melakukan hal seperti ini." Ucap Aurin pada Belle ini juga melihat bagaimana suaminya bersama saudara kembarnya itu bermain air.
Tidak hanya bermain air di dalam kolam renang itu, tapi mereka juga bermain gendong-gendongan dan itu terlihat sangat membahagiakan sekali.
" Apa begini rasanya memiliki keluarga besar? kita bisa melihat kebahagiaan orang lain yang sangat sederhana seperti ini. Aku tidak pernah memiliki saudara dan tidak tahu bagaimana rasanya memiliki saudara. Aku hanya anak tunggal dan terbiasa hidup sendiri." Ungkap Belle pada Aurin.
Mendengar apa yang Belle katakan membuat Aurin juga merasakan apa yang dirasakan adik iparnya.
__ADS_1
Dia juga anak tunggal dan korban dari broken home. Kedua orang tuanya memilih berpisah dan memiliki kehidupan masing-masing lagi.
" Setidaknya tidak merasakan bagaimana rasanya menjadi korban broken home. Dulunya aku juga sepertimu, aku adalah anak tunggal dari keluargaku namun tiba-tiba saja suatu saat aku harus dihadapkan dengan berita perceraian kedua orang tuaku dan aku harus menerima bahwa kedua orang tuaku sudah memiliki kehidupan masing-masing dengan keluarga mereka yang baru. Aku dipaksa untuk menerima kenyataan ini dan rasanya itu sangat sulit." Belle dan Aurin menceritakan kehidupan mereka.
Ternyata mereka dua banyak memiliki kesamaan tapi berbeda cara pemahaman. Belle menanggapi semua itu yang terjadi padanya dengan santai tapi tidak dengan Aurin.
Dia memilih pergi meninggalkan keluarganya dan hidup sendirian tanpa dampingan mereka berdua.
Sementara Belle, dia bertahan pada kedua orang tuanya walaupun kenal dengan kekangan dari sang Daddy.
Dia pun menghampiri Aurin dan memberikan pelukan hangat miliknya. Dia seperti ikut merasakan apa yang tengah dirasakan wanita hamil itu.
__ADS_1
" Tapi, sekarang kita memiliki keluarga yang hebat. Kakak memiliki suami yang tampan dan juga menyayangi kakak dengan tulus. Lupakan semua masa lalu yang sangat menyakitkan itu dan jangan pernah lagi mengingatnya. Suami ku selalu mengatakan padaku bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Belum tentu apa yang kita inginkan menjadi apa yang kita butuhkan dan itu yang dikatakan Mom Starla pada anak-anaknya." Keduanya sama-sama merasakan kenyamanan dan kecocokan dalam berbicara seperti ini. Sayang, mereka terpisah jarak karena Belle dan Rigel tinggal di Paris sementara dia dan suaminya tinggal di London.
Bahkan Aurin dan Acher tinggal di rumah utama keluarga Alexander karena itu memang perintah langsung dari Opa Alexander.
" Datanglah ke Paris. Kita akan berbelanja banyak dan akan menguras isi dompet para suami kaya itu. Aku mengosongkan jadwalku satu hari full untuk bersamamu dan kita akan menjelajah kota Paris dan membuat mereka miskin." Belle sudah merencanakan banyak hal jika Aurin datang ke kota Paris.
Dia akan mengajak wanita itu berbelanja dan berburu makanan-makanan enak dan menghabiskan uang-uang para suami mereka.
" Aku tidak akan jatuh miskin hanya karena kau ingin berbelanja. Gaya mu saja ingin menghabiskan uangku dan berbelanja tapi kenyataannya tidak ada sebesar pun uang yang kau keluarkan dari atm-ku. Kau ini, aku seperti sia-sia bekerja siang dan malam untuk menafkahi mu tapi kau tidak menggunakan apa yang aku miliki." Tiba-tiba saja suara Rigel sudah terdengar di dekat mereka dan itu membuat Belle kaget bukan main.
" Apa? Kau ingin menyangkal? Apa yang ingin kau sangkal lagi?" Tanya Rigel pada istrinya itu.
__ADS_1
" Hehehe ..aku malas menggunakan debit. Lebih mudah pakai cash saja." Jawaban yang sangat klasik menurut Rigel dan itu menyebalkan sekali menurutnya.
...💙💙💙...