Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Berusaha


__ADS_3

Aurin terus berusaha untuk mencari kabar tentang Acher, bahkan hingga saat ini dia tidak mendapatkan kabar apapun dari pria itu.


Sudah 2 bulan sejak kejadian di mana pagi-pagi buta itu Acher menghubunginya dan memutuskan hubungan yang memang tidak pernah mereka mulai itu.


Tapi rasanya ya tetap saja dia tidak bisa menerima ini semua. Dia ingin bertanya tentang Acher pada Rigel tapi itu tidak mungkin.


Dia takut jika dia bertanya pada Rigel, Rigel akan mengetahui segalanya dan membuat mereka juga semakin rumit.


Aurin sendiri tidak ingin egois, dia selalu belajar dari Acher, bahwa apa yang kita inginkan tidak bisa selalu kita dapatkan. Tapi berusahalah untuk mencari tahu apa yang menjadi dasar akar masalahnya.


Dan kini dia sedang berusaha untuk mencari kebenaran itu. Kebenaran kenapa Acher memutuskan semuanya begitu saja.


Itu yang menjadi pertanyaan utama bagi Aurin saat ini dan itu pula yang menjadi kegelisahan hatinya selama ini.


" Dor!" Melani datang dan mengagetkan Aurin.


Sementara Aurin sendiri, dia langsung tersadar dari lamunannya saat Melani mengagetkannya seperti itu.


" Kenapa sih suka banget ngagetin orang?"


" Kenapa bengong terus sih? aku perhatiin udah beberapa hari ini kamu terus hanya bengong seperti ini. " Aurin hanya bisa mendesah pasrah.


Dia tidak tahu harus menceritakan hal ini pada Melani atau tidak, tapi yang pasti jika dia menceritakan hal ini Melani juga tidak akan bisa memberinya masukan.


Maka dari itu lebih baik lagi memendam ini sendiri sampai saatnya tiba nanti. jika saatnya tiba nanti Aurin akan pergi ke London dan mencari di mana tempat tinggal Acher.


...****************...


Hari terus berganti sampai saat di mana dia bertemu dengan Rigel di suatu tempat, dan ini adalah kesempatan bagus baginya untuk menanyakan tentang di mana Acher berada.


" Rigel...hy..." Aurin yang menghampirinya lebih dulu.

__ADS_1


Dia datang menghampiri Rigel yang baru saja berlipat dari sebuah cafe di London.


Ya, kini Aurin sudah berada di London setelah menyelesaikan pendidikannya dan memberanikan diri untuk terbang ke London demi mencari tau jawaban dari Acher.


Sudah dua tahun sejak kejadian malam itu dan Aurin terus saja mencari tau tentang keberadaan Acher namun tidak pernah menemukannya sama sekali.


Merasa namanya dipanggil pun akhirnya membuat Rigel melihat siapa yang memanggil namanya dan ternyata itu adalah Aurin, wanita yang selalu di bayangkan ya namun sekali pun tidak pernah membalas pesan yang di kirimkan ya.



Rigel masih tidak percaya bahwa dia kembali bertemu dengan gadis itu saat ini.


" Hy..." Aurin merasa ragu untuk menyapa Rigel. Dia merasa bahwa takut saat ini


" Kenapa terlihat gugup? Kau seperti tidak pernah melihat manusia tampan saja. " Ucap Rigel yang selalu bersikap seperti itu.


Aurin merasa bahwa dia seperti melihat Acher dalam bayangan lainnya lagi.


Dia sangat merindukan pria itu namun sepertinya Acher tidak merindukannya sama sekali.


" Kamu yang selalu menolak ku dan tidak pernah membalas pesan dari ku. " Disini Aurin seperti merasakan kejanggalan.


Bukankah dia sudah pernah membalasnya? Lalu kenapa Rigel bertanya bahwa dia tidak membalasnya ?


Aurin masih ingat dengan jelas bahwa saat ini pesannya di baca langsung oleh Rigel.


Tapi tunggu dulu, apa itu Acher yang membacanya?


" Maaf, aku hanya ingin fokus pada kuliah ku saja. "


" Dan kini apakah kuliahmu mu sudah selesai?" Aurin menganggukkan kepalanya karena memang dia sudah selesai dengan kuliahnya.

__ADS_1


Dia sudah lulus menjadi seorang dokter dengan nilai yang cukup memuaskan. Itu sebabnya dia pergi ke London untuk mencari dimana Acher berada.


" Aku sudah selesai dan saat ini tengah mencari pekerjaan. " Seketika senyuman Rigel terbit.


Dia telah merencanakan sesuatu, dia akan memulai pendekatan dengan Aurin saat ini.


" Aku memiliki pekerjaan untuk mu. Sekarang ayo ikut aku. " Aurin pun terpaksa ikut dengan Rigel.


Dia tau bahwa Rigel tidak akan melakukan hal buruk padanya.


" Apa tidak apa-apa aku naik mobil ini?"


" Ahahah...tidak apa karena aku suka saat kau ada di samping ku seperti ini. "


" Hah?" Rigel hanya tertawa saja saat melihat wajah Aurin yang seperti terkejut dengan apa yang dikatakannya tadi.


" Jangan terlalu kaku. Santai saja, cukup Acher yang dingin dan bersikap kaku seperti itu. "


Deg!


Jantung Aurin berdetak kencang saat Rigel menyinggung soal Acher yang sangat dingin sikapnya.


" Apa kabar dengan Acher saat ini?" Rigel melihat sekilas pada Aurin dan kembali fokus pada kemudinya lagi.


" Kenapa tiba-tiba bertanya tentang Acher? Apa kau tidak takut akan membeku jika dekat dengannya?" Aurin tersenyum kaku.


Dia bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan dari Rigel tadi karena memang, baru saja dia merasakan kehangatan Acher malam itu, dan paginya hubungan mereka langsung kandas begitu saja tanpa sisa.


" Aku hanya penasaran saja dengan Prince Ice kampus. Apakah dia sudah memiliki kekasih?" Rigel tertawa saat mendengar apa yang di tanyakan wanita itu padanya .


" Aku tidak tau apa yang terjadi padanya, tapi setelah kepulangan kami dari Amerika waktu itu, kira-kira dua tahun yang lalu, Acher semakin jauh dari ku. Dia lebih sibuk di perusahaan dan melakukan banyak perjalanan bisnis. " Aurin terdiam dengan jawaban Rigel.

__ADS_1


Benarkah jika memang Acher semakin dingin dan tidak tersentuh? Jika memang iya apa itu terjadi setelah kejadian malam itu?


...💙💙💙...


__ADS_2