Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Teman Lama


__ADS_3

Brak!


" Bagaimana bisa kalian kehilangan investor seperti ini?" Tanya Rigel pada Felix asistennya.


Di saat dia harus menghadiri acara pertunangan Acher, dia malah mendapatkan masalah seperti ini.


" Mereka mendapatkan kabar bahwa apa yang anda tidak sekopenten kakak anda. " Tangan Rigel terkepal erat saat mendengar jawaban dari Felix.


Bisa-bisanya mereka meremehkannya seperti ini. Tidakkah mereka sadar siapa yang di meremehkannya saat ini?


" Berapa yang di butuhkan untuk produksi?" Felix duduk di depan Rigel dan menjelaskan segalanya bahwa yang mereka butuhkan cukup banyak dan Rigel tidak memiliki uang sebanyak itu.


" Berikan aku waktu beberapa hari untuk menyelesaikan ini sebelum produksi. Aku akan memastikan dananya sampai. " Felix pun undur diri.


Dia bingung harus menghubungi siapa saat ini. Dia tidak mungkin menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan sementara dia membutuhkan dana itu secepatnya.


Di saat dia tengah bingung siapa yang ingin di hubunginya, tiba-tiba saja dia mengingat salah satu teman Daddy-nya yang memiliki bisnis besar di Indonesia dan berteman pula dengan Uncle Matheo.


Maka sebisa mungkin dia meminta Felix untuk menghubungi Satria Arjun Widjaya Diningrat.


Setelah menghubungi teman dekat daddy-nya membuat kembali termenung memikirkan itu semuanya.


Dia tidak takut kalah dan kehilangan 10% saham di Paris, tapi dia tidak akan membiarkan dia kalah karena hal seperti ini.


" Aku adalah keturunan Alexander, aku tidak akan kalah hanya dengan masalah seperti ini." Ucapnya sambil bersandar.


Kedua matanya tertutup, jari-jarinya mengetuk di meja.

__ADS_1


Dan saat dia mulai menenangkan pikirannya, tiba-tiba saja seorang bayangan seorang gadis yang di tolongnya waktu itu kembali terlintas di pikirannya.


" Siapa gadis itu? kenapa aku terus memikirkannya sementara aku juga memikirkan gadis aneh itu. " Rigel langsung membuka matanya saat bayangan gadis nakal itu datang di dalam pikirannya.


" Oh God! Apa ini? " Rigel kembali menggelengkan kepalanya dan terlihat frustasi kenapa wajah anak nakal itu lagi yang membuatnya tidak habis pikir itu.


" Bagaimana bisa aku memikirkan anak nakal itu. Usianya masih muda, tapi bagaimana bisa dia mengatakan bahwa aku calon jodohnya. " Rigel tidak mengerti apa yang ada di pikiran anak muda itu.


Dia menganggapnya hanya cinta monyet ala remaja. Lagi pula kelihatannya dia anak manja.


Mana Rigel mau dengan anak manja seperti itu. Dia menyukai gadis yang mandiri tapi bisa bersikap manja juga saat bersamanya.


Rigel langsung melihat ke arah pintu ruangan kerjanya saat melihat siapa yang masuk.


" Apa Felix?"


" Bawa berkas pengajuan kerja sama kita. Aku juga ingin kamu membawa design mobil yang akan kita luncurkan. Kita akan menemui tuan Satria dan aku akan tunjukan padanya bahwa aku bisa bekerja dengan baik. " Rigel merapikan penampilannya dan dia akan kembali ke London.


Berhubung juga malam ini adalah macam acara pertunangan Acher jadi dia juga harus pulang.


Sementara Sky, yang tengah bersama Satria hanya bisa tersenyum saja.


" Acher memang memiliki ketangkasan dalam berbisnis, tapi putra mu Rigel memiliki strategi dalam berbisnis. " Sky setuju dengan apa yang di katakan sahabat terbaiknya itu bahwa Rigel memiliki strategi untuk berbisnis.


" Dia bisa menganalisa semua masalah dengan baik. Dia bahkan bisa langsung berpikir untuk menghubungi ku. Jika dia mau dia bisa meminta tolong pada keluarganya saja masalah akan selesai semuanya. " Memang semua yang di katakan Satria benar bahwa tidak perlu serepot itu Rigel bisa menyelesaikannya dengan baik.


Tapi tidak, Rigel malah mencari jalan lain agar dia bisa membuktikan pada mereka semua bahwa dia bisa melakukan ini semua tanpa bantuan keluarganya.

__ADS_1


" Dia tengah bertaruh dengan pria sombong dari Spanyol. Dia mempertaruhkan 10% saham Paris di meja pertemuan. Maka untuk itu dia tidak ingin kalah karena Rigel adalah orang yang tidak menerima kekalahan. " Ucap Sky pada Satria dalam pertemuan mereka di sebuah restoran di hotel miliknya.


" Lalu, berapa yang harus ku berikan pada putra mu itu?" Sky meletakan gelas teh hijau miliknya di meja dan menatap Satria dengan tatapan tenangnya.


Entah mengapa dia selalu merasa tenang jika bertemu dengan Satria dan bertukar pikiran seperti ini.


" Jangan memandang ku untuk membantu putraku Satria. lakukan sesuai dengan evaluasi yang bisa kau lihat ke depannya. Lihat progres dan pasar saham untuk membantunya. Jangan karena aku, kau mau membantunya. " Satria selalu saja kagum dengan sosok ini.


Sosok yang telah menjalani hubungan pertemanan dengannya selama puluhan tahun sejak usia mereka masih sama-sama remaja.


" Kau tau Sky, aku sangat mengagumi bagaimana caramu menjalani hidup. Kau bisa bangkit dari belenggu masa lalu mu dan hidup dengan bahagia bersama Starla. Bintang mu yang indah itu. " Sky hanya tersenyum saja saat mendengar apa yang di katakan Satria padanya.


" Kehidupanmu jauh lebih berwarna dari kehidupan ku. Kau memiliki banyak anak yang luar biasa sementara aku hanya memilki satu orang putra yang kadang tingkahnya sangat luar biasa. Kau tau bagaimana Arka bukan?" Sky paham betul dengan apa yang di ceritakan Satria saat ini karena memang benar.


" Yang kau lihat hanya senangnya saja, kau tidak tau apa yang aku rasakan. Kau tidak tau bagaimana aku harus tegang urat setiap hari karena memikirkan ulah mereka dulu. Dan sekarang pun aku harus memastikan bahwa dari ke-enam anakku tidak ada yang merasa bahwa kasih sayang ku berbeda. Aku tidak ingin anak-anak ku merasakan apa yang pernah kurasakan karena Papa ku yang terlalu menyayangi Jupiter hingga membuat Raina dan Cloud merasa di curangi. " Satria tidak mengerti dengan apa yang Sky rasakan karena dia tidak memiliki saudara.


" Seharusnya kau bersyukur memiliki banyak saudara. Kau tidak harus sendirian, Lalau bagaimana jika kau menjadi aku yang menandai anak tunggal dan istriku pun hanya memiliki satu saudari dan mereka tidak akur. " Sky tertawa mendengar Satria berkeluh kesah dengan apa yang mereka rasakan.


" Aku juga berpikir, bagaimana jika aku menjadi anak pertama yang memiliki 4 adik, dan lebih parahnya berbagai macam karakter. "


" Nah, aku tidak jamin jika kau bisa tidur dengan tenang jika kau menjadi saudara dari adik-adik ku yang luar biasa ini. " Mereka berdua saling tertawa mengingat masa lalu dan menceritakan kisah mereka yang mencengangkan itu.


" Aku rasa, sebentar lagi anak ku akan sampai, dan semoga kau bisa menghadapinya dengan baik. Rigel bisa membaca gerak-gerik seseorang dan mengetahui apa isi pikiran mu. "


" Seperti mu kah?" Sky tersenyum saja.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2