Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Gempar


__ADS_3

Belle pun langsung pergi menuju kampusnya setelah suaminya pergi bekerja dan dia juga memulai harinya.


Hari barunya sebagai mahasiswi yang sudah berstatus seorang istri.


Tidak ada yang salah untuk itu dan Rigel juga tidak perduli dengan semua itu karena memang itu kenyataannya di hubungan mereka berdua.


" Pulang saja. Aku akan meminta jemput kalian atau suami ku nanti jika jam ku sudah selesai." Ucap Belle pada supir yang bertugas untuk mengantarkannya pagi ini ke kampus.


Bukan hanya ke kampusnya saja, gali kemana pun Belle pergi dia akan di temani oleh supir itu.


" Saya tidak bisa jika bukan perintah langsung dari tuan Rigel, Nona." Jawab supirnya tersebut.


" Tapi aku-- sudahlah. Aku akan menghubunginya nanti dan biar dia yang bicara dengan mu." Supirnya mengangguk dengan mantap.


Itu lebih baik dari pada dia harus di tembak oleh pria berwajah malaikat tapi hatinya juga seperti malaikat. Tapi malaikat pencabut nyawa.


Belle pun pergi ke dalam area kampus dan meninggalkan supirnya.

__ADS_1


Saat dia masuk ke dalam kampusnya, Viola kembali berulah dengan menghadang langkahnya.


Dia masih tidak terima dengan hubungan Rigel dan Belle. Mereka menikah saja Viola sudah kesal dan tidak terima, lalu apa lagi ini?


Mereka sudah menikah dan pernikahan mereka di gelar dengan sangat mewah. Apalagi saat desainer kenamaan paling terkenal di kota Paris yang memotong gaun berwarna kuning yang di kenakan Belle di cara resepsinya.


Sungguh, hal itu semakin membuatnya kesal dan marah dengan semua kenyataan ini.


" Permisi..." Belle hendak melewatinya begitu saja tapi Viola menghentikannya.


" Kau merasa menang sudah menikah dengannya?" Belle tersenyum saat mendengar pertanyaan dari Viola yang membuatnya ingin tertawa saat itu juga.


" Biar aku tunjukan padamu, yang kuning ini adalah cincin lamarannya dan yang putih adalah cincin pernikahan kami. Lalu yang biru sebelah sini,-" Tunjuknya pada jari manis di tangan sebelah kanannya lagi.


" Ini adalah cincin pemberian Mommy mertua ku karena kami calon menantu perempuannya mendapatkan hal yang sama dengan model yang berbeda. Tolong di garis bawahi jika semua ini adalah berlian asli. Jika kau berpikir ini palsu, berarti kau meragukan kemampuan dan nama besar keluarga SUAMI KU!" Belle sengaja menekan kata suami di penjelasannya kali ini pada Viola lalu pergi begitu saja.


Dia telah puas dan berhasil membuat Viola malu dan kalah telak darinya.

__ADS_1


Di saat Belle yang tengah berhasil menghadapi Viola, di sisi lain suaminya itu tengah menjadi bahan pembicaraan banyak orang.


Bagaimana tidak jika pipi pemimpin perusahaan mereka yang baru saja melepas masa lajangnya kini di hiasi oleh bekas lipstik sang istri.


Rigel sendiri yang awalnya menatap biasa saja pada para karyawannya namun, kali ini tidak bisa di pungkiri lagi jika dia merasa tertekan dengan pandangan mereka yang terlihat menatap aneh padanya.


" Aku menggaji dan membayar kalian dengan mahal tidak untuk memperhatikan ku seperti ini. Jika sudah muak bekerja di perusahaan ku silahkan bawa surat pengunduran diri kalian ke meja kerja ku dan pergi dari sini setelah mendapatkan hak kalian." Mereka semua tertunduk takut dan tidak berani lagi menatap bos mereka.


Rigel sendiri pergi ke ruangan kerjanya setelah memberikan ancaman seperti itu pada karyawannya.


Saat dia sampai di ruangan kerjanya, dia juga menatap tajam pada Felix yang terlihat memperhatikannya seperti itu juga. Persis seperti yang karyawannya lakukan tadi.


" Kau juga ingin ku pecat? Kenapa kau menatap ku seperti itu?" Tanya Rigel dengan sengit pada Felix.


Pria yang di hardiknya tadi tidak berani menjawab dan hanya berani menunjuk pipinya sendiri lalu menunjuk ke arah Rigel.


Melihat kode dari Felix seperti itu membuat Rigel langsung memegang pipinya sendiri dan melihat bekas di jarinya.

__ADS_1


" Beauty Daserina Antony Gilbert...!" Teriak Rigel saat mengetahui bahwa pipinya ada bekas lipstik dari wanita itu.


...💙💙💙...


__ADS_2