
Acher langsung menuju ruangan bersalin saat Aurin di semakin merasakan kesakitan dan air ketubannya sudah pecah.
Acher menyuruh aurin untuk melakukan operasi sesar saja, tapi istrinya itu menolaknya dengan keras karena wanita itu ingin melahirkan secara normal.
Lagi pula semua dinyatakan sehat oleh dokter saat mereka terakhir kali melakukan pemeriksaan lalu kenapa harus dia menjalani operasi jika semuanya sehat?
" Aku mohon, sudah ini semua dan ayo kita operasi saja. Aku aku tidak ingin melihatmu merasakan kesakitan seperti ini." Ucap Acher pada istrinya karena jujur dia tidak kuat melihat Aurin yang kesakitan dan berjuang untuk melahirkan anak mereka.
Sementara Aurin sendiri, dia kembali menolak saat suaminya mengatakan bahwa mereka akan menjalani operasi caesar.
" Aku baik-baik saja Ace, jangan terus mengatakan padaku untuk melakukan operasi. Aku melakukannya jadi aku mau hentikan semua ini." Acher menghembuskan nafasnya dengan berat.
Melihat Aurin dengan semua proses yang akan dilewatinya untuk melahirkan anak mereka membuat Acher semakin mengerti bagaimana caranya harus mencintai seorang wanita.
Seorang pria hanya bertanggung jawab sebagai suami dan kepala keluarga untuk bekerja dan menafkahi keluarganya. Tapi, seorang wanita memiliki dan memikul beban yang berat sebagai seorang istri.
Mereka hanya melihatnya sebagai seorang wanita yang tidak bekerja dan duduk di rumah saja. Tapi apa yang dilakukan seorang pria tidak akan pernah bisa menggantikan dan menebus semua rasa sakit yang dirasakan seorang wanita saat berjuang untuk melahirkan anak mereka.
" Sshhh...Sakit Ace..."
__ADS_1
" Jika kamu memutuskan untuk melahirkan secara normal aku mohon bertahanlah. Kita akan segera bertemu dengan anak kita." Acher menggenggam tangan istrinya saat Aurin kembali merasakan sakit yang seperti itu hebat datang menerjangnya.
" Pembukaan lengkap Tuan, Nyonya." Tim dokter dan perawat yang bertugas untuk membantu proses melahirkan Aurin sudah bersiap.
Apalagi saat Aurin semakin meremas tangannya, itu menandakan bahwa lebih sakit dari yang pertama dirasakan oleh istrinya.
" Sedikit lagi Nyonya, Kepalanya sudah kelihatan." Aurin menarik nafasnya dalam-dalam sesuai dengan instruksi dari perawat yang menanganinya.
" Ace, sakit sayang..." Air matanya mengalir dengan deras saat dia mengatakan sangat sakit sekali.
" Aku mohon bertahan lah An, aku tau kau ibu yang kuat." Acher berusaha menguatkan istrinya untuk bertahan dengan semua rasa sakit ini.
Terdengar suara tangisan bayi yang sudah dilahirkan istrinya tersebut. Saat mendengar suara tangisan dari anaknya, membuat seluruh tubuh Acher bergetar hebat.
Air matanya mengalir dengan deras saat dia melihat wajah anaknya. Apalagi saat mengetahui jenis kelamin anak mereka adalah seorang perempuan.
Acher tidak pernah mempermasalahkan gender untuk anak mereka karena apapun jenis kelamin anak mereka itu adalah yang terbaik untuk mereka.
" Terima kasih Tuhan, terima kasih karena telah memberikanku dua malaikat yang begitu cantik di dalam hidupku. Terima kasih Aurin, aku mencintai mu." Ucap Acher dengan mencium kening istrinya.
__ADS_1
Keduanya sama-sama menangis, mereka menangisi apa yang telah mereka dapatkan saat ini.
Tangis harus bercampur kebahagiaan,Acher dan Aurin telah berjuang keras untuk kehidupan mereka.
" Selamat datang di dunia ini sayang, Selamat datang putri Daddy, Celine Anastasia Alexander Guero." Ucap Acher dengan air mata yang mengalir.
Kedua tangannya bergetar saat menerima putri kecilnya.
Wajah cantiknya, mata sipit, alis yang tebal, bibir yang kecil berwarna merah, Acher benar-benar merasa bersyukur dengan semua itu. Semua kebahagiaan yang didapatnya saat ini bersama Aurin.
Di luar sana, salam keluarga mengucap syukur atas kelahiran generasi selanjutnya dari klan Alexander.
Apalagi saat mendengar suara tangisan bayi di ruangan itu, Starla masa bersyukur dengan semuanya.
" Cucu kita sudah lahir sayang, Cucu kita." Starla pun meneteskan air matanya saat mengetahui bahwa cucunya sudah lahir.
Anaknya Acher dan Aurin sudah lahir dengan selamat dan mereka semua ikut merasakan kebahagiaannya.
...💙💙💙...
__ADS_1