Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Pantai


__ADS_3

" Bee, ayo lihat ke sini biar aku akan mengambil gambar mu." Ucap Belle dengan penuh semangat ketika melihat kekasihnya yang terlihat sangat tampan saat di pantai seperti ini.


Mendengar apa yang dikatakan kekasihnya membuat Rigel langsung berpose dan membiarkan gadis menyebalkan itu mengambil fotonya sebanyak yang dia inginkan.



" Aahhh... kekasihku memang tampan." Ucap Belle dengan penuh kebahagiaan.


Dia terus saja mengambil foto Rigel sebanyak yang dia inginkan karena memang kekasihnya itu tidak melarangnya sama sekali.



" Bee, ayo sini lihat foto kamu." Rigel menghampiri beliau yang memanggilnya setelah puas mengambil fotonya.


Dari apa yang Rigel lihat tidak ada satu foto pun yang gagal. Semua yang diambil Belle terlihat sangat jelas dan indah.


" Kau tidak memakai topi. Disini panas sekali tapi kalau tidak merasakan panasnya sedikitpun. Lihat, kulitmu sudah memerah." Rigel menghampiri Belle dan membawa kasihnya itu berteduh di bawah pohon.


Dia membelai pipi Belle, yang terlihat merah karena tersengat sinar matahari.

__ADS_1


" Lihat kulitmu ini. Seharusnya kamu memakai payung atau sunscreen. Kulit mu mudah terbakar Belle. Aku tidak ingin kau pulang ke Paris dalam keadaan kulit yang rusak."


" Tapi ini indah sekali Bee. Aku bahagia berada di sini dan pemandangannya sangat indah. Aku tidak akan melewatkan kesempatanku bisa berlibur di sini. Apalagi aku berlibur bersamamu dan juga keluargamu. Mereka sangat baik dan menerima aku dengan sangat hangat, jadi mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan ini."


" Terlepas dari apa yang kau katakan itu tapi kau harus menjaga dirimu sendiri. Kulit mu belum tentu bisa beradaptasi dengan cuaca di sini. Disini sangat panas sekali Belle, sengatan matahari yang sangat luar biasa."


" Tapi Bee--"


" Belle Please, jangan mendebat ku lagi. Aku melakukan semua ini untuk dirimu. Kau harus menjaga dirimu sendiri. Kau boleh main sesuka hatimu tapi tolong perhatikan kulitmu. Aku takut jika kulitmu sangat sensitif dan tidak bisa beradaptasi di sini. Kulit mu yang seputih susu ini bisa saja menghitam atau tidak memerah karena terbakar oleh sinar matahari." Jelas Rigel.


Belle hanya bisa menurut dengan apa yang kekasihnya katakan. Memang benar apa yang Rigel katakan padanya, kulitnya memang sangat sensitif dan tidak bisa terkena panas seperti ini. Itu sudah terbukti dengan bercak-bercak merah ruam yang keluar di permukaan kulitnya.


" Ayo, Kita bermain itu saja." Rigel mengajak Belle bermain ayunan yang ada di dekat pantai.


" Aku bisa jalan sendiri Bee, tidak perlu menggendong kau seperti ini."


" Jangan banyak bicara. Diam di sana dan aku akan menggendong mu." Rigel sengaja menggendong Belle di punggungnya. Namun, tiba-tiba saja dia memiliki ide jahil hingga membuatnya berlari sekencang mungkin dalam posisi menggendong Belle.


Apa yang dilakukan Rigel saat ini berhasil membuat Belle berteriak histeris dan ketakutan.

__ADS_1


Dia benar-benar takut jatuh karena posisi mereka saat ini.


" Bee, sudah hentikan ini. Nanti kita bisa jatuh jika kamu lari-lari. Aku takut--"


Bugh...


Baru Belle ingin mengatakan pada kekasihnya bahwa mereka bisa saja terjatuh jika Rigel terus melakukan hal itu dan ternyata sudah kejadian.


Dia sudah jatuh hingga menyebabkan mereka terjatuh dan tersapu oleh air ombak.


" Bee...kamu baik-baik saja?" Tanya Belle dengan panik saat dia jatuh menimpa tubuh Rigel.


" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Apa kau baik-baik saja?"


" Aku baik-baik saja Bee, hanya saja--" Belle melihat ke arah sikunya yang terasa perih dan ternyata memang sikunya terluka hingga berdarah.


Melihat itu membuat Rigel langsung panik dan membawa Belle pulang ke hotel mereka saat itu juga.


" Bee, aku baik-baik saja. Kenapa kita pulang? Ini hanya luka kecil."

__ADS_1


" Luka kecil bisa menjadi besar jika tidak langsung di obati. Jadi diam dan jangan banyak bicara!"


...💙💙💙...


__ADS_2