
" Hah!" Rigel menghempaskan tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya.
Dia merebahkan tubuh lelahnya di sana setelah berolah raga tadi.
" Aku rasa sudah lama aku tidak bergerak dan hanya bermalas-malasan saja di tempat tidur ku. " Ucapnya sambil menatap ke arah langit-langit kamarnya saat ini.
Dia hanya tinggal sendirian di rumah mewah di kawasan elit pusat kota Paris. Dia hanya tinggal sendirian dan hanya akan ada pelayan yang selalu datang di pagi hari dan pulang sore hari sebelum dia pulang bekerja.
Rigel benar-benar menjalani hidupnya dengan mandiri. Rumah mewah minimalis ini memang di pilihnya dari sekian banyak tempat tinggal yang di miliki keluarga besarnya.
Menurut Rigel, tempat inilah yang terbaik untuknya dari sekian banyak tempat yang mereka miliki.
" Apa yang akan ku makan malam ini?" Gumamnya lagi.
Dia bangkit dari tempat tidurnya dan duduk di sana sambil menatap ke luar jendela balkon kamarnya.
Tak berlangsung lama Rigel dalam posisinya, dia pun kembali melangkahkan kakinya sambil menikmati sore hari di pusat kompleks perumahan mewah yang berada di pusat kota Paris.
Satu balkon kamarnya pun dia bisa melihat bagaimana bangunan kokoh dan megah yang menjulang tinggi itu di sana.
Tatapannya lurus ke depan, dan entah apa yang tengah di pikirannya saat ini.
" Aku merasa hidupku jauh lebih baik tinggal di kota menyebalkan ini. Kenapa mereka menjuluki tempat ini sebagai kota romantis sementara aku terbelenggu di dalam kesakitan yang ku buat sendiri. " Rigel mentertawakan dirinya sendiri yang terlihat menyedihkan menurutnya.
" Mereka bahkan meragukan kemampuan ku dalam berbisnis. Miris sekali bukan?" Di saat Rigel dengan segala pemikirannya, ponselnya berdering dan itu panggilan masuk dari Daddy-nya.
Tanpa ragu Rigel menjawab panggilan tersebut.
" Halo Dad..."
" Finally... I hear your voice again. " Rigel hanya bisa menghembuskan nafasnya panjang saat mendengar suara siapa ini.
Ini adalah Acher, saudara kembarnya.
" Apa yang ingin kau katakan." Acher cukup terkejut dengan perubahan dari adiknya.
Dia tidak menyangka jika Rigel bisa berubah secepat ini.
__ADS_1
Tidak pernah terlintas dipikirkan Acher bahwa Rigel bisa begitu cepat berubah. Apa ini karena rasa sakit hatinya?
" Sorry..."
" Apa yang kau katakan? maaf untuk apa?" Tanya Rigel yang sebenarnya juga dia sudah tau bahwa saat ini kakaknya tengah merasa bersalah padanya.
" Aku rasa kau tidak melupakan semuanya, bahwa keluarga kita sangat menantang kata maaf. "
" I know, tapi aku memang ingin meminta maaf padamu tentang semua ini. Aku tidak bisa mengalah lagi sekarang. " Rigel terdiam.
Dia tau bahwa cepat atau lambat ini semua akan terjadi. Rigel tidak bisa terus-terusan bersembunyi dan lari dari masalah ini.
" Selamat, Kau pantas bahagia bersama Aurin. " Walau berat dia juga harus bisa mengatakan ini pada Acher karena memang mereka pantas dan berhak untuk bahagia.
" Aku akan menikah sebentar lagi, dan aku yakin bahwa Daddy sudah mengatakan padamu tentang pesta pertunangan ku nanti karena aku ingin kau datang. "
" Aku tidak berjanji. Saat ini aku tengah sibuk dan belajar bisnis untuk menandingi mu. Mereka banyak yang meremehkan ku dan tidak percaya bahwa aku bisa mengalahkan mereka. Jadi jangan terlalu berharap bahwa aku akan datang di acaramu nanti. " Walau sedikit kecewa dengan jawaban Rigel, tapi Acher berusaha untuk tidak menunjukan rasa kecewa itu karena dia tidak ingin membuat Rigel semakin merasa tersakiti disini.
" It's oke. Aku bisa memakluminya. " Jawab Acher.
Dia berusaha untuk tetap tenang, berharap Rigel bisa datang walau dia sudah mendengar sendiri dari saudaranya itu bahwa Rigel tidak yakin bisa datang atau tidak.
" Kau gila! Bagaimana jika Daddy tau ini?" Acher tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan Rigel.
Bisa-bisanya dia mempertaruhkan saham Sky Ax Corp from Paris pada pria itu.
" I know, but he challenged me. " Jawab Rigel dengan sombong.
Dia memang paling benci di tantang dan itu membuat dirinya semakin merasa tertantang untuk semua itu.
" Lalu bagaimana jika Daddy tau?"
" Bahkan mungkin saat ini Daddy sudah mengetahuinya bahwa kau memakai ponselnya. " Acher pun mencoba mencari keberadaan Daddy-nya saat ini dan benar saja apa yang katakan Rigel padanya.
Ternyata Daddy-nya sudah berada di belakangnya saat ini dengan kedua tangan yang terlipat di dadanya sambil menatap datar ke arah Acher.
" Kau sudah menemukannya?"
__ADS_1
" Tapi bagaimana bisa kau mengetahui semua ini?" Acher masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Rigel padanya tentang keberadaan Daddy mereka.
" Sudahlah, kau hanya di berkati dengan otak pintar mu dalam berbisnis, tapi tidak dengan startegi perang. Jadi, kau tidak bisa memprediksi semua ini dengan baik. "
Tut!
Rigel sudah mematikan sambungan telponnya saat mengetahui bahwa pasti pria bernama Galaxy Sky Alexander sudah berada di dekat Acher.
" Dad..," Acher pun meletakan ponsel Daddy-nya yang di pakainya tadi di meja kerja pria itu.
" Sudah selesai bicara dengan Rigel?" Acher menganggukkan kepalanya.
" Rigel tengah bertaruh dengan pria bernama Arsya Antoni Gilbert, dia mempertaruhkan saham Sky Ax Corp from Paris sebanyak 10%. " Sky hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan.
Dia tau apa yang di lakukan putra keduanya itu, karena Rigel memang sudah melakukan itu.
" Biarkan dia melakukan itu pada pria berdarah Turki Spanyol itu. Biarkan Rigel menjalankan bisnis itu dengan caranya. Lagi pula 10% saham Paris tidak seberapa dengan saham inti, jadi biarkan saja. " Sky sudah mengetahui semua ini karena apapun yang di lakukan Rigel, dia pasti mengetahui segalanya.
Termasuk soal saham 10% itu.
" Sekarang, bersihkan diri kamu karena malam nanti kita akan bicara dengan keluarga Aurin tentang pertunangan kalian dan membicarakan pernikahan kalian setelah ini. Sesuai dengan apa yang kamu katakan, kamu tidak ingin bayi kecebong mu tumbuh dan berkembang biak di saat kedua orang tuanya tidak memiliki hubungan apapun. " Acher setuju dengan apa yang di katakan Daddy-nya karena memang dia menginginkan hal seperti itu.
" Baik Dad, Ace akan bersiap segera. " Acher pun pergi meninggalkan Daddy-nya dan bersiap untuk acara nanti malam.
Sementara Sky, dia langsung melihat ponselnya yang baru saja bergetar menandakan bahwa ada pesan yang masuk.
" Arsya Antoni Gilbert, pengusaha besar yang menguasai pasar saham Spanyol. Memiliki istri bernama Crystal Ayana Bridge seorang putri pewaris rumah sakit besar di Spanyol. Mereka memiliki seorang putri bernama Beauty Daserina Antoni Gilbert yang tengah menempuh pendidikan di Universitas ternama kota Paris. " Dia membaca semua berita ya g diterimanya saat ini.
Bahkan foto keluarga lengkap pria bernama Arsya Antoni Gilbert itu bersama anak dan istrinya.
" Bule, tapi ini tidak terlalu buruk jika bersanding dengan Rigel. " Ucap Sky setelah melihat putri dari pria yang menantang Rigel.
" Beauty Daserina Alexander, aku rasa itu tidak buruk. " Entah rencana apa yang tengah di rencanakan pemilik langit terindah klan Alexander itu setelah melihat gadis cantik berambut blonde itu.
Tapi yang pasti, itu bukan rencana jahat.
__ADS_1
...💙💙💙...