Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Diam


__ADS_3

Rigel terus saja diam setelah pulang dari kampus Belle.


Dia benar-benar merasa kesal saat ini. Bagaimana tidak kesal jika dia di hadapkan dengan Kevin yang sudah berani membuatnya cemburu seperti itu.


" Bee, kamu marah?" Tanya Belle pada kekasihnya yang terlihat jauh lebih dingin lagi padanya setelah kejadian di kampusnya tadi.


" Bee, ayo bicara. Jika kamu tidak bicara aku akan melompat!"


Cit...


Mobil yang di kendarainya berhenti mendadak saat Rigel menginjak remnya dengan penuh hingga membuat Belle hampir tercampak ke depan.


" Aaahhhkkk..." Belle berteriak ketakutan saat Rigel melakukan hal itu.


Rigel langsung memeluk Belle yang ketakutan seperti itu.


Dia bahkan menghembuskan nafasnya dengan berat saat dia sadar bahwa yang dilakukannya saat ini sangat berbahaya sekali.

__ADS_1


Jika itu dirinya, mungkin tidak terlalu di pikirannya lagi. Tapi ini ada Belle bersamanya. Bisa jadi Belle benar-benar terbuka seperti apa yang Kevin katakan tadi.


Mengingat Kevin membuat emosinya kembali berkobar hingga membuat Rigel rasanya ingin meratakan pria itu dengan tanah saat itu juga.


" Sorry..." Ucapnya dengan pelan setelah merasa bahwa Belle sudah jauh lebih baik dan Rigel melepaskan pelukannya.


Melihat kekasihnya yang merasa bersalah terhadapnya pun membuat Belle langsung menggenggam tangan pria itu hingga membuat Rigel langsung menatap pada kekasihnya.


" Aku baik-baik saja oke...Aku tidak kenapa-kenapa." Ucap Belle yang berusaha menenangkan kekasihnya yang merasa bersalah sekali padanya saat ini.


" Ssstt...Jangan mengatakan hal seperti itu lagi." Belle tidak ingin mendengar apapun lagi apa yang di katakan kekasihnya karena dia tau bahwa saat ini Rigel di serang rasa khawatir.


" Aku cemburu! kenapa harus berdekatan dengannya? Aku marah karena kau berdekatan dengannya. Aku marah Belle, aku matah!" Ucap Rigel yang mengungkapkan kekesalan hatinya saat ini.


" Tapi aku tidak berdekatan dengannya. Aku tidak melakukan itu. Dia hany mengatakan pada ku untuk datang ke pesta ulang tahunnya nanti malam. Aku bahkan sudah mengatakan padanya bahwa aku tidak bisa datang karena aku menghargai perasaan kamu. Aku tidak akan pergi ke sana jika kamu tidak mengijinkannya. Aku juga tidak akan pergi jika tidak bersama kamu Bee." Mendengar penjelasan dari Belle semakin membuat Rigel merasa bersalah karena telah menuduh kekasihnya itu.


Cukup lama dia berpikir hingga akhirnya Rigel kembali mengatakan hal yang tidak di sangka oleh Belle sama sekali.

__ADS_1


" Jika kamu ingin pergi maka kita akan pergi! Aku akan menjemput mu nanti malam! jangan pikirkan soal kado untuknya. Aku yang akan mengurusnya nanti!" Ucap Rigel dengan tegas.


Dia sudah memikirkan semua ini. Dia akan menunjukan pada Kevin jika Belle hanya miliknya.


Rigel akan menunjukan kepemilikannya terhadap gadis menyebalkan itu.


" Tapi aku sudah menolaknya Bee. Aku sudah mengatakan bahwa aku menolak untuk datang."


" Tidak masalah! Kita bisa datang ke acaranya. Lagi pula aku penasaran bagaimana dengan pesta seorang pewaris tunggal seperti yang tertulis di undangan tersebut." Belle hanya bisa mendesah pasrah jika Rigel sudah dalam mode seperti ini maka dia tidak bisa melakukan apapun lagi.


Dia hanya bisa menurut saja dengan pria yang masih dalam mode cemburunya itu.


" Terserah kamu saja Bee."


" Memang terserah ku! Lalu mau apa?"


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2